Monthly Archives: February 2008

Titik Awal Percepatan Pembangunan Indonesia: “Blog Resmi Pejabat dan Eksekutif”

Komunikasi yang lancar antar manusia menjadi prasyarat untuk cepatnya pertukaran informasi dan ilmu yang dapat memajukan peradaban suatu bangsa. Di Zaman Batu, kemajuan peradaban manusia berjalan begitu lambat, mencapai ribuan tahun, sebab belum terbentuknya bahasa untuk berkomunikasi. Setelah ada bahasa yang baku, maka proses kemajuan itu berjalan lebih lancar. Di Era Revolusi Industri, kemajuan peradaban berlangsung jauh lebih singkat dan cepat, sebab adanya mesin cetak, keretaapi dan mobil untuk mentransportasikan informasi. Kemajuan peradaban ummat manusia lebih dipercepat lagi dengan ditemukannya alat komunikasi elektronik, yaitu telegap, telepon, telex dan faksimile.

Di Abad ke-21 ini yang merupakan Era Internet, sudah ada SMS, Interenet Messaging, e-Mail dan Mailing List yang membantu kelancaran komunikasi antar ummat manusia.

Namun pada kenyataannya para Pejabat/Eksekutif itu sering sekali sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehari-hari, sehingga sering sekali sarana komunikasi tersebut diatas menjadi kurang efektif.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat terobosan dalam komunikasi dengan masyarakat melalui penerbitan Website http://www.presidensby.info yang sangat informatif, namun lebih bersifat informasi Top-Down, sedikit sekali kesempatan untuk berdialog langsung. Lagipula website ini dikelola oleh Tim Kepresidenan.

Sebuah terobosan baru dilancarkan oleh Bapak MENHANKAM Prof. Juwono Sudarsono dengan menerbitkan Blog Resmi MEHANKAM di WordPress, yaitu:

http://juwonosudarsono.com/wordpress/index.php

sehingga memungkinkan kita untuk berdialog langsung dengan beliau, mengutarakan keluhan, saran dan pendapat kita untuk pebaikan bangsa, negara dan Pemerintah RI.

Berikut ini adalah sebuah komentar tentang Blog MENHANKAM tersebut sbb:

“So he’s the first Indonesia Minister to have a blog. An extraordinary step forward as far as Indonesia’s VIPs are concerned. Extraordinary for more than one: (1) It symbolizes his willingness to reach out to the people, to talk directly to them, to us, a kind of willingness that’s uncommon among Indonesian establishment; (b) By opening the comment box in his blog, it suggests that he’s not afraid of any criticism, if any, which means he doesn’t have anything to hide, to afraid of. That might explain the meaning of his blog title: “Integrity in its strict sense.” A man of integrity, of principle should not worry anything;”

Menurut hemat kami, penerbitan Blog Resmi Pejabat atau Eksekutif akan menjadi titik awal percepatan kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini, karena:

1.Masyarakat dapat berdialog langsung dengan Pimpinan, tanpa adanya perantara yang bisa mendistorsi informasi.

2.Akan ada banyak informasi realistis yang dapat disampaikan langsung kepada Pimpinan, baik berupa keluhan, pendapat dan sara-saran yang positif untuk memajukan bangsa, negara atau korporasi, sehingga dapat dicari kesimpulan atau jawaban yang terbaik bagi sesuatu persoalan atau permasalahan secara lebih cepat, efisien dan efektif.

3.Akan tidak ada lagi Laporan-laporan yang ABS, sebab semuanya bisa diverifikasi secara langsung.

Setahu kami ada beberapa Pejabat Negara yang telah memiliki Blog,
yaitu: Pak Gatot HP dari DEPDIKNAS dan Pak Eddy Satriya dari MenkoPerekonomian.
Silahkan masukan ini ditanggapi, didukung dan dilaksanakan demi percepatan kemajuan bangsa dan negara.

Wassalam,

Advertisements

Mobile World Congress: 2008 Tahun Mobile Linux

Mobile World Congress 2008 yang saat ini masih sedang berlangsung membeirkan kejutan-kejutan dalam teknologi baru Layanan Telematika Bergerak (mobile ICT services), dimana salah satunya adalah menjadikan tahun 2008 ini menjadi Tahun Layanan Telematika Bergerak dengan memanfaatkan Software Open Source Linux dalam berbagai perangkat HP dan PDA yang bisa membuatnya menjadi sangat kompetitif ditinjau dari segi harga, features dan performance, sebab dipakainya Software Open Source yang sangat cangih namun berbiaya sangat murah.

Contoh HP 3G penuh dengan features (Voice Call, Video Call, Camera 1,3 Megapixels atau lebih, dll) adalah Samsung SGH-Z170 dan LG model KU-250, yang harganya di Indonesia sekitar Rp 1,4 juta atau sekitar US 140-150,-.

Sebagai hasil kolaborasi antara NXP Semiconductors dengan Purple Labs – sebuah pengembang perangkat Mobile Linux secara massal dan menghasilkan HP Purple Magic sebagai model referensi HP yg bisa disetel untuk menambah atau mengurangi features-nya (misalnya, dimatikan feature Video Call-nya, sebab memang jarang yang memanfaatkan, karena akan membutuhkan Bytes data dan biaya tagihan yang mahal).

Hasilnya akan dimunculkan produk-produk HP baru berbasiskan Operating System Linux yang berbiaya sangat murah. Kita akan segera dapat membeli HP 3G yang ber-features banyak namun berharga jual sangat murah, sekitar US$ 100,- atau kurang. (kurang dari Rp 1 juta).

Suatu hal yang ingin kami tekankan adalah, bahwa dengan menggunakan Open Source Software Linux, maka harga perangkat HP atau PDA dapat dibuat sangat murah dan kompetitif, sebab sudah terbukti di lapangan, bahwa OSS itu sangat canggih.

Di Indonesia saat ini sudah beredar Software-software Open Source berbasis Operating System Linux maupun Windows dengan cukup luas dan cukup banyak pemakainya. Operating System Linux yang sudah banyak beredar disamping IGOS Nusantara, juga lebih banyak lagi software2 Linux OS Ubuntu, OpenSUSE, Blankon (made in Indonesia), Mandriva, PC Linux, Fedora, dan lain-lain.

Untuk aplikasi Perkantoran, saat ini sudah banyak beredar Open Office versi 2.3, Star Office dari Sun Microsystems, dan yang lebih baru lagi adalah Multimedia Office dari Plata Sofware yang lebih lengkap lagi, disamping wordprocessor, spreadsheet, SW presentasi, dan database, maka ada tambahan lagi software multimedia, seperti untuk aplikasi audio, video, prosesor grafis (seperti Photoshop), project management, dsb.

Aplikasi-aplikasi office dan multimedia tersebut diatas adalah berlisensi GPL (General Public Lisence), sehingga dapat diperbanyak untuk keperluan sendiri tanpa melanggar HAKI. Keunggulan lainnya adalah kemapuannya untuk dipakai pada multi-platform, yaitu Linux OS maupun Windows OS. Software-software ini juga mampu membaca dan menyimpan file-file yang berbasis Operating System Windows yang banyak dipergunakan masyarakat.

Seperti pernah kami ramalkan pada akhir tahun 2008, Software-software Open Source akan mendominasi pasar Software mulai tahun 2008 ini.

Semoga dengan kenyataan ini, maka kita bisa lebih mantap lagi dalam mengembangkan Software memanfaatkan OSS bagi Instansi Pemerintahan, masyarakat umum, UKM, mahasiswa dan pelajar yang memang memiliki anggaran yang terbatas atau keharusan menggunakan anggaran tersebut secara cost-effective.

Kami harapkan Program IGOS dapat kembali di-intensifkan pengembangannya dan pemanfaatannya.

Semoga masyarakat Indonesia selanjutnya akan bisa menikmati perangkat-perangkat lunak OS tersebut diatas tanpa harus direpotkan dengan aksi-aksi sweeping perangkat lunak yang sangat merugikan para pengusaha, UKM, Koperasi, dan individu-individu, sebab software-software OSS tersebut adalah software yang legal untuk dipakai masyarakat luas. Ini merupakan sebuah langkah maju bagi bangsa Indonesia dalam menerapkan TIK bagi kemajuan yang pesat di berbagai bidang kehidupan bangsa.

Kode Etik Bisnis

Di awal berdirinya Republik Indonesia, Pemerintahan memang benar-benar netral, tidak ikut serta dalam bisnis. Fungsi Pemerintah benar-benar sebagai fasilitator bisnis. Namun dengan semakin banyaknya BUMN yang harus bersaing ketat dengan swasta, maka kenetralan Pemerintah sedikit-demi-sedikit telah berubah, sebab ada keinginan Pemerintah agar para BUMN miliknya itu menyumbangkan Dividen sebesar mungkin yang akan digunakan untuk membiayai operasional Pemerintahanan.

Namun kita perlu pula bersyukur bahwa di Era Reformasi ini kita telah dapat membentuk sebuah institusi yang akan berperan sebagai wasit yang netral, sebab personalianya di-rekrut dari masyarakat yang independen, yaitu institusi Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Gebrakan KPPU yang paling mutakhir adalah dalam keputusannya agar TELKOMSEL, INDOSAT dan XL menurunkan tarif Pelayanan Jasa Telpon Seluler mereka agar tidak memberatkan masyarakat, karena dianggap terlalu mahal.

Dengan adanya krisis supply Kedele beberapa minggu terakhir ini, yang mengakibatkan naikknya harga jual Kedele di Indonesia, maka KPPU saat ini sedang melakukan penyelidikan apakah ada/tidaknya kartel dalam bisnis per-kedele-an ini.

Selain dari masalah tarif jasa, dalam bisinis Pelayanan Jasa Telekomunikasi (TIK) ini ada pula masaah Etika atau Tata-krama berbisnis agar terjadi persaingan usaha yang sehat, dan agar Industri Jasa Telekomunikasi secara keseluruhan maju pesat, baik usaha kelas Besar, Menengah maupun Kecil. Untuk itu diperlukan suatu Etika Berbisnis yang baik.

Sebagai pengantar diskusi dalam pokok bahasan tersebut diatas, kami lampirkan diskusi di Milis Telematika yang sangat relevant, sbb:

—————————

On Saturday 02 February 2008 19:25, S Roestam wrote:
> Terimakasih atas masukan istilah baru Strategi Bisnis, yaitu “Strategi
> Pukat harimau”
>
> Perlu ada aturan Kode Etik Bisnis.

Beda jaman, beda kode etik.

Duluuu sekali, perumtel itu seperti departemen PU.
Dept PU membangun jalan, dan memberi kesempatan pada pengusaha becak,
mikrolet, bis kota, dll untuk cari duit di atasnya. Jadi wajar kalau si
pengusaha bayar pajak. Semua gembira.

Begitupun dengan telekomunikasi. Perumtel membangun infrastruktur, kita rakyat kecil bisa buka usaha “nilai tambah” di atasnya.

Sekarang jaman berubah.

Sekarang ISP, warnet dll bayar pajak, pajaknya digunakan pemerintah untuk membiayai telkom mematikan bisnis mereka.

ISP yang bisa hidup dengan wajar tinggal ISP yang mampu membangun infrastruktur end-to-end. dari internet global sampai pelanggan. 100% bebas telkom/indosat. Jadi semua orang mesti membangun infrastruktur masing masing.

Di jalanan juga begitu. Pengusaha mikrolet, bis kota dll bayar pajak, pajaknya digunakan untuk
membiayai busway dan mendubsidi tarifnya, yang pada dasarnya mematikan bisnis si pengusaha bis kota, mikrolet dll tersebut.
Kalau di jalan menggunakan sistem yang digunakan di telekomunikasi, maka tinggal tunggu waktu, hanya pengusaha bisa kota/mikrolet yang mampu membangun jalanan sendiri yang bisa bertahan hidup.

Untung busway baru di jakarta.
Kalau di kota sekecil makassar ada busway, maka matilah pengusaha pete-pete.

Kalau tidak salah, pemerintah pusat akan membangun busway di Makassar.
(http://makassarkota.go.id/transportasi/busway-makassar-beroperasi-november-2008.html)
Agar tidak mati kelaparan, sekarang sedang dibahas pemda agar para pengusaha
angkutan kota tersebut bisa dikonversi dari pengusaha menjadi karyawan.
(http://makassarkota.go.id/transportasi/pemkot-berencana-terapkan-sistem-tiket.html)

Yang namanya jaman memang selalu berubah.
Ya tinggal kita kita menyesuaikan diri.

Jaman dulu cocok jadi pengusaha. Pemerintah jaman dulu senang masyarakat buka
usaha, untuk membuka sebanyak mungkin lapangan kerja. Pemerintah sendiri
cukup menjadi wasit.

Kalau sekarang cocoknya jadi karyawan.

Jaman sekarang, pemerintah sedang mengupayakan agar sebanyak mungkin
perusahaan di Indonesia menjadi milik asing, sedangkan bangsa kita jadi
karyawan di perusahaan asing tersebut. Makanya BUMN BUMN pada dijual ke
asing, dan investor asing diberi insentif. Sebaliknya, pengusaha lokal
dimatikan, dengan memberi pajak besar kalau menjual kembali jasa yang dibeli.
Ini untuk menjaga agar harga di end user lebih murah daripada harga beli
pengusaha. Alhasil, pengusaha lokal tidak bakal bisa jualan, dan perusahaan
perusahaan milik asing bisa sukses di tanah air.

Jadi, kalaupun mau jadi pengusaha, bukalah kantor pusat di luar negeri, baru
buka cabang di Indonesia, untuk mendapatkan insentif insentif sebagai
investor asing.

Makanya anak saya saya upayakan agar pintar bahasa inggris, karena kemungkinan
besar, pada saat mereka dewasa, mayoritas perusahaan nasional sudah berhasil
dijual pemerintah ke negara negara asing. Jadi anak anak saya bisa jadi
karyawan di perusahaan asing tersebut.

Feeling saya, kalau dalam 10 tahun ini pemerintah kita berhasil menjual semua
aset bangsa kita, bakal dibutuhkan lebih dari 100 tahun kalau mau
dinasionalisasi kembali. Itupun kalau mau dan mampu.


Salam,

Adi Nugroho – http://adi.internux.co.id/
iNterNUX — http://www.internux.net.id/
Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 53J Makassar
Tel. +62-411-834690 Fax. +62-411-834691
CDMA:+62-411-6109535 GSM:+62-816-27-9193

Menerapkan Blue Ocean Strategy di Bisnis Warnet

Contoh yang gampang dan nyata dari Blue Ocean Strategy di Indonesia yang pernah berhasil baik adalah Strategy Enterprise Aa Gym, yang meguasai pasar secara Vertical Integration:

– Mulai dari Holding-nya, Aa Gym Enterprise (Manajemen Kolbu)
– Anak2 perusahaannya, dari Ceramah2 Aa secara reguler, penerbitan buku2nya, Restoran/Cafe-nya, Siaran Radio-nya, Siaran TV-nya, Produksi dan Penjualan Pernik2 dengan Brand Aa Gym, dll.

Tidak ada lagi produk lain (dari Ustadz saingannya) yang mampu menemus Pasar Blue Ocean Aa Gym saat itu, sampai akhirnya citra Aa Gym runtuh akibat langkahnya yg banyak di-tentang oleh para Ibu2 penggemar beliau, saat beliau melakukan Polygami.

Maka berubahlah pasar Blue Ocean itu jadi Pasar Red Ocean, dimana kekosongan bisnis Aa Gym rame2 diambil para pesaingnya.

Sekarang bagaimanakah menciptakan Pasar Blue Ocean di Bisnis Warnet?

Ciptakanlah Bisnis Enterprise Warnet, mulai dari Holding Warnet, dengan bisnis2 vetical turunannya, yaitu membentuk anak2 perusahaan Warnet, seperti: Resto/Cafe, Gemes Center, Produksi dan Sales Software2 (Open Source), Bisnis Coversi Format Music, Video, Streaming Video, Bisnis Future Trading, Stock dan Forex Trading via Warnet, e-Commerce, e-Education, e-Proc, e-Gov, e-Learning, e-Medicine, dll melalui Terminal di Warnet, Jualan Voucher Pulsa, Printing, Fotocopy, dll.

Millenia Cafe sebenarnya sudah memulainya, tinggal memperluas, dan membuat Franchise bisnis dengan merger dari Warnet2.

Silahkan ditanggapi.

Tarif Jasa Telekomunikasi: “Operator Kecil akan Tersingkir bila Tarif Jasa TELKOMSEL diturunkan”

Menarik sekali pernyataan Bapak Menneg BUMN tersebut diatas di Koran
Bisnis Indonesia Jumat, 1 Feb 2008, perihal Perintah KPPU agar TELKOMSEL, INDOSAT dan XL menurunkan tarif jasa mereka.

Analisisnya, bila perintah KPPU untuk menurunkan tarif Jasa Telpon
Seluler TELKOMSEL dilaksanakan, maka Operator Kecil Seluler menjadi
makin tidak kompetitif terhadap layanan jasa TELKOMSEL, sebab para
pelanggan akan lebih memilih TELKOMSEL karena tariff-nya diturunkan,
serta jangkauannya jauh lebih luas dari pada Operator Seluler lainnya.

Apakah analisis diatas benar-benar bakal terjadi kalau Perintah KPPU
agar Telkomsel (dan Indosat dan XL) menurunkan tarif jasa seluler
mereka, dengan situasi dan kondisi saat ini di Indonesia?

Pernyataan Bapak Menneg BUMN ini juga tidak sejalan dengan pernyataan
Bapak MenKominfo saat memberikan Keynote Speech kemarin pagi di acara
pembukaan Seminar Sehari: “ICT Outlook 2008” di Hotel Nikko, Jakarta,
dimana beliau menyatakan bahwa bila semua harga2 kedelai, minyak tanah,
bensin, beras dll punya kecenderungan naik, maka Tariff Jasa
Telekomunikasi beliau pastikan akan makin turun! Pernyataan Bapak
MenKominfo ini mendapat aplause panjang dari hadirin.

Kami paham sekali bilamana Bapak Mennegf BUMN selaku Penanggunjawab
Perusahaan2 BUMN Indonesia menginginkan agar tariff jasa Telekomunikasi
diturunkan, sebab Dividen atau Setoran ke Pemerintah bakal turun
drastis. Apalagi Pemerintah sudah mematok setoran BUMN2 itu sebesar Rp
31 Trilyun
untuk tahun 2008.

Secara jangka pendek memang mempertahankan tarif jasa Telekomunikasi
tetap tinggi adalah menguntungkan bagi Pemerintah, namun merugikan
pemakai jasa.

Secara jangka panjang, mempertahankan tarif jasa telekomunikasi tetap
tinggi akan merugikan kepentingan bangsa ini dalam bentuk:

  1. Lambatnya traffic growth jasa-jasa telekomunikasi
  2. Kurang cepatnya pemanfaatan jasa2 Telematika (TIK) untuk percepatan pembangunan perekonomian bangsa, sebab tarif mahal akan menghambat adopsi penggunaan jasa2 itu.
  3. Masyarakat dirugikan, sebab tidak menikmati layanan jasa dengan tarif yang wajar. Dalam keputusan KPPU, kerugian masyarakat selama 3-4 tahun mencapai Rp 30 Trilyun, dan harus dibayarkan kembali.
  4. Dampak negatif sosial-ekonomi lainnya akibat tarif bertahan pada nilai yang tetap tinggi.

Silahkan kawan2 sekalian memberikan saran atau pendapat masing-masing,
demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara.