Peluncuran WiMAX pada titik “Make-or-Break”

Tahapan peluncuran layanan Mobile WiMAX standar 802.16e saat ini mencapai titik “Make-or-Break” karena adanya berbagai hambatan yang sedang dialami, seperti terlambatnya lelang Spektrum Frekwensi WiMAX, tidak tersedianya dana investasi karena krisis Finansial Global, serta lambatnya pembangunan jaringan WiMAX.

Tujuan pembangunan Layanan Mobile WiMAX adalah untuk memberikan pengalaman kepada pelanggan yang belum bisa menikmati layanan Broadband Internet karena terbatasnya kecepatan layanan ADSL, serta lokasi yang diluar jangkauan jaringan ADSL seperti yang banyak dialami oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia. WiMAX cocok untuk layanan Broadband Access daerah rural di negara-negara ini karena jangkauan layanannya yang luas sampai mencapai radius 50 km, tanpa harus menarik-narik kabel yang biayanya mahal.

Melihat tujuan mobile Broadband WiMAX, maka layanan ini akan bersaing dengan layanan 3G GSM dan EV-DO CDMA yang sekarang telah beroperasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, sebab saat ini sudah ada perangkat WiMAX standard 802.16e yang di-embedded pada Laptop yang canggih seperti Lenovo ThinkPad tipe SL-500 seharga US$ 899,-

Informasi ini dapat dilihat pada URL:

KLIK DISINI

Bila launching WiMAX tidak segera dilaksanakan, maka bagi Operator akan lebih baik untuk mengembangkan GSM 3.5G dan CDMA EV-DO menuju ke LTE (Long Term Evolution) yang convergence dengan Standar WiMAX 802.16m.

Dalam kasus WiMAX Nomadic Standar 802.16d yang saat ini sedang ditenderkan Spektrum Frekwensinya pada pita 2,3 GHz, karena perangkat CPE-nya dengan Antena Flat Panel yang masih “bulky”, maka Sistem ini hanya bisa menjadi Feasible secara Komersiil bilamana perangkat CPE itu tidak hanya untuk Last-Mile-Access saja, tetapi yang lebih banyak lagi adalah dipakai sebagai Backbone atau  Backhaul untuk jaringan HotSpot WiFi ataupun jaringan GSM 3.5G dan CDMA EV-DO untuk meningkatkan jangkauan jaringan masing-masing. Dengan fungsinya sebagai Backbone atau Backhaul, maka tidak diperlukan CPE WiMAX 16d yang saat ini harganya masih mahal pada sisi end-users, melainkan perangkat WiFi, Modem 3.5G dan EV-DO yang harganya murah pada HP, LapTop dan PDA yang sudah banyak dipakai masyarakat.

Silahkan ditanggapi.

May 21, 2009

By Robert Clark

telecomasia.net

Mobile Wimax networks are being rolled out more slowly than expected because of a lack of spectrum and finance, says Juniper Research.

The slow rollout means service revenues will grow more slowly than forecast a year ago, a new study concluded.

But it predicted that revenues from Wimax 802.16e broadband subscribers would exceed $15 billion globally by 2014.

Wimax promised an improved experience for broadband customers receiving low-speed DSL or cable modem services, or at the limit of DSL coverage, Juniper said. It says mobile Wimax has a role to play in providing broadband in developing countries where there is no wired network.

“However, Wimax is faced by spectrum auction postponements in several countries, funding problems from the credit crunch, and slow network implementations, all combining to handicap network operators signing up subscribers,” the research firm said.

“These factors – some of which are outside the control of the Wimax ecosystem – are holding back the market.

“Whilst market leaders such as Clearwire are launching services and expanding internationally, there are also well-publicized challenges for Wimax such as those highlighted by French regulator ARCEP.  We’re on the cusp of make or break time for Wimax,” said analyst Howard Wilcox, who authored the report.

Wilcox said it was time the Wimax ecosystem began translating trials into “reliable, commercial services that attract customers.”

He predicted that North America, east Asia and western Europe together would account for 70% of market by 2014. Africa and the Middle East, South America, India and eastern Europe would together be worth $4 billion by 2014.

2 responses to “Peluncuran WiMAX pada titik “Make-or-Break”

  1. Sedikit koreksi:

    “Tahapan peluncuran layanan Mobile WiMAX standar 802.16e ?!”

    Maksudnya 802.16d ?!

    “..terlambatnya lelang Spektrum Frekwensi WiMAX?!..”
    Maksudnya BWA?.
    🙂
    Thq.

  2. Pak Netman Yth,
    Berita hari ini di Bisnis Indonesia: Hariff dan TRG belum siap produksi besar-besaran perangkat WiMAX 16d di pita 2,3 GHz. Mereka lebih siap di pita 3,3GHz.

    Yang dimaksud Tender WiMAX adalah BWA. Kedua standard WiMAX 16d maupun 16e sudah terlambat peluncurannya, mungkin akan sulit bersaing dengan GSM HSDPA 3.5G maupun CDMA EV-DO yang akan berevolusi ke LTE yg converge dengan WiMAX 16m.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s