Monthly Archives: March 2008

Membangkitkan Kembali Semangat IGOS adalah langkah Terbaik bagi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia

Hari ini kita menerima khabar sangat menggembirakan dari Bapak
MenRistek, bahwa akhirnya Pemerintah memutuskan akan membangkitkan
kembali Semangat Indonesia Go Open Source (IGOS) yang sudah lama sekali
ditunggu oleh Masyarakat Telematika Indonesia.

Pilihan gerakan IGOS adalah sangat tepat bagi kepentingan Nasional
Indonesia. Mengapa?

1. Linux dan Software Aplikasinya dan MS Windows dan SW Aplikasinya
memiliki feature dan kecanggihan yang seimbang, malah Software Aplikasi
Multimedia Office (Open Source – Plata Software) memilki features yang
lebih banyak dari MS Office. Jadi untuk aplikasi komputer pada umumnya
kedua sistem sangat berimbang.

2. Linux dan SW Aplikasinya dapat diperoleh secara gratis atau sangat
murah, tanpa melanggar HAKI. Sedangan MS Windows dan Aplikasi
Proprietary harganya lebih mahal dari harga sebuah Laptop atau PC
hardware, umunya diluar jangkauan kantong masyarakat Indonesia.

3. Bila kita membeli MS Windows dan Aplikasi Proprietary, maka
sebagian besar akan berupa Devisa yang harus dikirim ke LN (Mengurangi
cadangan Devisa Nasional). Sebaliknya bila kita membeli Linux dan SW
Aplikasi Open Source, maka tidak ada satu sen-pun devisa yang harus
dikirim ke LN.

4. Revenue dari bisnis Open Source berupa Customization, Software
Development, Training, Education, Certification, After Sales, dll, yang
semuanya dapat dikerjakan oleh bangsa Indonesia, sebab Source Code-nya
dapat dibuka dan dikembangkan bersama. Sedangkan untuk bisnis Software
Proprietary yang bisa melaksanakan hal-hal tersebut diatas pada umumnya
adalah pihak pemilik software itu yang umumnya adalah negara lain,
sebab Source Code-nya hanya boleh diketahui oleh pemilik software itu
sendiri.

5. Bagi Perusahaan/Individu yang punya dan cukup, dipesilahkan memilih
Software Proprietary sesuai kebutuhannya. Namun melalui Gerakan IGOS,
masyarakat Indonesia pada umumnya yang memilki dana terbatas dianjurkan
untuk menggunakan Software-software Open Source. Penggunaan Software
Proprietary tanpa lisensi merupakan pelanggaran UU HAKI dan tidak
direkomendasikan oleh Gerakan IGOS.

6. Dengan Masyarakat Indonesia semuanya menggunakan Software Legal,
baik itu Open Source maupun Software Proprietary berlisensi, maka
Indonesia punya bargaining position yang sangat kuat.
Citra Indonesia di dunia Internasional akan meningkat tajam, menjadi
negara dengan tingkat penggunaan Software Illegal terkecil di dunia.
Ini sangat diperlukan agar Indonesia tidak terkena embargo ekonomi atau
perdagangan dari negara yang merasa dirugikan.

7. Dengan semuanya menggunakan Software Legal, baik Open Source maupun
SW Proprietary, maka Industri Warnet Indonesia akan menjadi sehat,
tidak ada pemain yang mendapat competitive advantage secara tidak fair
(karena tidak ada yang pakai software bajakan).

8. Bila Bill Gates hadir di Indonesia pada awal Mei 2008, dan kondisi
butir 6 diatas dapat tercapai sebagian, maka kita memilki bargaining
position yang sangat kuat untuk menekan agar harga2 Software
Proprietary khusus bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk
diturunkan harganya. Kita punya pilihan, kalau tetap mahal, maka kita
pilih Software Open Source. Kita tidak perlu mengemis, minta maaf atau
minta ampun kepada Bill Gates, sebab kita tidak melakukan pelanggaran
hukum apapun. Para Pemimpin Indonesia bisa berdiri tegap, tidak perlu
membungkuk-bungkuk berhadapan dengan Bill Gates, sebab kita bukan
golongan peminta-minta.

Silahkan kawan2 memberikan tanggapan atau persetujuan, dan bila ada
alternatif lain yang lebih baik, silahkan disampaikan di Forum ini.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalam,
S Roestam
——————–
Bagi yang belum ikut Voting Penggunaan Software PC/Laptop masing-masing, silahkan buka URL:
http://duniatelematika.blogspot.com

Data Tingkat Penggunaan Software Illegal Hasil Survey BSA Tahun 2006 dan Hasil Survey Terbuka Tahun 2008

Data Tingkat Penggunaan Software Illegal menurut hasil Survey BSA Tahun 2006 menunjukkan penurunan ke angka 85%, turun dari angka 87% Tahun 2005.

Sedangkan angka Tingkat Penggunaan Software Illegal menurut Survey Terbuka 2008 pada hari ke-7, Minggu 23 Maret 2008 hanya menunjukkan angka sebesar 75%.

Oleh karena BSA belum punya data Hasil Survey Tahun 2008, maka dapat dipakai Hasil Survey Terbuka Tahun 2008 dengan angka Tingkat Penggunaan Software Illegal di Indonesia sebesar 75%.

Data Lengkap hasil Survey Terbuka Tahun 2008 dapat dilihat pada URL DISINI

Data lengkap dari Survey BSA Tahun 2006 dapat langsung dilihat pada URL: BSA Global Piracy Study 2006

Data Kerugian Asia Pasifik Menurut BSA Tahun 2003 dapat dilihat pada URL: Kerugian Penggunaan Software Illegal 2003 Asia Pasifik

Sedangkan daat Kerugian Global Menurut BSA Tahun 2006 dapat dilihay pada URL:  Kerugian Penggunaan Software Illegal Global 2006

Sebagai perbandingan, kami lampirkan Table Tingkat Penggunaan Software Illegal di Asia Pasifik, termasuk Indonesia dari Laporan BSA, sbb:

Tabel Tingkat Penggunaan Software Illegal versi BSA Tahun 2006

Oleh karena belum ada Data hasil Survey BSA Tahun 2008, maka angka Hasil Survey Terbuka 2008 melalui URL:

http://duniatelematika.blogspot.com adalah yang lebih valid.

Silahlkan ditanggapi.

MOU IGADD-DEPKOMINFO dan IGADD-MASTEL

 Craig Mundie

Kami berkeyakinan bahwa suatu upaya dengan tujuan mulia hanya akan berhasil baik bilamana hal itu dikomunikasikan secara baik dan adanya partisipasi oleh seluruh stakeholders. Berdasarkan hal ini, maka kami ingin menyampaikan bahwa:

Pada hari Senin, 4 Maret 2008 telah di tandatangani 2 buah MOU, yaitu:
1. MOU IGADD-DEPKOMINFO
2. MOU IGADD-MASTEL.

IGADD adalah singkatan dari Investor Group Against Digital Divide, dimana Co-Chairmannya adalah Dr. Ilkam habibie dan Dr. Craig Warren Smith, Senior FellowDemocratization and Sicialization of Technology. Beliau hadir di Kantor MASTEL hari Rabu 19 Maret 2008 untuk memberikan sedikit penjelasan tentang IGADD.

MOU bertujuan untuk melakukan Kerjasama dalam Pemanfaatan Boadband Technology adn Perangkatnya untuk Pemberdayaan SDM Manusia Indonesia.

Rencana Program Kerja ke depan adalah sbb:

1. Broadband Summit meeting tanggal 31 Maret – 1 April 2008
2. Pembentukan Koalisi Strategis MASTEL-ITB-DEPKOMINFO-DigitalDivide.org
3. Pembentukan POKJA MASTEL untuk mendukung Studi Strategis bagi Penetapan Kebijkan Investasi yang dapat meningkatkan Investasi di bidang Infrastruktur dan Aplikasi Jasa Boadband (Internet) guna menciptakan lapangan Kerja dan menjadi upaya Pembelajaran bagi Bangsa Indonesia yang berpenghasilan rendah.
4. Masing-masing pihak dalam Koalisi tersebut diatas sepakat untuk membagi informasi berdasarkan perkembangan yang sedang terjadi mengenai setiap upaya untuk mendukung “Meaningful Broadband”, dengan mengacu kepada Infrastruktur dan Aplikasi2 Pita Lebar yang memiliki Harga yang Terjangkau, Mudah digunakan dan Memberdayakan masyarakat.
5. Pada tanggal 1 Mei 2008 akan diterbitka sebuah Laporan tentang Meaningful Broadband hasil riset sekitar 1-bulan mendatang.
6. Pada tanggal 9 Mei 2008 akan diselenggarakan CEO Summit meeting, dimana akan hadir Chief Research and Strategy Officer (CRSO) Microsoft Corp.

Craig Mundie adalah seorang tokoh Teknologi Dunia yang telah berpidato di The New York University Stern School of Business pada tanggal 3 Mei 2001 y.l., dimana transkript lengkapnya bisa dilihat di URL:

http://www.microsoft.com/presspass/exec/craig/05-03sharedsource.mspx

Menurut beliau, 3% penduduk dunia punya penghasilan diatas US$3000/capita, 47% punya penghasilan US$1000-3000/capita dan 50% penduduk Dunia punya penghasilan dibawah US$1000/capita
Beliau juga memunculkan idee Local Software Economy (LSE), dalam rangka memberdayakan SDM di negara-negara berkembang agar dapat berpatisipasi dalam pengembangan Software.

Craig Mundie juga menjadi Keynote Speaker pada O’Reilly’s Open Source Software Convention dengan judul: “Shared Source vs Open Source” yang kami lampirkan dibawah ini, serta ada di URL:

http://www.linuxdevcenter.com/pub/a/linux/2001/08/09/oscon_debate.html?page=2

Munculnya Software2 Open Source Perkantoran yang canggih dan gratis, Software2 Perkantoran Online gratis dari Google, membuat Microsoft Corp., raksasa Software Proprietary Dunia agar tetap exist di kancah Software Dunia, sehingga memunculkan alteranatif “Shared Source” vs “Open Source”.

Menurut Dr. Craig Warren Smith, ada kemiungkinan Bill Gates akan hadir di acara CEO Summit tanggal 9 Mei 2008. Bagi kita bangsa Indonesia, kehadiran tokoh2 Software Dunia di Indonesia akan kita sambut dengan tangan terbuka, asalkan mereka mampu merumuska suatu konsep brilyan yang dapat mengangkat bangsa dan negara Indonesia dari keterpurukan ekonomi yang sudah berlangsung lebih dari 10-tahun. Apakah konsep Brilyan itu adalah “Local Software Economy” (LSE) yang sudah mulai didengungkan?

Maukah Kelompok SW Proprietary menurunkan tariff jual software2 mereka agar makin banyak rakyat Indonesia yang akan mampu membeli dan memanfaatkan teknologi canggih ini?

Apakah konsep Local Software Economi ini menerapkan Shared Source, seperti di Google yang gratis, atau berbayar tetapi terjangkau?

Silahkan Bapak2, Ibu2 dan Kawan2 semuanya memberikan masukan, tanggapan dan saran2 dalam kerangaka kehadiran tokoh2 Software dan Industri TIK pada umumnya di Indonesia bulan Mei 2008 ini.

Semoga kontribusi dan partisipasi Bapak2 dan Ibu2 serta Kawan2 Milis dapat memperbaiki masa depan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai.

Wassalam,
S Roestam
Sent via Blankon Konde v.2.0 Open Source Software made in Indonesia
and 3.5G Modem

================ Keynote Speech Mr. Craig Mundie CRSO Microsoft Corp. di Konvensi Open Source =============

Thanks Tim, and good morning everyone. It is indeed a pleasure to be here. I almost don’t have to give my speech because I think Tim summarized some of the key points for me, but I’ll go ahead and try anyway.

Let me just begin by explaining a little bit what my role is at Microsoft, so you can have some perspective on the comments that I offer and the role that I play. I’ve been at Microsoft about nine years, and originally went there to start all the company’s activities in non-PC computing.

So I mean, as Tim said, Microsoft is a company that tries to learn and tries to move ahead. And as far back as 1992, we had decided that the world in fact was going to change substantially — that we wouldn’t just find computing in the things that we call computers. And my job was to try to move the company in that direction. And so, many of the things that you see today in terms of Windows CE and Pocket PCs, auto- and television-based products, are things that I did in the first six-plus years that I was there.

Three years ago, those things came to a point of maturity where Microsoft realized they needed to be blended together, and we needed to address the marketplace by thinking in a more holistic way about computing and how we offer those products, not only to enterprisers but to consumers. And we merged all those together. At that time Bill also — Bill Gates — had decided to focus his entire energy, going forward, on questions of strategy and architecture for the company, because we recognized that the market ahead of us was probably more turbulent than any market the company had known in its twenty-odd years of history.

It was at that time that Bill asked me to go work for him, and I’ve done that for the last three years, working with him almost exclusively on prospective issues of architecture and policy and strategy for the company. And in that role I try to support Bill and other executives, to take on policy issues and to be a speaker for the company about things that we’re concerned with. And usually that falls in the realm of things that happened in the capitals of the various major countries of the world, but in this case there are a set of issues here that are quite profound and [we] decided that we should speak out about them and try to at least provide leadership.

In the discussion that has ensued since I gave the first comments about this at New York University Business School the third of May, our goal all along has been one of creating an environment around informed choice. So my role in coming here today and in speaking out about these issues for the last several months has not been about one of trying to legislate anything to anybody, but rather to create the dialogue and make people understand what we think some of the long-term implications of their choices are.

If you look at the reportage that we have had over a lot of my comments — and as I thought about coming to this conference — go to the next slide — we wondered a lot about how I hould actually introduce myself.

[The slide superimposes the faces of Craig Mundie and Dave Stutz over those of Dr. Evil and his Mini-Me.]

[Audience laughter] David and I came to this conference — Dave, of course, can be here for the entire conference, I can only stay for part of the day — we wondered, What is it that people think we’re really trying to do? Why are we taking on this battle? It clearly, certainly has been reported at times that Microsoft doesn’t like open source. So let me be clear. One of the reasons I came to this conference is to speak to the open source community directly.

Microsoft has no beef with open source. In fact, we think it’s an integral part of an ecosystem that has fueled such tremendous success and growth around the world in the software and information technology businesses. But there are aspects of this general movement — even as Tim himself pointed out — there seem to be really two large camps in this environment: the free software movement and the open source movement per se; but largely the press has certainly been confused, because my comments have been largely directed at some of the issues that we find around the licensing regimes, around the free software movement. And yet it’s most frequently reported as “Mundie attacks open source.”

So let me be again quite clear. Open source isn’t the issue. And as I go through the rest of these comments, hopefully you’ll understand specifically the concerns that we have; why we offer these for your consideration and those of everyone else in the world, and why we are happy to have an opportunity to maintain this dialogue directly. Next slide please.

Shared Source vs. Open Source Related Links

Technetcast of the debateWith audio

Part 2: Panel Discussion

OSCON Conference Coverage

At the end of the day, the biggest concern that Microsoft has is about the long-term preservation of what we think of as the software ecosystem. This ecosystem, like those in the physical world, evolved over quite a long period of time, and they reach usually some state of equilibrium where people are happy with the results for a long time. But as we’ve learned in the physical world, certain actions that people can take on or certain things that they do can have some long-term effects on that ecosystem. And we deal with those in our daily lives as we think about endangered species, as we think about having enough electricity, and a lot of other things. And Microsoft, while certainly a company that has benefited from the commercial software environment, recognizes that we only play a small role in this large software ecosystem. And that role may be significant in some dimensions, but there are many ways in which you can measure it and in fact find that it is in fact a relatively small part, certainly by total dollar volume or any of a variety of other measures.

And so, if we think about this ecosystem — or at least, the way we think about the ecosystem — there are four different components to it that we think have a strong, symbiotic relationship, and which has led to the kind of productivity that we have in the software industry today.

[The slide shows Intellectual commons -> Industry -> Customers -> Government in a circle with arrows pointing from one to the next.]

Clearly the industrial companies are a big part of it. If you can go back in time to the beginning of computing and also to the beginning of software as we know it today, it was really a contribution that came through the intellectual commons, broadly defined, and in particular university efforts. And in fact a lot of the things that are the most popular today probably wouldn’t have had their beginning without specific government funding. Where, for example, the original Arpanet, funded through DARPA, was a key part of creating the technology that we all enjoy the benefits of today in the basic forming of the Internet. And of course the customers themselves are part of the ecosystem, not only in terms of consuming the efforts of the companies and other institutions in this environment, but more and more customers are finding that they have to do some of their own software development. And the reason is that more and more, the base business process is becoming captured in the software that defines the business. And it’s our belief that that will in fact increase over time, not decrease over time.

And so it isn’t really surprising that some aspects of the open source movement speak directly to some parts of this ecosystem. The whole idea of having an intellectual commons, outside the academic environment, seems to be a key underpinning of what people like as one aspect of the open source movement. The ability for customers to believe that they can have access to source codes at times certainly has merit, and it’s one of the areas where Microsoft has learned from this community and recognizes that there are things that we too can do to improve in this area.

.

TIPS agar Tidak Memakai Software Illegal

Bapak2, Ibu2 dan Kawan2 yang kami hormati,

PRESS RELEASE Hasil Survey/Polling Penggunaan Software Illegal sampai dengan hari ke-5 Kamis, 20 Maret 2008 menghasilkan Score sbb:

Operating System Proprietary (Windows/Mac) Legal dan SW Aplikasi Proprietary Legal: 9 (3%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Legal dan SW Aplikasi Open Source: 26 (9%)
Operating System Linux dan SW Aplikasi Open Source: 41 (14%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Illegal dan SW Aplikasi Open Source: 6 (2%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Illegal dan SW Aplikasi Illegal (atau Legal+Illegal): 204 (71%)

Total Responden adalah 286 orang, dan rasio Penggunaan SW Illegal vs SW Legal adalah sebesar 73% (210 responden) vs 26% (76 responden).

Walaupun % Penggunaan SW Illegal hasil Survey/Polling ini sebesar 77%, yang masih dibawah angka yang sering dikutip pihak asing sebesar 85%, namun kami khawatir bila angka tersebut meningkat mendekati 85% atau bisa jadi lebih besar dari angka tersebut diatas, sejalan dengan meningkatnya jumlah pesarta Survey/Polling.

Ada empat penyebab utama mengapa banyak para pemakai Komputer/PC/Laptop di Indonesia memakai SW Illegal, yaitu:

1.Harga Software Proprietary yang sangat tinggi dibandingkan dengat daya beli masyarakat Indonesia pada umumnya, menyebabkan banyak yang mengambil jalan pintas untuk melakukan pembajakan Software Proprietary.
2.Kebiasaan Masyarakat Indonesia pada umumnya yang sudah mendarah-daging menggunakan Software Proprietary berbasiskan MS Windows.
3.Murahnya dan mudahnya Masyarakat Indonesia untuk memperoleh Software-software Proprietary Bajakan.
4.Kurangnya sosialisasi dan promosi penggunaan Software Open Source sebagai alternatif yang sangat tepat, karena dapat diperoleh secara gratis atau murah tanpa melanggar UU HAKI.

Dalam kerangka untuk membangun Masyarakat Indonesia yang tertib hukum dan dalam rangka untuk meningkatkan citra Bangsa dan Negara Indonesia di dunia Internasional, maka kami menyarankan agar:

1.Bagi Perusahaan/Lembaga/Instansi/Individu yang memiliki dana yang cukup, maka dipersilahkan untuk menggunakan Software-software Proprietary Legal (ber-Lisensi) sesuai kebutuhannya.
2.Bagi Perusahaan/Lembaga/Instansi/Individu yang hanya memiliki dana yang terbatas, maka direkomendasikan untuk menggunakan:

  • Software Operating System Proprietary (Windows/Mac) yang Legal (ber-Lisensi) dan Software Aplikasi Open Source atau kombinasi SW Aplikasi Open Source dan Proprietary Legal
  • Operating System Open Source (LINUX) dan SW Aplikasi Open Source

Kami ingin tambahkan pula bahwa saat ini telah tersedia di Internet yang dapat di-download secara gratis, sebuah paket lengkap Software2 Aplikasi, yaitu Multimedia Office dari Plata Software buatan Spanyol (ber-lisensi GPL -General Public License), yang berisikan:

1.MultimediaOffice Audacity Sound Editor
2.MultimediaOffice Base (Data Base)
3.MultimediaOffice Calc (Excel)
4.MultimediaOffice Draw (Paint)
5.MultimediaOffice GIMP Image Editor (Photoshop)
6.MultimediaOffice Impress (Power Point)
7.MultimediaOffice Math (Mathematical expressions)
8.MultimediaOffice Opera web Browser
9.MultimediaOffice Thunderbird e-mail (Outlook Express)
10.MultimediaOffice Virtual Dub Video
11.MultimediaOffice Writer (Word)

Kesemuanya di-kompress dalam satu file sebesar 52 Mbytes.
Lokasi URL dari Plata Software Inc,. adalah di:

http://www.platasoft.eu/main/?

Kami harapkan informasi ini dapat dengan drastis menurunkan Tingkat Penggunaan Software Illegal di Indonesia, bila mungkin menjadi yang ter-rendah di Dunia. Insya Allah!

Agar Hasil Survey dapat diyakini kebenarannya, maka diperlukan jumlah Responden yang cukup banyak dan cukup Representatif. Oleh karena itu kami menghimbau agar kawan2 yang belum memberikan Voting agar melakukannya melalui URL sbb:

http://duniatelematika.blogspot.com/

Terimakasih atas kerjasama dam partisipasinya.

Wassalam,
S Roestam

Tips buat Capres Pemilu 2009: Internet, Web 2.0 dan Viral Marketing menjadi penentu Kemenangan

Barack Obama Internet dan Web 2.0 diramalkan akan menjadi penentu kunci kemenangan Pemilu 2009. Telah banyak buktinya bahwa dengan cepatnya penyebaran informasi kepada masyarakat melalui teknologi Web 2.0 seperti Blog, Interactive Web (AJAX), Streaming Video YouTube, Slideshow Flickr bagaikan virus ganas yang menyebar cepat keseluruh penjuru dunia (Viral Marketing).

Kita saksikan bagaimana peringkat Kandidat CaPres AS Barrack Obama dapat naik tajam melalui music video yang inspirasional berjudul: “Yes We Can” yang mirip slogan kemenangan Bapak Presiden SBY: “Bersama Kita Bisa”, dimana Barrack Obama sebagai bintangnya dan lyrics yang diambil dari pidatonya di acara kampanye pembukaan di New Hampshire, USA. Kepopuleran streaming video kampanye melalui YouTube itu karena hal ini adalah yang pertama kali dilakukan untuk Kampanye CaPres AS (Teori marketing: Yang Pertama adalah yang akan menjadi Leader). Pembuatan Streaming Video ini bukan atas inisiatif pribadi Obama, melainkan inisiatif beberapa artis Hip-Hop yang menginginkan agar Obama menang dalam Pemilu 2008 di AS.

Partisipasi sosial masyarakat menggunakan media Internet dalam Kampanye CaPres AS 2008 merupakan contoh trends yang sedang berjalan saat ini. Bila dalam Kampanye CaPres 2004 di AS digunakan Kehadiran Web secara statis, maka dalam tahun 2008 dipakai Kehadiran Web 2.0 yang dinamis (Web 2.0 Presence), dimana selain info tentang CaPres yang statis, juga ada proses partisipasi social masyarakat melalui networking di Internet, Blogs, Situs Socio-Video, embedded Widgets dan lain-lain lagi yang mampu menjangkau jutaan pemirsa/voters dalam waktu sangat singkat!

Di AS saat ini mayoritas kandidat partai Demokrat maupun Republik sudah memiliki Blog di MySpace dan Facebook yang populer, untuk menjangkau jutaan pemilih dan berinteraksi dengan mereka.

Web 2.0 Viral marketing Strategy Barack Obama yang berhasil adalah sbb:

  1. Membuat Situs web my.BarackObama.com
  2. Mengisi konten Streaming Video “Yes We Can” di Situs Web tersebut diatas.
  3. Menyarankan para pendukungnya membuat Blog di Facebook dan MySpace, dan mengisi dengan konten Streaming Video “Yes We Can” dari Obama agar dilihat masyarakat (Viral Marketing – jumlahnya meningkat secara exponensial).
  4. Melalui Situs my.BarackObama.com, dibangun Komunitas Blogs para pendukungnya.
  5. Mengisi Blogs para pendukungnya dengan berbagai aktivitas bersama, a.l. Pengumpulan Dana, saran, pendapat dan dukungan kepada kandidat CaPres, komunikasi antar pendukung, dsb.

Di Era Masyarakat Informasi ini, peran diskusi interaktif yang intelligent melalui Komunitas Blog para pendukung Barack Obama merupakan sebuah langkah yang strategis untuk mengisi pikiran (mind) para pendukungnya untuk lebih mantap lagi selaku calon voters dalam Pemilu AS tahun 2009. Kesimpulannya, melalui sarana dunia maya ini, Barack Obama akan menjadi pemenang dalam perebutan “pikiran” atau “mind” pemilih (voters) Amerika Serikat.

Dengan makin meningkatnya jumlah peng-akses Internet di Indonesia, terutama di kalangan Generasi Muda, maka peran Kampanye Viral Marketing Barack Obama dapat dijadikan contoh bagi para CaPres Pemilihan Presiden tahun 2009.

just in my ability to bring about real change in Washington…Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Berikut ini adalah contoh dukungan kepada Capres Barack Obama melalui Komunitas Blog-nya sbb:

A peaceful world, a save and secure country, freedom of speech, freedom of expression, a world leader of democracy are the current dreams of the majority of the people of the United States of America that had been lost for many years. It is the time for all of us to elect a new Leader who is capable to make the change in our country and society to fulfil our long awaited dreams. We need a leader with a peaceful mind, having a clear understanding of the need of his people, willing to listen to his people, a man of integrity and strong determination to make the necessary change in the United States of America.Among the many US Presidential Candidates that we have seen and met so far, only Barack Obama is the most suitable one to become the next US President for the period of 2009-2014, who best met the leadership criteria stated above.Let us from now on we combine our mind, energy and resources to support the suuccessful election of Barack Obama in the coming US Presidential election.
Together We Can, Yes We Can! Let us cast our vote for Barack Obama!
Barack Obama: “I’M ASKING YOU TO BELIEVE..Not just the real change in Washington…. I’m asking you to believe in yours.”
Mas Barack, Abang dapat satu tambahan vote dari Indonesia!

Internet Murah untuk Indonesia

Internet Murah
Biaya Layanan Jasa Internet di Indonesia selama ini dikenal mahal dibandingkan dengan biaya layanan Internet di negara-negara tetangga Asean, India, Cina, maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Korea dan Jepang.

Tetapi dewasa ini benarkah sinyalemen masyarakat pada umumnya bahwa biaya Layanan Jasa Internet di Indonesia masih seperti kenyataan beberapa tahun yang lalu, yang dianggap mahal atau sangat mahal?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, maka MASTEL bekerjasama dengan INDOSAT/IM2 menyelenggarakan Roundtable Discussion tentang “Internet Murah untuk Indonesia” pada hari Jumat siang, 29 Feb 2008 pukul 14:00-17:00 WIB di Gedung INDOSAT, jl. Merdeka Barat 21, Jakarta, dengan para Narasumber sbb:

1. Ibu Sylvia Sumarlin – Ketua Umum APJII
2. Bapak D. Herry Swandito – Sales& Marketing Director PT INDOSATM2
3. Bapak M. Marpaung, Senior Manager Voice & Internet, Divisi Multimedia PT TELKOM
4. Bapak Sumitro Roestam, Ketua MASTEL

dan Moderator: Bapak Damsyiruddin Siregar – Ketua MASTEL.

Peserta yang hadir tidaklah sebanyak para vokalis Milis MASTEL dan Telematika, namun cukup merepresentasikan para operator, ISP, NAP, pengguna dan pemerhati Internet, seperti : Bapak Gisi Suseno Hadihardjono – Ketua Umum MASTEL, Bapak Arnold Djiwatampu- Konsultan Telematika, Bapak Sukarno Abdulrahman – Senior MASTEL, Ibu Retno -Sekjen MASTEL, Bapak Setyanto P. Santosa, Sesepuh TELKOM, Bapak Marcellus Ardiwinata -Deputy Director First Media, Bapak Naswil Idris -pemerhati telematika, serta para executives dari operator telekomunikasi, ISP dan NAP Indonesia turut hadir meramaikan diskusi tersebut.

Para Narasumber ternyata menyampaikan optimisme tentang layanan Internet di Indonesia, dimana jumlah pelanggan Internet saat ini sudah mencapai 2,7 juta orang, sedangkan yang mengakses Internet, baik itu sebagai pelanggan maupun yang memanfaatakan sarana umum (warnet) ataupun saran kantor, rumah, HP, PDA, dan lain-lainnya adalah sebanyak 27 juta orang, atau sekitar 12% penduduk Indonesia.

Tentang tarif layanan jasa Internet di Indonesia ternyata juga sudah sama atau sedikit lebih mahal dari tarif layanan Internet yang termurah di dunia, dimana ringkasannya didasarkan atas jenis mode akses Internet adalah sbb:

  1. Dialup PSTN Telkomnet Speedy, tarifnya Rp 57/menit
  2. Dialup CDMA 2000 1x EVDO StarOne dan Fren, tarifnya Rp 47/menit
  3. ADSL Telkomsspeedy, tarifnya Rp 350/Mbyte
  4. Semi-Broadband GPRS 115 kpbs max, tarif awalnya sekitar Rp 10/kbyte
  5. Broadband EDGE s/d HSDPA 7,2 Mbps tarif Pasca Bayar Rp 350/Mbyte dan IM2 Prabayar Rp 600/Mbyte
  6. Akses via RT/RW-net, tarif Flat-Rate Rp 50.000-Rp 200.000/bulan
  7. Akses via Power Line Communications (PLC), harga pokok Rp 80.000 /bulan/pelanggan dan harga jual= Rp 120.000/bulan/pelanggan Flat-Rate
  8. Akses via HotSpot WiFi ada yg berbayar Rp 5.000-10.000/jam, dan gratis (TELKOM, di 6.000 lokasi)
  9. Akses via HP, PDA dan Infra Red atau Bluetooth, tarifnya sesuai layanan Operator Mobile GSM, 3G dan CDMA
  10. Akses Internet via Warnet dan Cybercafe dengan tarif Rp 3.000-10.000/jam

Kesimpulannya adalah sbb:

  1. Tarif Internet di Indonesia dinilai cukup wajar dibandingkan dengan tarif di USA, Australia, Malaysia dan Singapore, namun sedikit diatas tarif di India.
  2. Untuk mengurangi traffic ke LN, dan dengan demikian untuk menurunkan tarif layanan Internet, maka agar diperbanyak konten DN dan peering antar ISP di Indonesia.
  3. Subsidi biaya dari PT TELKOM kepada HotSpot/WiFi gratis di 6.000 lokasi bisa dihilangkan atau dijadikan profitable bila ada kerjasama untuk memanfaatkan lokasi2 ini bagi promosi produk atau pemasaran, ataupun ada layanan Online Game yg berbayar. Hasilnya dapat dipakai untuk menurunkan tarif Telkomnet Instant dan Telkomspeedy lebih rendah lagi.
  4. Agar ada kerjasama antara Operator besar dan NAP/ISP kecil yang Win-Win serta untuk menyehatkan Industri Internet di Indonesia dengan tarif yang wajar.
  5. Perlu kehati-hatian dalam rencana penerapan Unified Licensing, agar tidak mematikan ISP/NAP kecil, Warnet dan UKM.

Diskusi Roundtable “Internet Murah untuk Indonesia” ditutup pada pukul 17:30 WIB oleh Ketua Umum MASTEL, Bapak Giri Suseno Hadihardjono.

Semoga bermanfaat dan silahkan ditanggapi.