Dua lagi Operator 3G menambah pita Frekwensi

JaKARTA: Departemen Komunikasi dan Informatika berpeluang mencatat tambahan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp640 miliar setelah dua operator seluler generasi ketiga (3G) menyatakan siap mengajukan tambahan satu blok pita sebesar 5 MHz uplink dan downlink.

Dua operator itu adalah PT Indosat Tbk dan PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) menyusul PT Telkomsel yang sudah terlebih dahulu menyetujui penambahan pita dengan harga sebesar Rp160 miliar.

PNBP pemerintah tersebut akan didapat dari biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi sebesar Rp160 miliar tahun ini dan biaya di muka (up front fee) Rp160 miliar per operator. Secara total, Depkominfo akan menerima PNBP dari 3G sebesar Rp1,76 triliun dari BHP lima operator dan up front fee tiga operator.

Indosat dan NTS sudah memberikan surat jawaban atas penawaran pemerintah mengenai tambahan pita 3G sebesar 5 MHz.

Head of Corporate Communication NTS Anita Avianty, kemarin, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan tanggapan mengenai penawaran pemerintah tersebut ke pemerintah. Ketika dikonfirmasi bahwa jawaban NTS ke pemerintah merupakan persetujuan penambahan pita, Anita tidak membantahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang eksekutif Indosat bahwa pihaknya akan mengambil pita tambahan tersebut tetapi surat tanggapan (sore kemarin) belum dikirim ke Depkominfo karena masih menunggu tanda tangan direksi.

Pemerintah dan regulator telekomunikasi memaksa operator seluler generasi ketiga untuk memberikan jawaban atas penawaran kembali pita tambahan dengan harga Rp160 miliar per blok dalam 2 pekan atau 5 Agustus.

Penawaran tersebut sudah disampaikan kepada empat operator 3G melalui surat Menkominfo setelah Departemen Keuangan menyetujui harga yang diajukan Depkominfo. Keempat operator itu meliputi PT Indosat Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Natrindo Telepon Seluler, dan PT Hutchison CP.

Khusus untuk Telkomsel, satu-satunya operator yang sudah bersedia membayar Rp160 miliar, hanya dikirimkan surat klarifikasi mengenai alokasi frekuensi dan soal teknis lainnya, agar tidak terjadi interferensi pada kemudian hari.

Akan dilelang lagi

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan pihaknya tidak bisa menjamin tersedianya frekuensi jika operator 3G meminta tambahan apabila tidak diambil pada penawaran kali ini.

“Bahkan regulator bisa saja menenderkan sisa pita yang ada kepada operator di luar operator 3G existing setelah masa pengendapan tahun depan,” tuturnya.

Regulator menyatakan tidak akan memperpanjang batas waktu penambahan pita seluler 3G yang berakhir kemarin dan hanya akan memproses penyelenggara telekomunikasi yang sudah mengajukan tambahan frekuensi.

Heru menegaskan regulator hanya akan memproses yang minta tambahan pita 3G dan selanjutnya sudah mulai dibahas soal teknis, termasuk posisi alokasi pita tambahan masing-masing operator.

“Pembahasan teknis tersebut juga termasuk penyerahan dan pengalokasian pita 3G Telkomsel.”

Manajer Corporate Communication XL Febrianti Nadira mengatakan pihaknya akan mengambil tambahan pita 3G tetapi tidak tahun ini karena menyesuaikan dengan perkembangan trafik XL. “Pemerintah kan memberi batas waktu hingga 2010.”

Adapun Direktur Layanan Korporasi Hutchison CP Telecommunication Sidarta Sidik mengungkapkan pihaknya akan mengambil pita tambahan 3G.

“Namun, pemerintah sebaiknya mengevaluasi kembali harga yang itetapkan, karena harga sebesar itu terlalu tinggi,” tuturnya.

Terkait dengan harga, pada 2006 Menkominfo Sofyan A. Djalil melalui Peraturan Menkominfo No. 29/2006 mengenai Penyelenggaraan 3G mengungkapkan pemerintah akan memberikan kepada kelima operator 3G masing-masing sebesar satu blok (5 MHz) dan pengalokasiannya dilakukan melalui proses evaluasi pada Januari 2008.

Besaran tarif izin penggunaan pita 3G pada 2008 ditetapkan berdasarkan tingkat pengembangan 3G dan keadaan pasar telekomunikasi pada saat itu, dengan ketentuan nilai tarif tersebut maksimum sama dengan nilai terendah hasil lelang 3G. (Roni Yunianto) (arif.pitoyo@ bisnis.co.id)

(sumber: Arif Pitoyo- bisnis.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s