Digital Divide ternyata karena Kurangnya Demand dan Perangkat yang Kompleks

Telah terbukti di banyak negara maju dan berkembang bahwa tingginya penetrasi Broadband menjadi pendorong kemajuan ekonomi suatu negara. Di negara-negara maju tingkat penetrasi Broadband mencapai diatas 50%, namun selanjutnya pertumbuhannya menurun karena masalah kurangnya minat dari kelompok minoritas dan kebutuhan pengetahuan yang relatif tinggi untuk dapat mengoperasikan perangkat broadband yang kompleks.

Hal tersebut diatas terungkap sebagai hasil study Konsultan Ovum, dimana untuk menjembatanai Digital Divide di suatu negara diperlukan strategi sebagai berikut:

  1. Kurangi kerumitan teknologi Broadband agar masyarakat awam mau memanfaatkan layanan Broadband, melalui penelitan bersama antara Perusahaan Komersiil, Non-Profit dan Sektor Publik untuk menciptakan produk perangkat dan layanan Broadband yang user friendly.
  2. Masukkan layanan Broadband dalam Program-program Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Pemerintah, seperti pendidikan, penyediaan lapangan kerja, kesehatan dan lainnya untuk memberdayakan masyarakat (di-embedded dalam program).
  3. Penyedia layanan Broadband perlu memperhatikan relevansi layanannya dengan kebutuhan komunitas, dari pemasarannya sampai aktivitas “akar-rumput” masyarakat. melaui kerjasama Public-Private Partnership (PPP).

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s