Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL)

IPTV: Missing Link agar Operator Telco mampu bersaing dengan Operator TV Kabel dalam meperebutkan Layanan Triple Play di tiap rumah

Juli 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Layanan Triple Play adalah layanan Audio, Video dan Data/Internet yang dibutuhkan oleh tiap individu atau rumahtangga. Bila layanan ini dapat diberikan oleh satu operator melalui satu jaringan telekomunikasi, maka lengkaplah kebutuhan mereka untuk komunikasi. Mereka tidak membutuhkan layanan dari operator lainnya. Saat ini layanan Triple Play ini sudah dapat diberikan melalui jaringan Operator TV Kabel berlanganan. Dengan demikian operator ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan Operator Telekomunikasi.

Untuk mengimbangi hal ini, maka dimunculkan teknologi IPTV, yaitu layanan Streaming Video dengan kualitas setara dengan Standar Definition TV (SDTV) dan High Definition TV (HDTV) melalui pengendalian kualitas end-to-end. Untuk kualitas SDTV diperlukan kecepatan transmisi sebesar 1,5 – 2 Mbps dan untuk kualitas HDTV diperlukan kecepatan transmisi 8 Mbps.

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized

IPTV: Pertempuran Perusahaan Telco dan TV Kabel untuk menguasai Single Home Entry bagi Layanan Triple Play

Juli 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Triple Play adalah layanan Audio, Video dan Data di Era Konvergensi Next Generation Network (NGN) melalui satu saluran telekomunikasi atau pipa (kabel, serat optik, microwave). Dengan menguasai pintu masuh ke-rumah-rumah pelanggan yang bisa menikmati layanan Triple Play tersebut, maka semua kebutuhan layanan telekomunikasi maupun entertainment di tiap rumah itu sudah terpenuhi, sehingga mereka tidak memerlukan jasa perusahaan lainnya.

Dewasa ini kebutuhan layanan telekomunikasi dilayani Operator Telekomunikasi, sedangkan untuk layanan entertainment TV dilayani oleh TV Broadcaster dan TV Kabel. Keunggulan lainnya dari TV Kabel adalah dapat pula memberikan layanan Data/Internet dan Suara (VoIP), sehingga lengkaplah layanan Triple Play ini diberikan oleh Perusahaan TV Kabel.

Untuk mengimbangi layanan Triple Play dari Operator TV Kabel, maka dibuatkan standar layanan Streaming Video dari Operator Telekomunikasi yang mutu layananannya dijamin end-to-end dengan teknologi IPTV. Untuk kualitas gambar Standard Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 1,5-2 Mbps, sedangkan untuk High Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 8 Mbps.

Dibanyak negara maju umumnya telah terpasang jutaan sst saluran kabel tembaga PSTN yang dapat ditingkatkan manfaatnya untuk transmisi digital dengan sistem Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) untuk menghemat biaya investasi. Di Indonesia jaringan kabel tembaga PSTN hanya terbatas sampai sekitar 8 juta sst dan tidak akan ditambah lagi dimasa depan, karena sudah digantikan dengan sistem seluler CDMA Fixed Wireless Acces yang biaya investasinya jauh lebih murah per sst. Saat ini kabel PSTN di Indonesia dipakai untuk layanan InternetTelkom  Speedy. Jadi bila IPTV diterapkan di Indonesia oleh PT TELKOM, maka penggunaan ADSL harus berbagi dengan layanan Telkom Speedy.

Di Indonesia selain PT TELKOM juga telah banyak Operator Jasa Broadband Internet (ISP) yang memberikan layanan melalui jaringan Serat Optik, seperti First Media dengan mutu layanan yang cukup baik. Mereka memilki kesempatan yang lebih baik untuk memberikan layanan Triple Play IPTV dengan mutu yang memuaskan pelanggan. Sekarang tinggal berapakah tarif yang akan dibebankan kepada pelanggan agar dapat menutup biaya CAPEX dan OPEX, dan seberapa besarnya potensi pasar di Indonesia. Melihat tarif Broadband Internet saat ini di Indonesia yang sekitar Rp 1-juta per bulan untuk kecepatan transmisi 1-Mbps, maka kita dapat memperkirakan berapa nantinya jumlah pelanggan IPTV yang akan mampu berlangganan.

Menurut peneltian Multimedia Research Group, jumlah pelanggan IPTV dunia pada tahun 2005 sebesar 3,7 juta menjadi 36,9 juta pada tahun 2009, dimana mayoritasnya ada di Eropa. Pendapatan yang akan diperoleh bisa mencapai US$10 milyar pada tahun 2009.

Bagaimanakah prospek bisnis IPTV di Indonesia? Berapakah perkiraan jumlah pelanggannya? Apakah sudah banyak yang menginginkan layanan ini, mengingat sudah ada layanan yang cukup baik dan murah walaupun belum interaktif, yaitu TV Kabel berlangganan,  Digital TV Broadcast, serta Internet TV.

Silahkan ditanggapi.

→ Leave a CommentKategori: Uncategorized

Google tantang Microsoft dengan Chrome Operating System

Juli 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Raksasa Search Engine Google baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya akan segera meluncurkan Sistem Operasi Komputer baru yang berbasis Browser Chrome yang sudah memiliki sejumlah 30-juta pengguna. Operating System baru ini akan dinamakan Chrome O.S. dan rencanya akan diluncurkan kepada pengguna pada semester-II tahun 2010, dimana akan mulai dipasang pada perangkat PC jinjing Netbook agar dapat beroperasi lebih cepat dalam mengakses Web dan juga proses booting yang lebih cepat

Sistem Operasi baru ini berbasis Kernel Linux dan berlisesnsi Open Source. Dengan demikian pengembangan selanjutnya akan didukung oleh Komunitas Open Source di seluruh dunia. Karena berlisensi Open Source, maka OS Chrome ini bebas didistribusikan tanpa biaya lisensi. Jadi ini akan menyaingi OS Microsoft Windows Vista, XP, maupun Windows 7 yang akan segera diluncurkan Microsoft.

Aplikasi-aplikasi diatas Chrome OS awalnya akan dibuat oleh Google, namun karena OS ini bersifat sumber terbuka, maka siapa saja bebas membuat aplikasi-aplikasi baru. Pada awalnya memang Chrome OS ini akan difokuskan untuk Netbook, namun nantinya juga akan dapat dipakai untuk PC dan Laptop biasa yang lebih besar, menggantikan Linux OS.

Khusus tentang hal yang terakhir diatas, Komunitas Open Source sedikit khawatir, bila Google Chrome OS ini akan dapat memecah perkembangan Linux OS, seperti Ubuntu, Fedora, Mandriva, OpenSUSE, dll.

Silahkan ditanggapi.

→ Leave a CommentKategori: Google luncurkan Chrome OS
Tagged: , ,

PT MORATEL membangun Kabel Serat Optik laut dan darat Batam-Dumai-Malaka

Juli 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tanpa ribut-ribut PT MORATEL segera menyelesaikan pembangunan Kabel
Serat Optik laut dan darat
yang menghubungkan Batam-Dumai dan Dumai-
Malaka
sepanjang 380 km seharga sekitar US$40 juta. Pembangunan ini
memakan waktu 30-hari mulai tanggal 4 Juli 2009. Teknologi multiplex
yang dipakai adalah DWDM. Moratel memiliki hak labuh di Malaysia.

Pada tahun 2008 Moratel juga telah membangun kabel Serat Optik
sepanjang 2.600 km di Pulau Jawa dan Sumatra,  dan SKKL SO Batam-
Singapura
, dengan kapasitas 80 Gbps.

Dengan tergelarnya kabel-kabel serat optik itu, maka akan menjadi
alternatif hubungan telekomunikasi Indonesia-Singapore-Malaysia yang
sangat kompetitif.
Rincian beritanya ada dibawah.

— Berita Lengkap tentang Kabel Serat Optik Batam-Dumai-Malaka—

Moratel investasi kabel laut US$40 juta

JAKARTA: PT Mora Telematika Indonesia (Moratel) menanamkan modal
sedikitnya US$40 juta untuk proyek kabel laut optik yang akan
menghubungkan Malaka, Batam, Dumai, dan Jakarta.

Robertus Suratno, Direktur Pengembangan Bisnis PT Mora Telematika
Indonesia, menuturkan proyek tersebut merupakan proyek pertama yang
mengandalkan keahlian dari sumber daya manusia lokal. “Ini pertama
kalinya, kami bekerja sama dengan kontraktor nasional dari mulai deasin
hingga pengerjaan,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Menurut Suratno, Moratel mengalokasikan total modal antara US$40 juta
dan US$50 juta untuk proyek yang ditargetkan terlaksana dalam 30 hari
mulai 4 Juli 2009 hingga Agustus 2009 itu. Penggelaran itu akan menjadi
bagian dari ring yang sudah direncanakan Moratel sebelumnya. Proyek
kabel 380 km tersebut akan menghubungkan kabel optik laut dan darat
(inland) di rentang Batam-Dumai dan Dumai-Malaka. Proyek itu juga
mencakup pembangunan jaringan transmisi optik Dense Wavelength Division
Multiplexing (DWDM) Dumai ke Jakarta meliputi Dumai-Palembang-Lampung-
Kalianda-Anyer dan Jakarta.

Pada 2008, Moratel telah membangun jaringan tulang punggung
berteknologi DWDM berkapasitas awal 80 Gbps (gigabit per second) dengan
panjang 2.600 km di Pulau Jawa dan kabel laut Batam-Singapura. Moratel
menggandeng kontraktor PT Ketrosden Triasmitra. Sementara itu untuk
kabel optik, perusahaan itu mendatangkan kabel laut dari Jerman melalui
Norddeutsche Seekabelwerke (NSW) dan kabel darat dari Communication
Cable System Indonesia.

Dengan izin hak labuh (landing right) di Malaysia melalui Telekom
Malaysia, jaringan sistem komunikasi kabel laut Moratel itu akan
menjadi gerbang alternatif dari yang selama ini hanya dikendalikan
sirkit di Singapura dan Malaysia. “Kami menyediakan bandwidth besar dan
terjangkau di mana yang biasanya harganya mencapai puluhan juta rupiah
menjadi jutaan rupiah. Sumatra akan menjadi pasar kedua terbesar untuk
data sehingga para penyelenggara jasa Internet bisa menggunakan
bandwidth kami lebih besar lagi,” tuturnya.

Moratel memperkirakan jaringan kabel laut akan mendukung kebutuhan
komunikasi antara 4 juta dan 6 juta warga negara Indonesia yang mencari
nafkah di Indonesia.

Sejauh ini jaringan telekomunikasi Sumatra-Jawa dinilai masih sangat
mahal dan kerap mengalami gangguan dengan alternatif ini diharapkan
saluran komunikasi menjadi murah di samping mempertimbangkan Kepulauan
Riau sebagai kawasan zona bebas perdagangan untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi dan bisnis.

Sumber : Bisnis Indonesia, 3 Juli 2009 Oleh Roni Yunianto

→ Leave a CommentKategori: MORATEL bangun SO laut dan darat Batam-Dumai-Malaka
Tagged: ,

Masa senja Suratkabar dan tumbuhnya Media Online

Juni 30, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Persuratkabaran dunia dewasa ini sedang mengalami masa senja dengan menurunnya pendapatan mereka akibat Krisis Finansial global serta beralihnya pelanggan mereka ke media-media online. Selama lima tahun yang lampau persuratkabaran di AS masih mampu merekam pendapatan yang cukup tinggi karena memperoleh banyak pendapatan periklanan dari Pemerintah AS dan perusahaan-perusahaan swasta dalam kerangka mempengaruhi opini publik untuk mendukung kebijakan Pemerintah George Bush untuk menginvasi dan menduduki Iraq. Mereka dikecam karena tidak memberitakan kebenaran dan turut-serta dalam pembohongan publik.

Dengan naiknya Presiden AS ke-44 Barack Obama pada awal 2009 yang tidak lagi mau melakukan pembohongan publik dan mengobral anggaran iklan, serta saat yang bersamaan terjadinya Krisis Finansial global, maka terjadi penurunan drastis pendapatan media persuratkabaran konvensional ini. Tercatat penurunan pendapatan suratkabar Gannet, New York Time, The McClatchy Co., The Washington Post, dan lain-lain antara -60% sampai -97% pada akhir 2008.

Namun pada saat yang bersamaan perusahaan persuratkabaran tersebut juga mengembangkan media online yang meningkat pendapatnnya cukup besar antara 12% sampai 68% pada akhir 2008.

Kondisi penurunan pendapatan persuratkabaran di Indonesia tidaklah sama dengan di AS, sebab masih terbatasnya jumlah pengguna Internet dan broadband di Indonesia yang hanya mencapai 35 juta orang. Namun kita bisa meramalkan bahwa nasib serupa akan dialami oleh persuratkabaran Indonesia.

Kompas adalah media suratkabar Indonesia yang terdepan dalam mempersiapkan beralihnya pelanggan ke media online dengan membuat situs online Kompas.com yang full-multimedia pertama di Indonesia. Kompas juga telah menggandeng Operator-operator telekomunikasi dan seluler.

Dengan makin canggihnya perangkat handphone, PDA dan netbook dan software-software aplikasi yang user-friendly, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, di Indonesia juga akan terjadi penurunan drastis pelanggan media suratkabar konvensional ke media online. Apalagi dengan tersedianya jaringan fixed line broadband, fixed wireless broadband dan mobile wireless broadband seperti 3G yang makin luas jangkauannya, maka proses peralihan pelanggan media konvensional ke media online akan makin cepat. Diharapkan pula terjadi perubahan budaya masyarakat Indonesia agar lebih sering menggunakan media online.

Silahkan ditanggapi.

→ Leave a CommentKategori: Masa senja Suratkabar dan tumbuhnya media online
Tagged: ,

DEPKOMINFO Jamin Pengguna Blackberry, asalkan…

Juni 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta – Depkominfo memberi pernyataan terkait kemungkinan penghentian peredaran BlackBerry. Mereka memang menolak sementara permohonan pengajuan sertifikasi yang diajukan RIM terkait belum adanya service centre resmi RIM di Indonesia.

Namun diakui, Depkominfo sebatas menangani masalah pemberian sertifikat perangkat telekomunikasi. Mereka tak berwewenang untuk sama sekali menstop impor suatu perangkat telekomunikasi atau menghentikan perdagangan karena itu merupakan kewenangan instansi lain dan harus dengan dasar hukum sangat kuat.

Akan tetapi, seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis Depkominfo, Minggu (28/6/2009), tetap ada kemungkinan penghentian impor oleh Ditjen Bea Cukai selama importir tak mampu menunjukkan sertifikasi terbitan Depkominfo.

Sedangkan masyarakat pengguna BlackBerry diharap tetap tenang karena tak ada rencana Depkominfo memerintahkan penyelenggara telekomunikasi menghentikan layanannya. Pun bagi masyarakat yang ingin membeli BlackBerry di Indonesia tak ada larangan apapun.

Hanya saja jaminan Depkominfo ini hanya berlaku terhadap penggunaan BlackBerry yang bersertifikasi, berlabel dan bukan produk ilegal.

Alasan utama Depkominfo menolak sementara pengajuan sertifikasi BlackBerry semata-mata karena RIM tidak memiliki pusat layanan di Indonesia yang dinilai dapat merugikan konsumen jika terjadi masalah di perangkatnya.

(sumber: Detikinet)

→ Leave a CommentKategori: Depkominfo Jamin Pengguna BB
Tagged: ,

Persaingan ketat Dunia Maya: MySpace PHK 67% Karyawannya

Juni 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Persaingan di Dunia Maya makin hari makin seru. Indonesia termasuk sepuluh besar pengguna Jaringan Sosial Di Dunia Maya, seperti MySpace, Multiply, FaceBook, WordPress, Blogspot, Youtube, YM, Yahoo Mail, Google Mail, Twitter, Chatting, dan lain-lainnya.

Yang kurang diketahui para pebisnis Dunia Maya LN tentang Indonesia adalah masalah daya belinya yang sangat rendah, padahal layanan-layanan Jaringan Sosial tersebut hidupnya dari sewa ruang iklan di Dunia Maya dan transaksi e-Commerce sebagai hasil dari pemasangan iklan. Mereka menerima kunjunan ribuan atau jutaan kali ke Situs-situs mereka, namun realisasi transaksi yang ada uangnya hanya terjadi sangat kecil.

Bulan lalu eksekutif Facebook meminta kepada para pemegang saham agar menambah pinjaman untuk dana operasional mereka, walaupun investasi mereka belum kembali. Tujuhpuluh persen traffic Facebook berasal dari LN, dimana yang terbesar adalah dari Turki dan Indonesia. Facebook harus keluar biaya besar untuk menyimpan 850 juta foto dan 8 juta video yang di-upload para pelanggannya.

Jumlah pelanggan MySpace saat ini mencapai 130-juta, dimana 45%-nya berada di LN. Pelanggan MySpace di India telah mencapai 750.000 orang.

Untuk pertamakalinya dalam sejarah, jumlah pelanngan MySpace dilampaui oleh Facebook, karena jejaring sosial baru ini makin digemari masyarakat, terutama dari Indonesia dan negara-negara berkembang, sebab sudah tersedianya berbagai fitur layanan yang lebih menarik.

Melihat persaingan yang begitu ketat ini, maka bulan ini manajemen MySpace untuk mem-PHK-kan 67% karyawan luar negerinya agar dapat menghemat biaya operasional. Awal tahun ini MySpace mencatat kerugian sebesar US$89 juta. Perusahaan ini dimiliki oleh Rupert Murdoch, seorang konglomerat multimedia yang terkenal.

Bagaimanakh prospek pebisnis Dunia Maya Indonesia? Yang jelas, detik.com, kompas.com, kaskus.com, kapanlagi.com masih terus bertahan dan berinnovasi. Yang terbaru, Kompas memberikan layanan akses iklan menggunakan Barcode dua dimensi.

Silahkan ditanggapi.

→ Leave a CommentKategori: Persaingan ketat Dunia Maya
Tagged: ,

Communicasia 2009: LTE akan mendominasi 4G, namun INTEL akan tetap mendukung WiMAX

Juni 23, 2009 · 1 Komentar

Mr. Alan Hadden, President Global cellular Supplier Association (GSA) yang berbicara pada acara Next Generation Broadband Forum summit di Communicasia 2009 pada tanggal 19 Juni 2009 memberikan kesimpulan bahwa masa depan komunikasi pita lebar akan didominasi oleh sistem LTE (Long Term Evolution) yang merupakan kelanjutan dari sistem 3.5G HSDPA yang saat ini sudah beroperasi di Indonesia.

Sistem komunikasi pita lebar berbasis WiMAX tidak akan pernah mencapai skala ekonomis dalam jangkauan dan jumlah pelanggan yang saat ini didominasi oleh jaringan pita lebar GSM 3G, sebab memang mulainya sudah sedikit terlambat. Namun para pendukung WiMAX menyatakan bahwa sistem ini akan menempati ceruk pasar pita lebar tertentu. INTEL juga menyatakan bahwa produsen Chipset WiMAX ini akan tetap mendukung pengembangan WiMAX Standard 802.16e.

Masih ada kesempatan selama 2 tahun untuk mengembangkan jaringan WiMAX agar mencapai titik ekonomis. Ini bermanfaat bagi pemain pita lebar baru yang belum dapat atau tidak mungkin mendapatkan lisesni 3G untuk masuk ke bisnis pita lebar. Walaupun WiMAX dan LTE memiliki kesamaan dalam penggunaan OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) untuk Radio Access Network (RAN), namun konvergensinya tidak diharapkan dalam waktu dekat (dalam spesifikasi WiMAX standard 802.16n). Didalam kelompok studi 3GPP (3G Partnership Program), telah dibahas interworking antara LTE dan WiFi, didalamnya termasuk WiMAX. Dalam waktu 12-bulan mendatang diharapkan akan disiapkan sertifikasi untuk end-to-end WiMAX.

Kesimpulannya, pilihan LTE atau WiMAX bukanlah pilihan Teknologi, melainkan ditentukan oleh Model Bisnis dan Skala Ekonomisnya. WiMAX tidak akan pernah mengalahkan skala ekonomis LTE. WiMAX sangat cocok buat pemain pita lebar kecil yang tidak bisa memperoleh lisensi 3G.

Bagaimanakah dengan WiMAX Indonesia? Silahkan ditanggapi.

→ 1 CommentKategori: INTEL tetap support WiMAX · LTE akan dominasi Komunikasi Broadband
Tagged: , , ,

Ternyata Komunikasi via HP GSM mudah dimonitor

Juni 22, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jaringan STKB GSM di dunia saat ini sudah sangat luas cakupannya maupun jumlah pelanggannya, sehingga diperkirakan bahwa masa depan komunikasi melalui jaringan ini akan makin mendominasi sistem komunikasi, bahkan diperkirakan komunikasi mobile generasi 4G akan didominasi oleh LTE (Long Term Evolution) yang merupakan kelanjutan dari HSDPA yang sudah diterapkan di Indonesia.

Namun sistem ini memiliki kelemahan dalam sistem keamanannya, sebab komunikasi melalui saluran GSM pada umumnya tidak diproteksi dengan sistem acak/encryption, sehingga dengan mudah dapat dimonitor atau dilacak. Dengan cukup mengetahui identitas pengguna GSM, maka pembicaraan melalui jaringan ini dapat dipantau dengan menggunakan perangkat yang harganya tidak lebih dari US$900,-

Cerita lengkapnya dapat dilihat dari URL sbb:

KLIK DISINI

Makanya behati-hatilah berbicara rahasia melalui jaringan ini.
Flexyspy

→ Leave a CommentKategori: Komunikasi via GSM mudah dipantau
Tagged:

Media Indonesia: Seorang PNS terancam dipecat akibat tulisan di Facebook

Juni 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

MANADO–MI: Seorang PNS di Sulawesi Utara terancam dipecat gara-gara membuat tulisan tentang kejelekan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamubagu, Sulut di facebook.

Indra Sutriafi Pipil, PNS yang mengajar di salah satu sekolah kejuruan, dituduh telah melakukan pencemaran nama baik Walikota Kotamubagu, Drs. Djelantik Mokodompit setelah menulis lewat blog-nya di facebook kalau Pemerintah Kota Kotamubagu telah melakukan “korupsi waktu”.

Indra ketika dikonfirmasi di Kotamubagu, Selasa (9/6), mengatakan mengaku tidak menyangka kalau tulisannya itu membuat pemerintah kota menjadi gerang.

Sementara kabar yang beredar, kausus terebut telah masuk tahap satu dan saat ini sudah dilakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, dengan menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektroik dengan ancaman enam tahun penjara.

“Laporan sudah kami terima dan kasusnya telah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkap Kapolsek Kotamubagu, Iptu. Muhammad Monoarfa,S.Sos.

Secara terpisah, Sekrrtaris Kota Kotamubagu, Muhamad Mokoginta, menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut karena dinilai sangat merugikan pemerintah kota terutama pencemaran nama baik, dan dia pun mengakui kalau pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian untuk diproses.

“Kami telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib sekitar sebulan yang lalu untuk ditindak lanjuti,” katanya.(Ant/OL-04)

→ Leave a CommentKategori: Terancam Pecat akibat tulisan di Facebook
Tagged: ,