Monthly Archives: July 2009

Smartphones seperti Apple iPhone ternyata mudah di Hijack

Peneliti dari Black Hat telah menemukan bug di berbagai produk Smartphone, seperti Apple iPhone yang dengan mudah dapat di-hijack menggunakan kiriman SMS, dengan men-drop dua byte terakhir dari user data header. Jadi malware ini dapat dengan mudah masuk ke smartphone melalui berita SMS dan melakukan aksinya tanpa diketahui oleh si pemilik smartphone.

Malware itu mengambila alih kendali messaging dari smartphone dengan mengimitasikan sebagai root. Malware ini juga dapat membuat smartphone berbasis Operating System Google Android dan Windows Mobile berhenti beroperasi (crash).

Oleh karena itu para pemilik Smartphones agar lebih berhati-hati dalam menerima SMS yang mungkin adalah malware untuk mengganggu operasinya.

Pesta Blogger Indonesia 24 Oktober 2009

Jakarta – Setelah 2 kali diselenggarakan, kali ini Pesta Blogger 2009 yang mengusung tema ‘One Spirit One Nation‘, bakal berlangsung lebih meriah. Pasalnya Depkominfo serta Kedubes AS masih tetap mendukung penuh acara tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, yang juga adalah pendukung acara Pesta Blogger sejak pertama kali diadakan, menyatakan kegembiraannya atas berkembangnya acara ini setiap tahunnya.

“Saya sangat senang melihat Pesta Blogger melebarkan sayap kegiatannya ke lebih banyak kota di seluruh Indonesia tahun ini, dan mengangkat tema One Spirit One Nation.” ujar Menkominfo, M. Nuh dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Selasa (14/7/2009).

Nuh menambahkan, “Sekarang kita mempunyai kesempatan besar untuk menggerakkan Indonesia bersama-sama dan bekerja sama untuk memperbaiki ekonomi dan kebesaran bangsa ini.

Sementara itu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R. Hume juga menyatakan rasa bangganya untuk mendukung dan menjadi sponsor Pesta Blogger untuk kedua kalinya.

Kebebasan berpendapat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi yang berkesinambungan. Indonesia memiliki demokrasi yang kuat dan bergairah. Perkembangan pesat komunitas blogger mengindikasikan hal tersebut,” paparnya.

Duta Besar Hume mulai menulis di blog resmi Kementerian Dalam Negeri AS untuk pertama kalinya, tidak lama setelah kunjungan Menteri Dalam Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia, bulan Februari lalu. ( fw / faw )

Broadband Internet berkecepatan Tinggi memacu Pertumbuhan Ekonomi

Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah penduduk nomor tiga terbesar didunia setelah Cina dan India memiliki pengalaman yang menarik dalam memacu pertumbuhan ekonominya. Kisah ini terjadi sebelum Krisis Finansial Global yang diawali dari negeri ini.

Pada akhir 2008 di AS terdapat lebih dari 90% rumah yang sudah terhubung ke Jaringan Broadband Internet dengan kecepatan minimal 768 kbit/s. Dari studi yang dilakukan oleh Nielsen pada akhir 2008, diperoleh sejumlah 220,141,969 orang yang mengakses Internet, dan dari angka ini diperoleh sejumlah 199 juta penduduk yang dapat mengakses Jaringan Broadband Internet di AS untuk berselancar di Web. Mereka ini dapat menyaksikan iklan2 multimedia penuh yang seperti ditampilkan di TV dengan sekali tekan tombol Mouse.

Hasilnya adalah beralihnya transaksi bisnis komersiil dan marketing dari media fisik dan offline ke media Internet Online. Koran2 tebitan cetak juga mengalami hal yang sama, beralih ke media online. Salah satu kunci majunya ecommece di AS adalah adanya kepercayaan masyarakat konsumen AS terhadap transaksi Online ini, baik dari segi pembayarannya melalui media Kartu Kredit, PayPal, dan Google Checkout, dan lainnya, dan dari segi pengirimannya melaui USPS, UPS, DHL, dan layanan kurir lainnya yang cepat dan andal, serta kemudahan untuk mengembalikan barang yang tidak cocok atau tidak sesuai kualitasnya.

Online Banking telah mencakup 150 juta orang di AS. Dengan makin tingginya  kecepatan Broadband Internet, maka diperkirakan ada 44 %-nya orang AS  (dari 150 juta orang) yang dewasa ini melakukan seluruh transaksi perbankannya melalui Internet.

PricewaterhouseCoopers melaporkan pada tahun 2006 bahwa online advertising di AS mencapai US$ 16,9 Milyar per tahun dan akan terus meningkat. Presiden Barack Obama pada kampanye tahun 2008 y.l. dapat mengumpulkan dana sebesar US$1 juta dalam satu hari melalui donasi online.

Broadband Internet berkecepatan tinggi juga memungkinkan berbagai jenis layanan jasa dan innovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional, seperti videoconferencing bermutu tinggi, sehingga menghemat waktu, biaya transportasi, penyewaan ruang kantor, dan biaya pertemuan lainnya.

Penduduk Indonesia yang dewasa ini sudah dapat menikmati layanan Broadband Internet diperkirakan mencapai sekitar 1 juta orang (silahkan dikoreksi), baik melalui jaringan serat optik, ADSL, kabel coaxial, jaringan microwave, WiFi, maupun jaringan seluler FWA, CDMA-EVDO dan GSM HSDPA. Kelemahannya ada di mutu layanan dan kecepatan transmisi yang masih rendah, sering terputus-putus. Hal negatif lainnya adalah masih belum banyak masyarakat yang dapat mempercayai transaksi menggunakan kartu kredit secara online, serta keandalan pengiriman barangnya.

Mudah-mudahan dengan dorongan MASTEL dan organisasi seperti IGADD (Indonesia Group Against Digital Divide), maka Pemerintahan Kabinet SBY jilid 2.0 serta para operator yang terkait dapat lebih memfokuskan pembangunan, perluasan dan perbaikan mutu layanan Jaringan Broadband, perbaikan faktor-faktor penghambat majunya ecommerce di Indonesia, untuk memungkinkan percepatan Pembangunan Nasional Indonesia guna mendekatkan kepada cita-cita nasional.

(sumber: Wikipedia)

Kanada intervensi RI soal BlackBerry

Rabu, 15/07/2009 01:10 WIB

‘Pemblokiran sebaiknya juga mencakup layanannya’

JAKARTA: Departemen Komunikasi dan Informatika melunak soal rencana pembekuan seluruh tipe BlackBerry.

Melunaknya sikap instansi tersebut disinyalir karena adanya tekanan dari pihak Kedutaan Besar Kanada yang mengunjungi Depkominfo bersama perwakilan manajemen Research in Motion (RIM), kemarin.

Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo semula menegaskan pembekuan sertifikasi impor untuk semua produk BlackBerry baik model lama maupun model baru mulai pukul 00.00 WIB pada 17 Juli.

Pembekuan tersebut dilakukan sesuai dengan komitmen pemerintah memberikan batas waktu bagi RIM untuk membuka layanan purnajual sendiri di Indonesia paling lambat 16 Juli 2009. (Bisnis, 14 Juli 2009).

Setelah keputusan itu dipublikasikan, RIM bersama Dubes Kanada mendatangi Ditjen Postel pada 14 Juli pagi dan sikap pemerintah pun melunak mulai kemarin.

“Keputusan itu merupakan hasil dari rapat lengkap anggota BRTI yang digelar setelah ada Duta Besar Kanada didampingi Atase Perdagangan Kanada dan perwakilan manajemen RIM berkunjung ke Depkominfo,” ujar Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, kemarin.

Menurut dia, importasi produk BlackBerry diputuskan dapat berjalan normal untuk seri yang sudah memiliki sertifikasi (BlackBerry tipe lama).

Hanya saja untuk permohonan baru, lanjut Gatot, terpaksa dibekukan sampai 21 Agustus 2009.

Kedatangan rombongan dari Kanada tersebut untuk memberi penjelasan rencana pembukaan layanan purnajual sekaligus permohonan kelonggaran kepada Depkominfo yang akan membekukan seluruh sertifikasi BlackBerry.

Dalam kesempatan itu, tutur Gatot, Basuki Yusuf Iskandar selaku Dirjen Postel dan Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia tidak memberikan jawaban kecuali menjelaskan keputusan itu sebagai keputusan kolektif BRTI.

“Ini bentuk pemahaman bersama dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Kami meminta koordinasi RIM dalam melaporkan progress report purnajual ini,” ujarnya.

Depkominfo mewajibkan RIM untuk membangun pusat layanan purnajual dengan standar solusi total dan setara dengan pusat layanan di Singapura.

Menurut Gatot tenggat 21 Agustus mengacu pada surat yang diajukan oleh RIM per 11 Juli 2009 yang di antaranya menyebutkan penghargaan atas iktikad Pemerintah Indonesia dan melampirkan jadwal pembukaan layanan purnajual.

“Jika sudah terealisasi, pembekuan sertifikasi baru akan kami cabut, jika belum kami konsisten membekukannya secara total,” tegas Gatot.

Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengaku pihaknya belum setuju memberikan perpanjangan izin impor BlackBerry kepada RIM di luar keputusan awal. “Masih akan diadakan pertemuan lagi besok [hari ini] dengan RIM.”

Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menilai Depkominfo tidak tegas dalam membuat kebijakan.

“Seharusnya bukan hanya produknya yang diblokir, melainkan juga layanan, karena produk tersebut hanya barang mati, sementara yang utama sebenarnya layanannya.” (Fita Indah Maulani) (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional dengan Jaringan Broadband

Berikut ini adalah kesimpulan dari makalah Maravedis yang men-quote hasil riset Strategic Network Group bahwa: (referensi: KLIK DISINI)

Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Investasi Sekunder dimungkinkan oleh Jaringan Broadband sebesar 10-kali investasi awal Broadband, dan kontribusi ke GDP adalah 15-kali Investasi Broadband.

Penggunaan Broadband untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan GDP-nya tentu bukan untuk layanan yang cakupan pasarnya sangat terbatas, melainkan untuk mass market bagi mayoritas masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, effisiensi, innovasi, kreativitas dan transaksi bisnis masyarakat luas.

Di Amerika Serikat definisi Broadband Terrestrial adalah kecepatan transmisi sebesar 768kb/s untuk downstream dan 200kb/s untuk upstream. Kalau di Indonesia mungkin 384kb/s downstream dan 100kb/s upstream sudah memadai.

Jaringan Broadband Access yang dapat dimanfaatkan adalah
1. ADSL yang menggunakan existing kabel tembaga PSTN (33% di AS tahun 2009)
2. Kabel Coaxial yang awalnya untuk TV Kabel (41%)
3. BWA menggunakan Fixed Wireless CDMA, WiFi dan WiMAX, dan Satelit (17%)
4. Kabel Serat Optik ke Rumah (FTTH) (5%)
5. T1 atau E1 (1,5 Mb/s atau 2 Mb/s) (1%)
6. Power Line Communication atau lainnya (2%)

Pengalaman di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 50% ADSL hanya mampu mencapai kecepatan transmisi antara 200kb/s sampai 2Mb/s, sedangkan yang 25% bisa mencapai kecepatan transmisi antara 2,5-10 Mb/s.

Pada tahun 2009 akses ke rumah menggunakan kabel SO mencapai 4,4 juta (5%) dan akan mampu ditingkatkan sampai 13% karena ketersediaan jaringan SO end-to-end connections.

Di negara-negara maju, dengan beralihnya sistem transmisi TV Broadcast dari analog ke Sistem TV Digital, maka akan tersedia pita 700 MHz untuk BWA (WiMAX) atau LTE. Regulator perlu membuat keputusan tentang hal ini.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara.

IPTV: Missing Link agar Operator Telco mampu bersaing dengan Operator TV Kabel dalam meperebutkan Layanan Triple Play di tiap rumah

Layanan Triple Play adalah layanan Audio, Video dan Data/Internet yang dibutuhkan oleh tiap individu atau rumahtangga. Bila layanan ini dapat diberikan oleh satu operator melalui satu jaringan telekomunikasi, maka lengkaplah kebutuhan mereka untuk komunikasi. Mereka tidak membutuhkan layanan dari operator lainnya. Saat ini layanan Triple Play ini sudah dapat diberikan melalui jaringan Operator TV Kabel berlanganan. Dengan demikian operator ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan Operator Telekomunikasi.

Untuk mengimbangi hal ini, maka dimunculkan teknologi IPTV, yaitu layanan Streaming Video dengan kualitas setara dengan Standar Definition TV (SDTV) dan High Definition TV (HDTV) melalui pengendalian kualitas end-to-end. Untuk kualitas SDTV diperlukan kecepatan transmisi sebesar 1,5 – 2 Mbps dan untuk kualitas HDTV diperlukan kecepatan transmisi 8 Mbps.

IPTV: Pertempuran Perusahaan Telco dan TV Kabel untuk menguasai Single Home Entry bagi Layanan Triple Play

Triple Play adalah layanan Audio, Video dan Data di Era Konvergensi Next Generation Network (NGN) melalui satu saluran telekomunikasi atau pipa (kabel, serat optik, microwave). Dengan menguasai pintu masuh ke-rumah-rumah pelanggan yang bisa menikmati layanan Triple Play tersebut, maka semua kebutuhan layanan telekomunikasi maupun entertainment di tiap rumah itu sudah terpenuhi, sehingga mereka tidak memerlukan jasa perusahaan lainnya.

Dewasa ini kebutuhan layanan telekomunikasi dilayani Operator Telekomunikasi, sedangkan untuk layanan entertainment TV dilayani oleh TV Broadcaster dan TV Kabel. Keunggulan lainnya dari TV Kabel adalah dapat pula memberikan layanan Data/Internet dan Suara (VoIP), sehingga lengkaplah layanan Triple Play ini diberikan oleh Perusahaan TV Kabel.

Untuk mengimbangi layanan Triple Play dari Operator TV Kabel, maka dibuatkan standar layanan Streaming Video dari Operator Telekomunikasi yang mutu layananannya dijamin end-to-end dengan teknologi IPTV. Untuk kualitas gambar Standard Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 1,5-2 Mbps, sedangkan untuk High Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 8 Mbps.

Dibanyak negara maju umumnya telah terpasang jutaan sst saluran kabel tembaga PSTN yang dapat ditingkatkan manfaatnya untuk transmisi digital dengan sistem Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) untuk menghemat biaya investasi. Di Indonesia jaringan kabel tembaga PSTN hanya terbatas sampai sekitar 8 juta sst dan tidak akan ditambah lagi dimasa depan, karena sudah digantikan dengan sistem seluler CDMA Fixed Wireless Acces yang biaya investasinya jauh lebih murah per sst. Saat ini kabel PSTN di Indonesia dipakai untuk layanan InternetTelkom  Speedy. Jadi bila IPTV diterapkan di Indonesia oleh PT TELKOM, maka penggunaan ADSL harus berbagi dengan layanan Telkom Speedy.

Di Indonesia selain PT TELKOM juga telah banyak Operator Jasa Broadband Internet (ISP) yang memberikan layanan melalui jaringan Serat Optik, seperti First Media dengan mutu layanan yang cukup baik. Mereka memilki kesempatan yang lebih baik untuk memberikan layanan Triple Play IPTV dengan mutu yang memuaskan pelanggan. Sekarang tinggal berapakah tarif yang akan dibebankan kepada pelanggan agar dapat menutup biaya CAPEX dan OPEX, dan seberapa besarnya potensi pasar di Indonesia. Melihat tarif Broadband Internet saat ini di Indonesia yang sekitar Rp 1-juta per bulan untuk kecepatan transmisi 1-Mbps, maka kita dapat memperkirakan berapa nantinya jumlah pelanggan IPTV yang akan mampu berlangganan.

Menurut peneltian Multimedia Research Group, jumlah pelanggan IPTV dunia pada tahun 2005 sebesar 3,7 juta menjadi 36,9 juta pada tahun 2009, dimana mayoritasnya ada di Eropa. Pendapatan yang akan diperoleh bisa mencapai US$10 milyar pada tahun 2009.

Bagaimanakah prospek bisnis IPTV di Indonesia? Berapakah perkiraan jumlah pelanggannya? Apakah sudah banyak yang menginginkan layanan ini, mengingat sudah ada layanan yang cukup baik dan murah walaupun belum interaktif, yaitu TV Kabel berlangganan,  Digital TV Broadcast, serta Internet TV.

Silahkan ditanggapi.