Monthly Archives: September 2011

APJII Targetkan Komersialisasi WiMax Pada Awal 2012

JAKARTA: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia memperkirakan implementasi WiMax berstandar teknologi terbuka akan mampu melayani 23 juta pelanggan dengan nilai bisnis sekitar Rp5,75 triliun dalam setahun dan menargetkan komersialisasinya pada awal 2012.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah yang membuka teknologi WiMax bukan hanya sekadar di 16d.

“Teknologi WiMax perlu berkelanjutan. Kebijakan pembukaan teknologi WiMax tersebut diharapkan memajukan penyelenggara jasa Internet di daerah, terutama terkait dengan persyaratan pembukaan 20% kapasitas untuk PJI yang tersebar di seluruh Tanah Air oleh operator,” tuturnya.

Berdasarkan data APJII, saat ini terdapat 328 PJI di seluruh Indonesia yang jadi anggotanya, sementara yang aktif adalah sekitar 170 PJI.

Dengan adanya ketentuan yang tercantum dalam dokumen tender, dan tercantum juga di lisensi, kata Sammy, maka diharapkan anggota APJII bisa memanfaatkan jaringan operator WiMax untuk memberikan layanan Internet ke masyarakat dalam skema business to business (B to B).

Selain masyarakat bisa menikmati layanan Internet murah berkecepatan tinggi hingga 256 Kbps, tambahnya, PJI di daerah juga bisa ikut berkembang.

Menurut dia, dengan kapasitas yang ada saat ini, dan dengan nilai total biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi sebesar Rp235 miliar, maka jumlah pelanggan yang bisa ditampung operator WiMax saat ini adalah sekitar 23 juta pelanggan dalam setahun, atau penambahan 2 juta setiap bulannya.

“Ini adalah sejalan dengan program WSIS [World Summit on the Information Society] yang menargetkan 50% dari penduduk di seluruh negara terhubung Internet,” katanya.

APJII mengungkapkan saat ini penetrasi Internet di Indonesia berjumlah 50 juta pengguna atau baru penetrasi 20%.

Terkait dengan harga BHP yang mahal, Sammy mengatakan biaya itu tidak mahal, karena berdasarkan perhitungan, biaya yang dikeluarkan operator untuk bayar lisensi per pelanggan per bulan adalah hanya Rp10.000 dengan average revenue per user (ARPU) adalah sebesar Rp250.000.

APJII berharap teknologi WiMax dengan standar terbuka tersebut dapat segera digelar dengan target penggelaran layanan komersial pada awal tahun depan.

Terkait dengan penentuan standar teknologi 16e, Sammy mengatakan yang dibutuhkan dalam penggelaran WiMax adalah yang berkelanjutan, adapun kalau 16d bisa terhenti di tengah jalan dan selanjutnya pelanggan juga yang dirugikan karena harus ganti alat.

“Sementara vendor asing juga tidak bisa terus menerus memproduksi alat 16d untuk memenuhi ketentuan kandungan 70% karena tidak massal sehingga biayanya juga sangat tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas APJII Marcellus Ardiwinata mengatakan sesuai dengan Pasal 32 ayat 1 UU No. 36 tentang Telekomunikasi, maka ketentuan teknis yang berlaku secara internasional dalam penyelenggaraan jasa telekomunikasi adalah teknologi terbuka. (sumber: Arief Pitoyo – Kompas)

Advertisements
Aside

JAKARTA: PT Telkom Tbk mendesak pemerintah untuk menggelar tender ulang WiMax untuk standar 16e agar tidak menyalahi dokumen tender sebelumnya. BUMN telekomunikasi itu menilai perubahan standar teknologi broadband wireless access di pita 2,3 GHz dari WiMax 16d saja ke pilihaan … Continue reading

Telework dalam 10-Tahun Mendatang (Tahun 2021)

Kita saat ini sudah berada pada Era Broadband, dimana untuk Fixed Broadband  sudah dapat dicapai kecepatan transmisi rata-rata diatas 10 Mbps (bisa diatas 100 Mbps bila digunakan kabel serat optik), sedangkan untuk Mobile Broadband kita sudah banyak menerapkan layanan 3G dengan kecepatan transmisi puncak sebesar 14,7 Mbps (untuk satu pengguna, tetapi menurun secara proposional bila penggunanya bertambah).

Namun pada kenyataannya untuk Mobile Broadband, kecepatan transmisi secara efektif masih jauh dibawah 1 Mbps, karena besarnya pengguna layanan Seluler di Indonesia, yang mencapai hampir 200-juta perangkat seluler, sedangkat pita frekwensi yang dialokasikan bagi tiap operator seluler tidak lebih besar dari 15 MHz total (3×5 MHz).

Beruntung bahwa Pemerintah akhirnya membolehkan para Pemenang Tender Broadband Wireless Access (BWA) untuk memilih teknologi netral, apakah 16d (fixed) atau 16e (nomadic/mobile)., dimana mayoritasnya akan memilih 16e disebabkan oleh keunggulan teknologinya dan sudah makin murahnya perangkat terminal pelanggan (CPE). Dengan demikian dapat diharapkan bahwa Data Overload yang selama ini terjadi pada jaringan Mobile Broadband 3G dapat di Off-load ke jaringan BWA melalui kerjasama yang WIN-WIN diantara operator Seluler dan Operator BWA yang jumlahnya 5 operator tersebut.

Diperkirakan dalam waktu 3-5 tahun mendatang, kecepatan transmisi untuk Mobile Broadband 4G dapat ditingkatkan menjadi 100 Mbps saat bergerak dan 1000 Mbps saat stasioner, sesuai definisi 4G menurut ITU, dimana perangkat-perangkatnya yang sudah teruji di laboratorium adalah perangkat LTE Advanced dan WiMAX 2.0 atau Standar IEEE 802.16m.

Pada sebuah kesempatan pertemuan di DEPKOMINFO, penulis sempat menyarankan kepada Bapak Menkominfo agar Indonesia segera memanfaatkan Telework atau Homeworking menggunakan jaringan Broadband yang ada, dimana akan dapat dicapai peningkatan produktivitas nasional dan penghematan biaya transportasi dari/ke kantor, penghematan waktu perjalanan yang bisa mencapai 3-4 jam perjalanan tiap hari,

Jawaban yang klasik baik di Indonesia maupun di banyak negara lain, adalah bahwa para Eksekutif belum bisa mempercayai apakah dengan diberlakukannya Telework para pekerja jarak jauh itu akan berkerja dengan lebih rajin dan tekun, dan bukan malah bermalas-malasan, sehingga tujuan peningkatan produktivitas itu tidak akan tercapai.

Terlepas dari masih ragunya para Eksekutif ini dalam menerapkan Telework, seorang Ahli Teknologi  dan Inovasi dari Perusahaan Force 3, yaitu Mr. Chris Knotts, membuat 10-ramalan tentang Telework di tahun 2021, dimana telework menjadi budaya kerja sehari-hari masyarakat,  sbb:

  1. Para Operator Wireless akan meningkatkan kecepatan transmisinya menyamai Fixed Broadband, sesuai uraian kami tersebut diatas.
  2. Pengguna jaringan telekomunikasi akan selalu “Online“. Tidak akan ada lagi istilah off-line, karena semua pengguna akan selalu tersambung ke jaringan.
  3. Komputer Tablet akan menggantikan PC dan Laptop, karena ukurannya yang semakin tipis dan ringan (seperti Mac Book Air dan iPad 2), serta akan dapat dilipat (Sony Tablet S). Akan muncul Smartphone yg dapat dilipat-lipad, kemudian dapat dibuka menjadi selebar sampai 50-inchi, tanpa keyboard dan hanya ada tombol on-off. Tanpa storage fisik, karena semua data ada di “Cloud” Internet.
  4. Semua software aplikasi akan disimpan di “Cloud” Internet.
  5. Semua software aplikasi akan dikemas sebagai Software as a service (SaaS) yang disewa bebasiskan penggunaannya dan tidak ada lagi paket-paket software khusus yang mahal, seperti SAP di pasang di server pelanggan.
  6. Text Messaging seperti SMS, IM, Chat, email akan tetap exist.
  7. Video 3D akan menjadi tampilan layar pada tiap perangkat, dan menjadi hal yang biasa. Akan sering dilakukan Video Conferencing diantara para pekerja Telework dari rumah masing-masing tiap saat, sehinggan memaksa mereka selalu mandi dan berdandan agar terlihat rapi dan cantik/tampan saat ada video conferencing.
  8. Sistim transmisi BlueTooth untuk menghubungkan pengguna ke earphone akan ditinggalkan, sebab banyak yang memasang perangkat penerima audio dengan menanamkannya kedalam tubuh pengguna (implant). Ini seperti anak2 muda sekarang yang suka pasang anting-anting di telinga, hidung atau bibir…
  9. Akan muncul kelompok-kelompok yang tidak ingin terus-menerus tersambung ke jaringan telekomunikasi/grid. Mereka ingin bebas dari gangguan komunikasi dan mencari ketenangan hidup.
  10. Generation Gap antara yang tua dan yang muda akan makin berjarak jauh. Yang muda makin mahir dalam mengadopsi teknologi, sedangkan yang tua akan makin sulit untuk mengejar ketertinggalannya.

Silahkan ditanggapi
(Trims buat pak Ardi Sutedja atas infonya)