Bagaimana memanfaatkan 3G dan Broadband untuk Peningkatan Produktivitas dan Kemajuan Bangsa?

Layanan 3G dan Broadband sudah lama dinikmati oleh masyarakat Indonesia,  namun penggunaannya untuk hal-hal yang produktif masih sangat sedikit sekali, lebih banyak untuk hal-hal yang tidak produktif dan konsumptif, SMS, chatting, gossip, ngobrol, download musik, video, dan lain-lain. Jumlah pengguna ponsel cerdas, netbook, laptop dan PC dari hari-ke-hari makin meningkat terus, baik di kota-kota besar maupun kecil diseluruh pelosok tanah air. Kementrian KOMINFO  melalui unit pelaksana BP3TI juga telah dan sedang memperluas jangkauan layanan Internet ke seluruh kecamatan dan pedesaan dengan menggunakan dana USO (PLIK, MPLIK, NIX, dll) dengan sasaran pencapaian pada tahun 2015.

Namun pembangunan fisik jaringan Internet itu tidak diimbangi secara terprogram untuk menyediakan konten dan aplikasi yang bisa membuat sarana itu menjadi produktif dan efisien demi kemajuan bangsa dan negara.

Contoh sederhana untuk pengunaan 3G dan Broadband untuk peningkatan produktivitas nasional adalah untuk kerja jarak jauh atau dari rumah, menghemat waktu perjalanan, mengurangi biaya transportasi, serta meningkatkan jumlah jam kerja nasional yang produktif. Kalau perubahan budaya kerja ini dilakukan secara serempak di tingkat nasional, maka dapat dibayangkan berapa besarnya penghematan biaya yang dapat dihemat untuk bahan bakar, dan sekaligus untuk mengurangi kemacetan lalulintas di banyak kota besar. Bila ini terjadi, maka perkiraan kami Pemerintah tidak lagi perlu membatasi konsumsi BBM Premium yang rencananya akan dimulai pada 1 April 2012 ini, yang diperkirakan akan memicu laju inflasi di Indonesia.

Bagi para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi, perluasan penggunaan 3G dan Broadband akan meningkatkan volume trafik data, dan bila dimbangi dengan mutu layanan yang makin meningkat, maka para pengguna/pelanggan juga akan makin puas. Salah satu syarat utama keberhasilan kerja jarak jauh/kerja dari rumah adalah mutu layanan data yang lebih baik dan andal.

Disarankan agar para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi/Operator tidak lagi melakukan persaingan usaha melalui jor-joran banting-bantingan tarif layanan data/Internet, tetapi disarankan agar bersaing berdasarakan mutu layanan  yang lebih baik. Ini akan dapat meningkatkan ARPU, dan secara berantai meningkatkan mutu layanan data/Internet lebih baik lagi. Ini juga sebagai solusi keluhan para Penyelenggara Jaringan yang selama ini merasakan penurunun revenue, walaupun telah menginvestasikan CAPEX yang besar untuk memenuhi peningkatan trafik data yang maikin meningkat.

Artikel ini saya tulis dalam perjalanan dari Purworejo menuju ke Jakarat dengan menggunakan layanan Mobil Broadband yang bertarif Rp 100.000 unlimited untuk volume data sampai 6 GBytes selama satu bulan dari salah satu operator seluler. Sebuah bukti bahwa kerja jarak jauh atau TELEWORK bisa dengan mudah dilakukan dengan sarana 3G dan Broadband yang ada saat ini di Indonesia, bilamana kita mau dan yakin akan keberhasilannya.

Semoga usulan saya kali ini mendapat tanggapan positif dari  para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi atau Operator Seluler maupun Broadband  di Indonesia, Institusi Pemerintahan, BUMN, Swasta maupun organisasi kemasyarakatan di bidang TIK (MASTEL, APJII, ATSI, FTII, dll).

Silahkan ditanggapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s