Monthly Archives: February 2012

Dominasi Industri Telekomunikasi Bergerak oleh Operator Telekomunikasi apakah akan segera Berakhir?

Kongres Dunia Layanan Telekomunikasi Bergerak atau Mobile World Congress akan segera dibuka besok pagi, Senin 27 Februari 2012 di Barcelona, Spanyol. Beberapa isyu penting yang akan menjadi pembahasan menarik pada Kongres kali ini ada beberapa, diantaranya adalah perkiraan akan berakhirnya dominasi perkembangan industri layanan bergerak oleh operator telokomunikasi akan mulai berakhir, dengan makin banyak munculnya para penyelenggara  layanan “Over-the-Top (OTT)”  yang menuai penghasilan sangat besar tanpa harus investasi infrastruktur jaringan telekomunikasi yang makin dituntut untuk menyediakan kapasitas layanan data yang makin bertambah besar.

Di Era jaringan All IP Next Generation Networks, maka peran intelejensi jaringan akan bergeser dari intelejensi jaringan di pusat jaringan akan bergeser menuju ke intelijensi jaringan di pinggiran jaringan, atau malah ada di perangkat terminal, yaitu ponsel canggih, iPad, Galaxy Tab, iPhone, BlackBerry dan sebagainya. Model layanan tidak lagi berbasis “operator-centric”, melainkan dikendalikan oleh software aplikasi yang ada di jaringan maupun di perangkat terminal. Mereka yang dapat mengendalikan intelijen jaringan inilah yang akan dapat meraih penghasilan yang besar.

Perangkat terminal atau ponsel akan makin canggih karena dilengkapi dengan Chiptset Quadcore, mendukung berbagai sistem operasi Apple, Android, Windows Mobile, modem LTE/4G, WiFi. Hubungan antara Desktop OS dan Mobile OS diperkirakan akan semakin erat, sebagaimana dicita-citakan oleh Microsoft. Di-isyukan pula bahwa Microsoft akan meluncurkan Windows Store, menyaingi Apple Store dan Android Market.

Kehadiran Chipset baru quadcore akan menyedot isi battery lebih cepat, sehingga perangkat posel canggih itu akan memerulkan recharging battery.

Silahkan ditanggapi dan dibaca cerita lengkapnya dibawah ini.

———- 0 ———-

Is this the beginning of the end for the operator-focused mobile industry? Is this the last stand for the incumbent telcos as they fight off wave after wave of enemy forces going ‘over the top’? Has the operator-centric model had its day?

Attendees to the 2012 Mobile World Congress event in Barcelona next week have the chance to find out for themselves. True, the planned strike by the public transport workers will ensure that visitors will be pretty glum and in no mood for forced celebrations and bonhomie. Tonterías will not be tolerated this year. But judging by the deluge of invitations and press releases we’ve received in the lead up to the event, there will still be plenty to see and discuss.

And so, in no particular order, here are some of the issues and topics that we feel will be worth investigating. For those of you not attending this year, we’ll have our usual daily NewsDesk shows, plus plenty of interviews and panel discussions to view in the week after the event.

Have the mobile operators rediscovered the appeal of the enterprise? The feeling is that there will be less focus on the consumer at this year’s MWC, and more on the enterprise. About time too. MWC’s flirtation with the consumer sector – driven, of course, by the exhibitors and their press launch schedules – was always at odds with the origins of the event, and resulted in the majority of vendors (with their decidedly un-media friendly products) feeling as if they were being sidelined. There will always be a major handset announcement or two, but it would be good to regain some perspective.

And talking of handsets… ZTE announced today they will unveil eight new devices, including a quad-core smartphone. They will feature including multi-core chipsets, LTE, 4G radio and support Android and Windows Phone platforms (their press release states “Windows Mobile platform”, which we hope is an error on their part. We’ve heard of backwards compatibility, but this is ridiculous!). ZTE also says its ambition is “to become a top three handset provider by 2015”. An impossible task, we feel… Watch out for new LG phones as well.

2012 has to be the year for Microsoft to propel its Windows Phone operating system into the top three. Nokia’s Lumia range might have received some good press coverage, but they don’t appear to have shifted as many units as was hoped, and after all, it’s just one range (three models announced so far) from one manufacturer. What’s needed is more OEM support, to give consumers a greater choice.

Rumour has it that Microsoft will reveal its consumer preview of Windows 8 next week. There is expected to be greater tie-in between the desktop OS and the mobile OS, which could well help Microsoft’s cause. Also look out for the rumoured launch of the Windows Store, and, dare we hope, an iPad version of Office (Microsoft deny this, but then they would)?

We’ve been tipped the wink that there will be some other interesting smartphone announcements, including operator own-brand devices and low-cost smartphones. The news is embargoed, but should hit the wires on Monday.

According to Berg insight in a release today, shipments of dual-core smartphones reached 60 million units worldwide in 2011. As quad-core processors gradually find their way into high-end devices, adoption of dual-core processors will accelerate in the mid-range smartphone segment. Multi-core kills the battery like nothing else. But so what? We all have to recharge our handsets every night, so do we no longer care? Multi-core, GPS, LTE… a battery’s worst nightmare. If you don’t already recharge your phone every night, you’re going to have to soon.

But back to the enterprise and some of the most promising vertical sectors. It’s good to see a major presence from Ford Motors this year, including its Chairman and CTO. Ford have been doing great things with the ‘connected car’ in the US market and are poised to roll out enhancements to Europe this year.

Advertisements

Prinsip Network Neutrality Didukung US Security and Exchange Commission, walaupun FCC awalnya belum menyetujui

The US Security and Exchange Commission (SEC) yang merupakan otoritas pengendali Pasar Modal AS pada minggu ini memutuskan untuk memberika hak pada para pemegang saham Penyelenggara Telekomunikasi AS, termasuk AT&T, Verizon dan Sprint Nextel, untuk memberikan vote tentang kebijakan Network Neutrality pada jaringan-jaringan telekomunikasi di AS.

Proses ini dimulai dari usulan sekelompok pemegang saham AT&T agar perusahaan itu menerapkan prinsip Network Neutrality demi mendukung kelancaran bisnis mereka beserta masyarakat umum lainnya melalui Internet yang diselenggarakan melalui jaringan AT&T.

Kebijakan Network (Net) Neutrality adalah kebijakan akses jaringan Internet secara terbuka dan Non-discriminatory kepada semua pengguna/perusahaan demi kelancaran dan kemajuan bisnis mereka. SEC mendukung kebijakan ini karena kebijakan ini merupakan faktor yang penting bagi kemajuan perusahaan swasta yang sahamnya terdaftar di Bursa Saham New York dan lainnya, sebab tidak dapat disangkal bahwa semua perusahaan memerlukan jaringan Internet untuk kemajuan bisnis perusahaan-pereusahaan itu. SEC menerapkan kebijakan ini agar Regulator AS (FCC) mau merubah kebijakan awalnya yg belum mendukung Net Neutrlity.

Dampak dari kebijakan ini adalah akan menguntungkan perusahaan-perusahaan global yang dikenal sebagai “Over-the-Top (OTT)“, seperti Google, Yahoo, Amazon, Salesforce, IBM, Facebook, perusahaan bisnis eCommerce, Jual-beli online, dan sebagainya. Mereka akan menjadi semakin besar dan kuat dengan jangkauan bisnis global, dengan modal investasi yang relatif kecil.

Apakah kebijakan Net Neutrality ini juga akan didukung oleh Regulator Indonesia? Silahkan ditanggapi.

Bagaimana memanfaatkan 3G dan Broadband untuk Peningkatan Produktivitas dan Kemajuan Bangsa?

Layanan 3G dan Broadband sudah lama dinikmati oleh masyarakat Indonesia,  namun penggunaannya untuk hal-hal yang produktif masih sangat sedikit sekali, lebih banyak untuk hal-hal yang tidak produktif dan konsumptif, SMS, chatting, gossip, ngobrol, download musik, video, dan lain-lain. Jumlah pengguna ponsel cerdas, netbook, laptop dan PC dari hari-ke-hari makin meningkat terus, baik di kota-kota besar maupun kecil diseluruh pelosok tanah air. Kementrian KOMINFO  melalui unit pelaksana BP3TI juga telah dan sedang memperluas jangkauan layanan Internet ke seluruh kecamatan dan pedesaan dengan menggunakan dana USO (PLIK, MPLIK, NIX, dll) dengan sasaran pencapaian pada tahun 2015.

Namun pembangunan fisik jaringan Internet itu tidak diimbangi secara terprogram untuk menyediakan konten dan aplikasi yang bisa membuat sarana itu menjadi produktif dan efisien demi kemajuan bangsa dan negara.

Contoh sederhana untuk pengunaan 3G dan Broadband untuk peningkatan produktivitas nasional adalah untuk kerja jarak jauh atau dari rumah, menghemat waktu perjalanan, mengurangi biaya transportasi, serta meningkatkan jumlah jam kerja nasional yang produktif. Kalau perubahan budaya kerja ini dilakukan secara serempak di tingkat nasional, maka dapat dibayangkan berapa besarnya penghematan biaya yang dapat dihemat untuk bahan bakar, dan sekaligus untuk mengurangi kemacetan lalulintas di banyak kota besar. Bila ini terjadi, maka perkiraan kami Pemerintah tidak lagi perlu membatasi konsumsi BBM Premium yang rencananya akan dimulai pada 1 April 2012 ini, yang diperkirakan akan memicu laju inflasi di Indonesia.

Bagi para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi, perluasan penggunaan 3G dan Broadband akan meningkatkan volume trafik data, dan bila dimbangi dengan mutu layanan yang makin meningkat, maka para pengguna/pelanggan juga akan makin puas. Salah satu syarat utama keberhasilan kerja jarak jauh/kerja dari rumah adalah mutu layanan data yang lebih baik dan andal.

Disarankan agar para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi/Operator tidak lagi melakukan persaingan usaha melalui jor-joran banting-bantingan tarif layanan data/Internet, tetapi disarankan agar bersaing berdasarakan mutu layanan  yang lebih baik. Ini akan dapat meningkatkan ARPU, dan secara berantai meningkatkan mutu layanan data/Internet lebih baik lagi. Ini juga sebagai solusi keluhan para Penyelenggara Jaringan yang selama ini merasakan penurunun revenue, walaupun telah menginvestasikan CAPEX yang besar untuk memenuhi peningkatan trafik data yang maikin meningkat.

Artikel ini saya tulis dalam perjalanan dari Purworejo menuju ke Jakarat dengan menggunakan layanan Mobil Broadband yang bertarif Rp 100.000 unlimited untuk volume data sampai 6 GBytes selama satu bulan dari salah satu operator seluler. Sebuah bukti bahwa kerja jarak jauh atau TELEWORK bisa dengan mudah dilakukan dengan sarana 3G dan Broadband yang ada saat ini di Indonesia, bilamana kita mau dan yakin akan keberhasilannya.

Semoga usulan saya kali ini mendapat tanggapan positif dari  para Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi atau Operator Seluler maupun Broadband  di Indonesia, Institusi Pemerintahan, BUMN, Swasta maupun organisasi kemasyarakatan di bidang TIK (MASTEL, APJII, ATSI, FTII, dll).

Silahkan ditanggapi.