IPTV: Pertempuran Perusahaan Telco dan TV Kabel untuk menguasai Single Home Entry bagi Layanan Triple Play

Triple Play adalah layanan Audio, Video dan Data di Era Konvergensi Next Generation Network (NGN) melalui satu saluran telekomunikasi atau pipa (kabel, serat optik, microwave). Dengan menguasai pintu masuh ke-rumah-rumah pelanggan yang bisa menikmati layanan Triple Play tersebut, maka semua kebutuhan layanan telekomunikasi maupun entertainment di tiap rumah itu sudah terpenuhi, sehingga mereka tidak memerlukan jasa perusahaan lainnya.

Dewasa ini kebutuhan layanan telekomunikasi dilayani Operator Telekomunikasi, sedangkan untuk layanan entertainment TV dilayani oleh TV Broadcaster dan TV Kabel. Keunggulan lainnya dari TV Kabel adalah dapat pula memberikan layanan Data/Internet dan Suara (VoIP), sehingga lengkaplah layanan Triple Play ini diberikan oleh Perusahaan TV Kabel.

Untuk mengimbangi layanan Triple Play dari Operator TV Kabel, maka dibuatkan standar layanan Streaming Video dari Operator Telekomunikasi yang mutu layananannya dijamin end-to-end dengan teknologi IPTV. Untuk kualitas gambar Standard Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 1,5-2 Mbps, sedangkan untuk High Definition TV diperlukan kecepatan transmisi 8 Mbps.

Dibanyak negara maju umumnya telah terpasang jutaan sst saluran kabel tembaga PSTN yang dapat ditingkatkan manfaatnya untuk transmisi digital dengan sistem Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL) untuk menghemat biaya investasi. Di Indonesia jaringan kabel tembaga PSTN hanya terbatas sampai sekitar 8 juta sst dan tidak akan ditambah lagi dimasa depan, karena sudah digantikan dengan sistem seluler CDMA Fixed Wireless Acces yang biaya investasinya jauh lebih murah per sst. Saat ini kabel PSTN di Indonesia dipakai untuk layanan InternetTelkom  Speedy. Jadi bila IPTV diterapkan di Indonesia oleh PT TELKOM, maka penggunaan ADSL harus berbagi dengan layanan Telkom Speedy.

Di Indonesia selain PT TELKOM juga telah banyak Operator Jasa Broadband Internet (ISP) yang memberikan layanan melalui jaringan Serat Optik, seperti First Media dengan mutu layanan yang cukup baik. Mereka memilki kesempatan yang lebih baik untuk memberikan layanan Triple Play IPTV dengan mutu yang memuaskan pelanggan. Sekarang tinggal berapakah tarif yang akan dibebankan kepada pelanggan agar dapat menutup biaya CAPEX dan OPEX, dan seberapa besarnya potensi pasar di Indonesia. Melihat tarif Broadband Internet saat ini di Indonesia yang sekitar Rp 1-juta per bulan untuk kecepatan transmisi 1-Mbps, maka kita dapat memperkirakan berapa nantinya jumlah pelanggan IPTV yang akan mampu berlangganan.

Menurut peneltian Multimedia Research Group, jumlah pelanggan IPTV dunia pada tahun 2005 sebesar 3,7 juta menjadi 36,9 juta pada tahun 2009, dimana mayoritasnya ada di Eropa. Pendapatan yang akan diperoleh bisa mencapai US$10 milyar pada tahun 2009.

Bagaimanakah prospek bisnis IPTV di Indonesia? Berapakah perkiraan jumlah pelanggannya? Apakah sudah banyak yang menginginkan layanan ini, mengingat sudah ada layanan yang cukup baik dan murah walaupun belum interaktif, yaitu TV Kabel berlangganan,  Digital TV Broadcast, serta Internet TV.

Silahkan ditanggapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s