Monthly Archives: December 2008

Estonia menjadi Negara Pertama di Dunia untuk Pemilu 2011 pakai HP

DPR Estonia dengan suara bulat menyetujui rencana penggunaan HP untuk Voting pada Pemilu 2011, setelah sebelumnya pada Pemilu tahun 2007 mereka telah berhasil memanfaatkan Internet sebagai media Voting, walaupun saat itu ada ketakutan akan adanya serangan Hackers.

Estonia akan menjadi negara pertama di Dunia yang akan menggunakan HP untuk Voting Pemilu. Mereka cukup konfiden bahwa sistem yang mereka gunakan sangat andal dan aman, tidak akan dapat diganggu oleh serangan Hackers atau gangguan keamanan Dunia Maya lainnya.

Untuk ikut Voting Pemilu, para warga Estonia akan diberi Kartu SIM gratis yang sudah terbukti aman dari kemungkinan manipulasi, karena adanya sistem sekuriti hardware dan software yang diterapkan pada Kartu SIM itu. Sistem yang mereka gunakan adalah yang paling aman untuk membuktikan Tandatangan Digital yang dipakai, sehingga Pemilih hanya bisa melakukan Voting satu kali saja. Kendali keamanan Tandatangan Digital ada pada pusat sertifikasi di SK Certification Center, Estonia.

Negara lain yang juga mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan “Pemilu Selluler” adalah Finlandia dan swedia, sebagai negara-negara yang menjadi pusat pengembangan Teknologi Komunikasi Seluler Dunia.

Dengan jumlah pengguna Telpon Selluler Indonesia yang sudah lebih dari 100 juta pengguna atau 40% penduduk, maka penggunaan Telpon Selluler sebagai sarana voting pada Pemilu 2008 akan dapat mempercepat proses penghitungan suara dan ketepatan dalam perhitungan, sebab masih ada waktu minimum 110 hari untuk melaksanakan Pemilu 2009. Kita akan dapat menghemat biaya Pemilu 2009 dalam jumlah puluhan Trilyun Rupiah.

Silahkan ditanggapi.

————— Berita Selengkapnya dari YAHOO! Tech —————————-

TALLINN, Estonia – Parliament has approved a law making Estonia the first country to allow voting by mobile phone.

Lawmakers approved a measure Thursday allowing citizens to vote by mobile phone in the next parliamentary elections in 2011.

Estonians were allowed to cast Internet ballots in last year’s parliamentary vote.

The mobile-voting system, which has already been tested, requires that voters obtain free, authorized chips for their phones, said Raul Kaidro, spokesman of the SK Certification Center, which issues personal ID cards in Estonia.

The chip will verify the voter’s identity and authorize participation in the electronic voting system, he said.

The system and software have proven effective and reliable in an independent security audit, Kaidro said. He dismissed security concerns, claiming the system “is the most secure way to authenticate digital signatures.”

Kaidro said he expects the 2011 vote to be the first of its kind, though he said neighboring Finland and Sweden possess the software and technical capabilities to conduct a similar “cellular election.”

Estonian officials said the Internet voting system in 2007 proved secure despite worries about hacker attacks, identity fraud and vote count manipulation.

India Luncurkan Layanan 3G hari Kamis 11 Desember 2008

PM India Manmohan Singh

PM India Manmohan Singh

Perdana Menteri India Manmohan Singh hari kamis 11 Des 2008 meresmikan peluncuran layanan 3G di New Delhi dan Mumbai, India yang dilaksanakan oleh BUMN Telekomunikasi MNTL dengan biaya investasi sebesar US$83 juta. Peluncuran ini ada;ah peluncuran soft-launch, sebab tarif layanan ini belum ditetapkan. BUMN lainnya, yaitu BSNL baru akan meluncurkan layanan 3G pada akhir Desember 2008.

Menarik untuk disimak, bahwa rencana semula untuk memisahlan lisensi spektrum 2G dan 3G di India ternyata akan dibatalkan, mengingat rumitnya pengaturan yang diperlukan, dimana semula direncanakan bagi operator 3Gdibebani biaya 3% dari revenue, sedangkan operator 2G dibebani biaya 4-5% revenue, tergantung besarnya spektrum frekwensi yang dipakai.

Aturan yang ada, untuk spektrum 2G diberlakukan “First Come First Serve”. Namun partai Komunis India (CPIM) yang menguasai 44 kursi dari 552 kursi di DPR India, menentang kebijakan ini.

Berita lain, Pemerintah India telah menyelesaikan sebuah study untuk pengaturan Mobile Virtual Network Operator (MVNO) yang akan segera diumumkan.

Regulasi lainnya, di India diberlakukan Self-Certification tingkat radiasi dari menara2 BTS masing-masing agar sesuai dengan radiasi maksimal menurut aturan Internasional CCIR.

Referensi lainnya, di Cina juga baru menerapkan layanan 3G, walaupun negara itu adalah exportir terbesar dunia perangkat2 HP 3G. Di Cina juga sedang dilakukan merger 6 Operator Telekomunikasi ke 3 operator Telekomunikasi yang masing-masing memiliki lisensi Mobile dan Fixed Telekomunikasi, sehingga persaingannya akan menjadi Apple-to-Apple dan sehat.

Indonesia sudah menerapkan 3G sejak 3-tahun lalu, tetapi sampai hari ini, belum terlalu bayak yang memanfaatkan layanan ini, sebab mutu layanannya kurang memuaskan, coveragenya sangat terbatas sehingga kecepatan transmisi yang dijanjikan sebesar 3,6 Mbit/sec ternyata dilapangan kurang dari 10kbit/sec, malah sering kurang dari 1 kbit/sec. Bagaimana tanggungjawab para Operator 3G Indonesia yang meng-klaim kecepatan tinggi??

Rendahnya kecepatan transmisi 3G Indonesia menyebabkan banyak aplikasi2 canggih dan innovatif tidak dapat diterapkan pada jaringan 3G Indonesia, seperti 3G call, Unified Communication dan Collaboration, Google Desktop yang berbasis Web, Streaming Video, VOD, Video Social Networking (Youtube, Facebook, Myspace, dll), Web 2.0, Web 3.0, dll.

Silahkan ditanggapi.