Telework dalam 10-Tahun Mendatang (Tahun 2021)

Kita saat ini sudah berada pada Era Broadband, dimana untuk Fixed Broadband  sudah dapat dicapai kecepatan transmisi rata-rata diatas 10 Mbps (bisa diatas 100 Mbps bila digunakan kabel serat optik), sedangkan untuk Mobile Broadband kita sudah banyak menerapkan layanan 3G dengan kecepatan transmisi puncak sebesar 14,7 Mbps (untuk satu pengguna, tetapi menurun secara proposional bila penggunanya bertambah).

Namun pada kenyataannya untuk Mobile Broadband, kecepatan transmisi secara efektif masih jauh dibawah 1 Mbps, karena besarnya pengguna layanan Seluler di Indonesia, yang mencapai hampir 200-juta perangkat seluler, sedangkat pita frekwensi yang dialokasikan bagi tiap operator seluler tidak lebih besar dari 15 MHz total (3×5 MHz).

Beruntung bahwa Pemerintah akhirnya membolehkan para Pemenang Tender Broadband Wireless Access (BWA) untuk memilih teknologi netral, apakah 16d (fixed) atau 16e (nomadic/mobile)., dimana mayoritasnya akan memilih 16e disebabkan oleh keunggulan teknologinya dan sudah makin murahnya perangkat terminal pelanggan (CPE). Dengan demikian dapat diharapkan bahwa Data Overload yang selama ini terjadi pada jaringan Mobile Broadband 3G dapat di Off-load ke jaringan BWA melalui kerjasama yang WIN-WIN diantara operator Seluler dan Operator BWA yang jumlahnya 5 operator tersebut.

Diperkirakan dalam waktu 3-5 tahun mendatang, kecepatan transmisi untuk Mobile Broadband 4G dapat ditingkatkan menjadi 100 Mbps saat bergerak dan 1000 Mbps saat stasioner, sesuai definisi 4G menurut ITU, dimana perangkat-perangkatnya yang sudah teruji di laboratorium adalah perangkat LTE Advanced dan WiMAX 2.0 atau Standar IEEE 802.16m.

Pada sebuah kesempatan pertemuan di DEPKOMINFO, penulis sempat menyarankan kepada Bapak Menkominfo agar Indonesia segera memanfaatkan Telework atau Homeworking menggunakan jaringan Broadband yang ada, dimana akan dapat dicapai peningkatan produktivitas nasional dan penghematan biaya transportasi dari/ke kantor, penghematan waktu perjalanan yang bisa mencapai 3-4 jam perjalanan tiap hari,

Jawaban yang klasik baik di Indonesia maupun di banyak negara lain, adalah bahwa para Eksekutif belum bisa mempercayai apakah dengan diberlakukannya Telework para pekerja jarak jauh itu akan berkerja dengan lebih rajin dan tekun, dan bukan malah bermalas-malasan, sehingga tujuan peningkatan produktivitas itu tidak akan tercapai.

Terlepas dari masih ragunya para Eksekutif ini dalam menerapkan Telework, seorang Ahli Teknologi  dan Inovasi dari Perusahaan Force 3, yaitu Mr. Chris Knotts, membuat 10-ramalan tentang Telework di tahun 2021, dimana telework menjadi budaya kerja sehari-hari masyarakat,  sbb:

  1. Para Operator Wireless akan meningkatkan kecepatan transmisinya menyamai Fixed Broadband, sesuai uraian kami tersebut diatas.
  2. Pengguna jaringan telekomunikasi akan selalu “Online“. Tidak akan ada lagi istilah off-line, karena semua pengguna akan selalu tersambung ke jaringan.
  3. Komputer Tablet akan menggantikan PC dan Laptop, karena ukurannya yang semakin tipis dan ringan (seperti Mac Book Air dan iPad 2), serta akan dapat dilipat (Sony Tablet S). Akan muncul Smartphone yg dapat dilipat-lipad, kemudian dapat dibuka menjadi selebar sampai 50-inchi, tanpa keyboard dan hanya ada tombol on-off. Tanpa storage fisik, karena semua data ada di “Cloud” Internet.
  4. Semua software aplikasi akan disimpan di “Cloud” Internet.
  5. Semua software aplikasi akan dikemas sebagai Software as a service (SaaS) yang disewa bebasiskan penggunaannya dan tidak ada lagi paket-paket software khusus yang mahal, seperti SAP di pasang di server pelanggan.
  6. Text Messaging seperti SMS, IM, Chat, email akan tetap exist.
  7. Video 3D akan menjadi tampilan layar pada tiap perangkat, dan menjadi hal yang biasa. Akan sering dilakukan Video Conferencing diantara para pekerja Telework dari rumah masing-masing tiap saat, sehinggan memaksa mereka selalu mandi dan berdandan agar terlihat rapi dan cantik/tampan saat ada video conferencing.
  8. Sistim transmisi BlueTooth untuk menghubungkan pengguna ke earphone akan ditinggalkan, sebab banyak yang memasang perangkat penerima audio dengan menanamkannya kedalam tubuh pengguna (implant). Ini seperti anak2 muda sekarang yang suka pasang anting-anting di telinga, hidung atau bibir…
  9. Akan muncul kelompok-kelompok yang tidak ingin terus-menerus tersambung ke jaringan telekomunikasi/grid. Mereka ingin bebas dari gangguan komunikasi dan mencari ketenangan hidup.
  10. Generation Gap antara yang tua dan yang muda akan makin berjarak jauh. Yang muda makin mahir dalam mengadopsi teknologi, sedangkan yang tua akan makin sulit untuk mengejar ketertinggalannya.

Silahkan ditanggapi
(Trims buat pak Ardi Sutedja atas infonya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s