Tag Archives: Persaingan Ketat

Persaingan ketat Dunia Maya: MySpace PHK 67% Karyawannya

Persaingan di Dunia Maya makin hari makin seru. Indonesia termasuk sepuluh besar pengguna Jaringan Sosial Di Dunia Maya, seperti MySpace, Multiply, FaceBook, WordPress, Blogspot, Youtube, YM, Yahoo Mail, Google Mail, Twitter, Chatting, dan lain-lainnya.

Yang kurang diketahui para pebisnis Dunia Maya LN tentang Indonesia adalah masalah daya belinya yang sangat rendah, padahal layanan-layanan Jaringan Sosial tersebut hidupnya dari sewa ruang iklan di Dunia Maya dan transaksi e-Commerce sebagai hasil dari pemasangan iklan. Mereka menerima kunjunan ribuan atau jutaan kali ke Situs-situs mereka, namun realisasi transaksi yang ada uangnya hanya terjadi sangat kecil.

Bulan lalu eksekutif Facebook meminta kepada para pemegang saham agar menambah pinjaman untuk dana operasional mereka, walaupun investasi mereka belum kembali. Tujuhpuluh persen traffic Facebook berasal dari LN, dimana yang terbesar adalah dari Turki dan Indonesia. Facebook harus keluar biaya besar untuk menyimpan 850 juta foto dan 8 juta video yang di-upload para pelanggannya.

Jumlah pelanggan MySpace saat ini mencapai 130-juta, dimana 45%-nya berada di LN. Pelanggan MySpace di India telah mencapai 750.000 orang.

Untuk pertamakalinya dalam sejarah, jumlah pelanngan MySpace dilampaui oleh Facebook, karena jejaring sosial baru ini makin digemari masyarakat, terutama dari Indonesia dan negara-negara berkembang, sebab sudah tersedianya berbagai fitur layanan yang lebih menarik.

Melihat persaingan yang begitu ketat ini, maka bulan ini manajemen MySpace untuk mem-PHK-kan 67% karyawan luar negerinya agar dapat menghemat biaya operasional. Awal tahun ini MySpace mencatat kerugian sebesar US$89 juta. Perusahaan ini dimiliki oleh Rupert Murdoch, seorang konglomerat multimedia yang terkenal.

Bagaimanakh prospek pebisnis Dunia Maya Indonesia? Yang jelas, detik.com, kompas.com, kaskus.com, kapanlagi.com masih terus bertahan dan berinnovasi. Yang terbaru, Kompas memberikan layanan akses iklan menggunakan Barcode dua dimensi.

Silahkan ditanggapi.

Yang Penting2 dari Rakornas Telematika &Media 2008 KADIN: Blue Print, Kepastian Hukum, Persaingan Ketat

Rakornas Telematika & Media 2008 KADIN Indonesia telah diselenggarakan
dengan lancar dan sukses pada hari Senin 23 Juni 2003, yang dibuka oleh
Bapak MenKominfo M. Nuh dan sambutan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia
M.S. Hidayat.

Dari 3 presentasi yang disampaikan oleh 3 Operator, yaitu bapak Diruttel
Rinaldi Firmansyah, Direktur Mobile-8 pak Merza Fachys dan Direktur
INDOSAT pak Wahyu Wijayadi, menyuarakan kesimpulan yang sama atau
serupa, yaitu judul Subject Milis diatas: Blue Print, Kepastian Hukum,
dan Persaingan yang terlalu ketat sebab normalnya hanya ada 3-4 operator
dalam satu negara
. Diperkirakan akan terjadi merger operators dalam
kurun waktu kurang dari 3 tahun mendatang, agar persaingan bisnis
Telekomunikasi menjadi lebuh mudah dikendalikan.

Yang paling menonjol dan menentukan semuanya adalah belum adanya Blue
Print Telematika yang baku
yang dapat menjadi acuan para pelaku bisnis.
Mastel tahun lalu telah menyampaikan Draft Blue Print, Kadin menurut pak
Teguh juga sudah membuat, dan terakhir, kami juga ikut serta dalam
meeting2 penyusunan Blue Print atau Road Map Telematika yang
dikoordinasikan oleh Ditjen Postel/BRTI akhir tahun 2007 y.l.

Blue Print Telematika Indonesia ini memang harus sangat komprehensif,
mencakup berbagai aspek perencanaan dan kebutuhan masa depan:
Arah perkembangan Teknologi, mana yang dipilih?
– Struktur Industri Telematika yang dikehendaki, baik operasional
layanan jasa-nya maupun Industri Manufacturing-nya.
– Kebijakan Investasi bagi Operator dan Manufacturing
– Kebijakan Persaingan Usaha dan Pentaripan

Kami akui bahwa draft-draft Blue Print yang pernah ada belum mencakup
semua hal diatas secara komprehensif dan bersifat futuristik (bisa
meramalkan kondisi minimal 10-tahun ke depan).

Bila Blue Print yang komprehensif ini sudah tersusun, maka segala
peraturan turunannya dapat menjadi sinkron dan terarah dalam
pelaksanaannya, yaitu UU, PP, KepMen, KepDirjen, dll.

Ini juga secara otomatis menjawab pertanyaan soal kepastian hukum dalam
bisnis Telematika di Indonesia.

Silahkan diberikan tanggapan dan saran-saran yang positif demi kemajuan
bangsa dan negara.