TELKOMSEL luncurkan Layanan Seamless 3G Data/Wifi Offloading dgn kecepatan 100 Mbps!

JAKARTA – Telkomsel meluncurkan  Mobile WiFi Seamless untuk meningkatkan akses ke jasa data bagi para pelanggannya.

Mobile WiFi Seamless  merupakan akses mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan perpindahan koneksi jaringan 2G/3G (offloading) dengan Wifi secara otomatis  sebagai jaringan seluler tambahan.

“Perpindahan dapat dilakukan tanpa  memasukkan password atau ID. Kita bidik ada dua juta pelanggan di layanan ini,” ungkap Head of Product Marekting Telkomsel  Ririn Windaryani.

Diklaimnya,  kecepatan akses Wifi Seamless ini mencapai  100 Mbps. “Saat ini masih tahap trial, bisa 100 Mbps, secara mudah kecepatan  Seamless mengikuti profile data pelanggan, misalkan menggunakan paket  72 Mbps maka akses kala di WiFi juga setara,” katanya.

Layanan Mobile Wi-Fi Seamless Telkomsel dapat digunakan oleh pelanggan yang memiliki ponsel pintar dengan teknologi Seamless Wi-Fi atau EAP-SIM (Extensible Authentication Protocol-Subscrider Identity Module). Jika di perangkat BlackBerry  minimal pada sistem operasi 5.

Pelanggan dapat menggunakan Wi-Fi ini dengan syarat telah berlangganan paket data Telkomsel Flash dan perangkat yang mendukung teknologi EAP-SIM.

Pelanggan dapat memanfaatkan jaringan hotspot WiFi flashzone-seamless di 6000 titik di seluruh Indonesia di berbagai wilayah area publik. Jaringan tersebut memanfaatkan jaringan hotspot dari Telkom.

Untuk menikmati layanan ini, pelanggan harus melakukan setting pertama kali sebelumnya pada perangkat dengan mengaktifkan WiFi dan memilih Service Set Identifier (SSID) flashzone-seamless. Jika sudah tersetting, pelanggan akan langsung terkoneksi  ke jaringan WiFi tanpa perlu memasukkan password.

Layanan data juga secara otomatis beralih ke jaringan 2G/3G jika sudah tidak mengaktifkan Flash Zone-Seamless.

Telkomsel telah melakukan tiga percobaan layanan ini yaitu layanan Wi Fi untuk pelangan regular, layanan Wi Fi untuk pelanggan corporate, dan layanan Wi Fi untuk SSID.(id) (Sumber; indotelko.com)

Direksi Baru TELKOMSEL 2012-2017

Metrotvnews.com, Jakarta: Alex Janangkih Sinaga ditetapkan sebagai Presiden Direktur PT Telkomsel. Alex ditunjuk para pemegang saham untuk menggantikan Sarwoto Atmosutarno.

“Penunjukan Alex Janangkih Sinaga sebagai Presiden Direktur Telkomsel didasarkan pada keputusan pemegang saham yang berlaku efektif Rabu (16/5) bersamaan dengan pergantian direksi lainnya,” kata Head of Corporate Communication and Affair PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Eddy Kurnia dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Menurut Eddy, dengan formasi direksi baru Telkomsel ini akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang jauh lebih bagus. “Transformasi bisnis Telkom dan Telkomsel akan melaju dengan pesat,” tegas Eddy.

Menurut catatan, Alex Sinaga sebelumnya menjabat Direktur Utama pada PT Multimedia Nusantara anak usaha PT Telkom.

Eddy menjelaskan, Sarwoto selanjutnya mendapatkan penugasan baru sebagai Chief of The Mission Peluncuran Satelit Telkom-3.

Sarwoto yang dikenal sebagai ahli satelit yang telah teruji dan berpengalaman, diyakini dapat menyukseskan peluncuran Satelit Telkom-3 yang rencananya direalisasikan Juni 2012.

Berikut Susunan direksi Telkomsel:

Mas`ud Khamid sebagai Director of Sales
Heri Supriadi sebagai Director of Finance
Herdy Rosadi Harman sebagai Director of Human Capital Management
Abdus Somad Arif sebagai Director of Network
Edward Ying Siew Heng sebagai Director of Planning and Transformation
Ng Soo Kee sebagai Director of IT
Goh Hui Min Rachel sebagai Director of Marketing.(Ant/TII)

Ternyata Smartphone seperti BlackBerry dan lainnya sudah sangat bermanfaat untuk Teleworking

Ternyata perangkat ponsel canggih seperti BalckBerry, iPhone, Android dan Nexian telah banyak digunakan oleh para Pejabat yang cerdas seperti Bapak Dahlan Iskan, Meneg BUMN, para Eksekutif dan Selebrities seperti Anissa Pohan untuk melakukan kerja jarak jauh atau TELEWORK. Ini adalah sebuah awal yang baik untuk memanfaatkan kemajuan teknologi bagi hal-hal yang produktif, efektif, efisien demi kemajuan bangsa dan negara.

Meneg BUMN Dahlan Iskan

Meneg BUMN Dahlan Iskan

Bapak Dahlan Iskan baru-baru ini membuat pernyataan yang sangat mendukung TELEWORK di Indonesia, dimana dinyatakan oleh beliau bahwa beliau kalau mengadakan rapat-rapat dengan Direksi BUMN yang ada dibawak kendali Meneg BUMN, lebih sering tanpa harus bertemu face-to-face secara fisik, tetapi lebih sering dengan cara Online memakai BlackBerry Messenger (BBM). Ini membuat beliau mampu mengendalikan lebih dari 150 BUMN-BUMN yang ada dalam kendali beliau secara efektif dan efisien, tanpa banyak membuang waktu dan bensin (BBM) untuk penempuh jalan-jalan macet di ibukota Jakarta.

Tanpa dukungan ponsel canggih BlackBerry dan BBM-nya, tentu akan sangat sulit bagi beliau untuk mengedalikan banyak BUMN-BUMN itu dan menyelesaikan berbagai masalah penting secara cepat dan tepat waktu.

Artis terkenal Anissa Pohan juga telah lama mempromosikan penggunaan BBM untuk tetap berkomunikasi dengan pengasuh putri tercintanya, ditengah kesibukannya sebagai artis yang populer.

Kesimpulannya, kita semua harus dapat meniru Bapak Dahlan Iskan maupun Anissa Pohan untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi yang sudah dimiliki dan dikuasai bangsa Indonesia untuk makin memajukan bangsa Indonesia, serta meningkatkan efisiensi da produktivitas kerja kita, sekaligus juga bisa menjadi solusi krisis BBM (Bahan Bakar Minyak) yang sednag melanda bangsa Indonesia, serta sebagai solusi atas kegagalan kebijakan untuk menghemat energi, tanpa repot-repot untuk menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang berakibat menyengsarakan mayoritas rakyat Indonesia.

Bila saja ada 20-juta pemilik ponsel canggih seperti Bapak Dahlan Iskan dan Anissa Pohan yang menerapkan kerja jarak jauh atau TELEWORK, berapa banya BBM Pemium yang dapat dihemat perharinya? Kalau saja ada 5-liter BBM yang dihemat oleh 20-juta pemilik ponsel cangih, maka ada 100-juta liter BBM Premium yang dihemat per hari, atau 36.500-juta liter atau 36,5 Milyar liter per tahun yang dapat dihemat. Ini setara dengan 36,5 milyar x Rp4500,- = Rp 164,250 Trilyun.

Jadi tanpa repot-repot, Pemerintah tidak perlu lagi menaikkan harga BBM Premium seperti telah ber-kali-kali direncanakan, tetapi selalu batal atau gagal!

Ini merupakan solusi yang tepat dan cerdas bagi dilemma kenaikan harga BBM Premium yang telah banyak menyita waktu dan energi bangsa Indonesia.

Semoga Pemerintahan Bapak Presiden SBY bisa menerapkan solusi ini dan mendapat pujian Rakyat Indonesia.

Optimisme di MWC-2012 Barcelona: Kerjasama Saling Menguntungkan Operator Seluler – Penyelenggara OTT

Kongress Telekomunikasi Bergerak Dunia (Mobile World Congress) yang baru saja berakhir di Barcelona, Spanyol, membawa optimisme baru tentang kerjasama yang saling menguntungkan antara Operator Telekomunikasi Seluler dengan para Penyelenggara Layanan “Over-the-Top OTT”. Hal ini ditandai oleh partisipasi Penyelenggara OTT, terutama Facebook dan Expedia (Layanan Perjalanana Online).

Mereka berjanji tidak akan menandingi layanan-layanan yang sudah tersedia melalui Operator Seluler, seperti Sistem Billing, sehingga tidak diperlukan verifikasi identitas peanggan melalui SMS. Hasilnya, hanya diperlukan satu langkah verifikasi saja bagi pelanggan, dimana melalui preses sebelumnya akan memerlukan sampai 5-langkah verifikai pelanggan. Ini akan menghasilkan efisiensi dalan proses layanan pelanggan, dan akan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dampaknya, akan makin banyak pelanggan yang tertarik menggunakan layanan-layanan OTT, meningkatkan pendapatan dan keuntungan penyelenggara.

Kedua Penyelenggara OTT itu, yaitu Facebook dan Expedia secara terbuka menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan bagai semua pihak, dan mereka bersedia membagi keuntungan yang akan mereka peroleh.

Dengan demikian, layanan pembayaraan melalui Mobile Web hanya perlu satu langkah oleh pelanggan untuk konfirmasi pembelian online. Para Operator Seluler yang telah mulai menjalin kerjasama “Streamlined Billing” dengan Facebook adalah: AT&T, Deutsche Telekom, Orange, Telefónica, T-Mobile USA, Verizon, Vodafone, KDDI dan Softbank.

Demikian pula Expedia juga telah mulai menjajagi kemungkinan kerjasana dengan Operator Seluler, sehingga jangkauan layanan perjalanan globalnya dapat terlaksana dengan mudah, menjangkau pelanggannya dimana saja mereka berada di dunia.

Semoga optimisme baru ini memungkinkan pertumbuhan pendapatan para Operator Telekomunikasi Seluler kembali dapat meningkat dari tahun ke tahun.

Silahkan ditanggapi.

Operator Seluler perlu menanggapi Pertumbuhan Cepat Trafik Data oleh Layanan VoIP dan IM

Tahun 2011 merupakan tahun dimana trafik data tumbuh sangat pesat, sekitar 114% untuk layanan Over-the-Top VoIP dan Intenet Messaging (IM), sebab layanan data ini menjadi pilihan banyak pelanggan, dan terbukti mutunya cukup memuaskan.

Namun demikian video streaming masih menduduki pangsa terbesar penggunaan volume trafik data. Trafik Video Game tumbuh 88% dan volumenya mencapai 42% volume data broadband dibandingkan hanya 5% untuk penggunaan volume data untuk layanan VoIP.

Pertumbuhan trafik data tersebut diatas menurunkan pangsa trafik data untuk File Sharing dan Web Browsing.

Menurut rekomendasi pakar, maka para operator seluler perlu menghadapinya melalui cara pentarifan secara intelijen yang berbasiskan aplikasi yang digunakan (VoIP, IM, Video Streaming, File Sharing, Browsing). Ini tentu membutuhkan perangkat yang cukup canggih untuk bisa membedakan berbagai aplikasi yang digunakan oleh pelanggan, seperti pengggunaan perangkat Bandwith Management.

Silahkan ditanggapi.

Dominasi Industri Telekomunikasi Bergerak oleh Operator Telekomunikasi apakah akan segera Berakhir?

Kongres Dunia Layanan Telekomunikasi Bergerak atau Mobile World Congress akan segera dibuka besok pagi, Senin 27 Februari 2012 di Barcelona, Spanyol. Beberapa isyu penting yang akan menjadi pembahasan menarik pada Kongres kali ini ada beberapa, diantaranya adalah perkiraan akan berakhirnya dominasi perkembangan industri layanan bergerak oleh operator telokomunikasi akan mulai berakhir, dengan makin banyak munculnya para penyelenggara  layanan “Over-the-Top (OTT)”  yang menuai penghasilan sangat besar tanpa harus investasi infrastruktur jaringan telekomunikasi yang makin dituntut untuk menyediakan kapasitas layanan data yang makin bertambah besar.

Di Era jaringan All IP Next Generation Networks, maka peran intelejensi jaringan akan bergeser dari intelejensi jaringan di pusat jaringan akan bergeser menuju ke intelijensi jaringan di pinggiran jaringan, atau malah ada di perangkat terminal, yaitu ponsel canggih, iPad, Galaxy Tab, iPhone, BlackBerry dan sebagainya. Model layanan tidak lagi berbasis “operator-centric”, melainkan dikendalikan oleh software aplikasi yang ada di jaringan maupun di perangkat terminal. Mereka yang dapat mengendalikan intelijen jaringan inilah yang akan dapat meraih penghasilan yang besar.

Perangkat terminal atau ponsel akan makin canggih karena dilengkapi dengan Chiptset Quadcore, mendukung berbagai sistem operasi Apple, Android, Windows Mobile, modem LTE/4G, WiFi. Hubungan antara Desktop OS dan Mobile OS diperkirakan akan semakin erat, sebagaimana dicita-citakan oleh Microsoft. Di-isyukan pula bahwa Microsoft akan meluncurkan Windows Store, menyaingi Apple Store dan Android Market.

Kehadiran Chipset baru quadcore akan menyedot isi battery lebih cepat, sehingga perangkat posel canggih itu akan memerulkan recharging battery.

Silahkan ditanggapi dan dibaca cerita lengkapnya dibawah ini.

———- 0 ———-

Is this the beginning of the end for the operator-focused mobile industry? Is this the last stand for the incumbent telcos as they fight off wave after wave of enemy forces going ‘over the top’? Has the operator-centric model had its day?

Attendees to the 2012 Mobile World Congress event in Barcelona next week have the chance to find out for themselves. True, the planned strike by the public transport workers will ensure that visitors will be pretty glum and in no mood for forced celebrations and bonhomie. Tonterías will not be tolerated this year. But judging by the deluge of invitations and press releases we’ve received in the lead up to the event, there will still be plenty to see and discuss.

And so, in no particular order, here are some of the issues and topics that we feel will be worth investigating. For those of you not attending this year, we’ll have our usual daily NewsDesk shows, plus plenty of interviews and panel discussions to view in the week after the event.

Have the mobile operators rediscovered the appeal of the enterprise? The feeling is that there will be less focus on the consumer at this year’s MWC, and more on the enterprise. About time too. MWC’s flirtation with the consumer sector – driven, of course, by the exhibitors and their press launch schedules – was always at odds with the origins of the event, and resulted in the majority of vendors (with their decidedly un-media friendly products) feeling as if they were being sidelined. There will always be a major handset announcement or two, but it would be good to regain some perspective.

And talking of handsets… ZTE announced today they will unveil eight new devices, including a quad-core smartphone. They will feature including multi-core chipsets, LTE, 4G radio and support Android and Windows Phone platforms (their press release states “Windows Mobile platform”, which we hope is an error on their part. We’ve heard of backwards compatibility, but this is ridiculous!). ZTE also says its ambition is “to become a top three handset provider by 2015”. An impossible task, we feel… Watch out for new LG phones as well.

2012 has to be the year for Microsoft to propel its Windows Phone operating system into the top three. Nokia’s Lumia range might have received some good press coverage, but they don’t appear to have shifted as many units as was hoped, and after all, it’s just one range (three models announced so far) from one manufacturer. What’s needed is more OEM support, to give consumers a greater choice.

Rumour has it that Microsoft will reveal its consumer preview of Windows 8 next week. There is expected to be greater tie-in between the desktop OS and the mobile OS, which could well help Microsoft’s cause. Also look out for the rumoured launch of the Windows Store, and, dare we hope, an iPad version of Office (Microsoft deny this, but then they would)?

We’ve been tipped the wink that there will be some other interesting smartphone announcements, including operator own-brand devices and low-cost smartphones. The news is embargoed, but should hit the wires on Monday.

According to Berg insight in a release today, shipments of dual-core smartphones reached 60 million units worldwide in 2011. As quad-core processors gradually find their way into high-end devices, adoption of dual-core processors will accelerate in the mid-range smartphone segment. Multi-core kills the battery like nothing else. But so what? We all have to recharge our handsets every night, so do we no longer care? Multi-core, GPS, LTE… a battery’s worst nightmare. If you don’t already recharge your phone every night, you’re going to have to soon.

But back to the enterprise and some of the most promising vertical sectors. It’s good to see a major presence from Ford Motors this year, including its Chairman and CTO. Ford have been doing great things with the ‘connected car’ in the US market and are poised to roll out enhancements to Europe this year.

Prinsip Network Neutrality Didukung US Security and Exchange Commission, walaupun FCC awalnya belum menyetujui

The US Security and Exchange Commission (SEC) yang merupakan otoritas pengendali Pasar Modal AS pada minggu ini memutuskan untuk memberika hak pada para pemegang saham Penyelenggara Telekomunikasi AS, termasuk AT&T, Verizon dan Sprint Nextel, untuk memberikan vote tentang kebijakan Network Neutrality pada jaringan-jaringan telekomunikasi di AS.

Proses ini dimulai dari usulan sekelompok pemegang saham AT&T agar perusahaan itu menerapkan prinsip Network Neutrality demi mendukung kelancaran bisnis mereka beserta masyarakat umum lainnya melalui Internet yang diselenggarakan melalui jaringan AT&T.

Kebijakan Network (Net) Neutrality adalah kebijakan akses jaringan Internet secara terbuka dan Non-discriminatory kepada semua pengguna/perusahaan demi kelancaran dan kemajuan bisnis mereka. SEC mendukung kebijakan ini karena kebijakan ini merupakan faktor yang penting bagi kemajuan perusahaan swasta yang sahamnya terdaftar di Bursa Saham New York dan lainnya, sebab tidak dapat disangkal bahwa semua perusahaan memerlukan jaringan Internet untuk kemajuan bisnis perusahaan-pereusahaan itu. SEC menerapkan kebijakan ini agar Regulator AS (FCC) mau merubah kebijakan awalnya yg belum mendukung Net Neutrlity.

Dampak dari kebijakan ini adalah akan menguntungkan perusahaan-perusahaan global yang dikenal sebagai “Over-the-Top (OTT)“, seperti Google, Yahoo, Amazon, Salesforce, IBM, Facebook, perusahaan bisnis eCommerce, Jual-beli online, dan sebagainya. Mereka akan menjadi semakin besar dan kuat dengan jangkauan bisnis global, dengan modal investasi yang relatif kecil.

Apakah kebijakan Net Neutrality ini juga akan didukung oleh Regulator Indonesia? Silahkan ditanggapi.