Category Archives: TELKOM tertarik beli StarOne

TELKOM tertarik beli StarOne INDOSAT

JAKARTA, 27 Juni 2011: PT Telkom Tbk mengklaim tidak tertarik membeli layanan operator fixed wireless access (FWA) StarOne karena akan fokus pada bisnis broadband.

“Sekarang ini kami belum memikirkannya [membeli StarOne], meski kami pernah membicarakan hal itu dengan Indosat belum lama ini dan belum merupakan pembicaraan yang mendalam,” ujar Head of Corporate Communication PT Telkom Tbk Eddy Kurnia hari ini.

Menurut dia, saat ini perkembangan bisnis, regulasi, maupun teknologi sudah berubah, sehingga kami hanya akan fokus pada pengembangan akses broadband yang hasilnya memberikan pertumbuhan signifikan.

Direktur Utama Indosat Harry Sasongko menantang operator manapun yang ingin membeli unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) mereka, StarOne.

Meski berniat menjual, Harry sadar bahwa proses peralihan kepemilikan tidaklah mudah. Ini menyangkut izin frekuensi yang menjadi kewenangan negara.
Asset sale masih on going. Kalau ada yang mau bayar ayo. Sampai saat ini belum ada penawaran,” jelas Harry belum lama ini.

Calon pembeli yang santer disebutkan selama ini, Telkom, lanjutnya, juga belum melakukan langkah konkret.
Menurut Harry, penjualan unit usaha StarOne secara bisnis bisa dilakukan. Namun karena melibatkan peralihan frekuensi, maka proses transaksi tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Kan susah, ada frekuensi dan kewajiban. Kita memiliki frekuansi 42,5 MHz. Dan ini terkait lisensi dan punya pemerintah. Jadi pengalihan tidak bisa sembarangan, tidak semudah itu. Teknis regulasi harus dipenuhi. Kita kaji semuanya,” ucapnya.

Eddy mengatakan Telkom tetap memandang bisnis voice penting karena kontribusinya untuk perusahaan masih sangat besar meskipun pertumbuhannya untuk ‘voice’ melambat tetapi tidak bisa disangkal, ke depan adalah eranya broadband, sehingga pihaknya perlu fokus juga ke sini.

Sementara itu, Direktur Layanan Korporasi Rakhmat Junaidi enggan menanggapi tantangan dari Indosat tersebut. (sumber: Arif Pitoyo – bisnis.com)

Advertisements