Monthly Archives: November 2011

Regulator Eropa menyelidiki praktek2 Manajemen Trafik Telekomunikasi yang kontroversial

Para Regulator negara-negara Uni Eropa untuk pertamakalinya melakukan penyelidikan terhadap praktek-praktek manajemen trafik data oleh para operator telekomunikasi Eropa yang dinilai kontroversial, dalam kerangka untuk menjaga netralitas Internet. Mereka ingin mengetahui apakah para operator itu telah memberikan informasi kebijakan mereka yang cukup jelas kepada para pelanggan, bahwa setelah jumlah data tertentu yang di dowload/upload atau setelah jumlah penggnaan waktu tertentu, maka kecepatan transmisi data itu diperlambat.

Pelanggan bisnis harus dapat mengetahui dengan pasti bahwa transmisi data yang sedang mereka lakukan tidak menjadi gagal karena perubahan kecepatan  transmisi ini oleh para operator telekomunikasi.

Perubahan kecepatan transmisi data ini mungkin dapat diterima pada kondisi penggunaannya yang tidak terlalu kritis, asalkan kebijakan ini di-informasikan secara jelas kepada pelanggan, dan secara transparan.

Upaya penyelidikan ini diusulkan oleh organisasi INTUG (International Telecommunication Users Group).

Verizon memperluas layanan VoIP ke Asia Pasifik, TELKOMSEL menggandeng Skype

Operator Telekomunikasi Verizon telah memperluas layanan jasa VoIP untuk Wilayah Asia Pasifik, sehingga memungkinkan perusahaan-perusahaan multinasional di pusat-pusat komunikasi di wilayah itu untuk memanfaatkan perkembangan mutakhir aplikasi-aplikasi Unified Communications dan Kolaborasi.

Melalui solusi VoIP tersebut, maka para pelanggan Verizon di Australia, Singapura, India, dan Hong Kong dapat memanfaatkan berbagai aplikasi, seperti jejaring sosial, video chats, mobile-device support, instant messaging dan presence.

Dengan menggunakan opsi IP-to-IP routing berbasiskan Cloud Computing, Verizon juga menawarkan layanan voice dan video conferencing berdefinisi tinggi antar perusahaan, dengan memanfaatkan fitur dari aplikasi layanan VIPER, sebab face-to-face video conferencing sedang menjadi tren bisnis saat ini, mengalahkan voice conferencing.

Langkah TELKOMSEL yang menggandeng Skype untuk layanan VoIP melalui perangkat ponsel cerdas adalah sebuah langkah tepat dalam persaingan bisnis telekomunikasi yang makin ketat.

Berita lengkapnya ada di bawah ini:

Verizon has expanded its Voice-over-IP (VoIP) service within the Asia-Pacific region, enabling multinational companies in key commercial hubs across the region to take advantage of the latest unified communications and collaboration applications.

The VoIP solution offers customers in Australia, Hong Kong, India and Singapore access to applications including social networking, video chats, mobile-device support, instant messaging and presence.

Verizon said it is also adding inter-company high-definition voice and video capabilities for select VoIP customers that use the service’s popular VIPER feature. This is a cloud-based IP-to-IP routing option that eliminates additional per minute domestic and international charges on calls between VIPER-enabled locations customers.

“Video is quickly rivaling voice in driving enterprise collaboration, and our latest offering enables Verizon VoIP customers to employ face-to-face collaboration more cost effectively,” said Mike Palmer, vice president of enterprise strategy and chief marketing officer. “We’re building on a proven track record of developing and delivering enterprise-class IP-based solutions and creating a high-IQ network effect for our VoIP customers in Asia-Pacific and across the globe.”