Quo Vadis MASTEL 2009-2014? Pemanasan buat MUNAS ke-VI MASTEL 11 Maret 2009

Kepemimpinan MASTEL periode 2006-2009 akan segera berakhir pada tanggal 11 Maret 2009 dengan dimulainya MUNAS ke-VI MASTEL yang dipilih tepat pada hari peringatan Super Semar 1966.
Mastel adalah sebuah himpunan organisasi2 di bidang Telematika Indonesia yang menjadi payung dari berbagai organisasi khusus Telematika yang menjadi anggota MASTEL, mulai dari operator telekomunikasi, penyelenggara jasai Internet, penyelenggaran jasa multimedia, penyelenggara siaran TV dan Radio, Cable TV, network acces providers, content providers, vendor perangkat telekomunikasi, perangkat komputer, software aplikasi komputer, pembuat software animasi, software developers, installator perangkat telekomunikasi, komputer dan software aplikasi, pendidikan dan pelatihan telekomunikasi, komputer, software, dan pemeliharaan perangkat-perangkat dan software aplikasi, manufacturer perangkat dan software aplikasi, serta tidak kalah pentingnya adalah para pengguna jasa: telekomunikasi, Internet, komputer, siaran TV, Radio, Cable TV, dan lain-lainnya. Regulator/anggota badan Pemerintah juga boleh menjadi anggota MASTEL, bisa juga sebagai pemakai jasa2 layanan telematika.

Oleh karena luasnya cakupan dari MASTEL sebagaimana diuraikan diatas, maka Pimpinan MASTEL diharapkan memiliki kemampuan, kompetensi, skill, dasar pendidikan, pengalaman kerja dilapangan, kemampuan manajemen organisasi dan perusahaan, sehingga memiliki visi dan strategi yang jelas kemana seharusnya Kapal MASTEL akan dibawa dalam 3-tahun mendatang. MASTEL bukanlah onderbouw Regulator/Pemerintah. MASTEL memiliki kedudukan yang setara dengan Regulator/Pemerintah, sehingga dapat memberikan saran, kritik dan pendapat yang tidak harus sama dengan Regulator/Pemerintah, sebab MASTEL mewakili Stakeholders yang begitu banyak dan luas cakupannya. MASTEL semaksimal mungkin harus membela kepentingan para Stakeholders yang membesarkan MASTEL.

Kepemimpina MASTEL masa lalu telah berjalan cukup baik, namun seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tidak retak. Masih banyak ruang untuk perbaikan Organisasi MASTEL dimasa depan, sehingga tujuan MASTEL untuk menjadikan Telematika sebagai enabler dan percepatan Pembangunan Nasional, Pembangunan Perekonomian dan Bisnis Nasional, serta pencerdasan bangsa dapat terlaksana dengan lebih baik dan lebih cepat.

Bebrapa isyu-isyu penting yang ada saat ini kami harapkan dapat didiskusikan dalam MUNAS MASTEL ke-VI nanti, tanggapan dari kawan2 semua dan juga dari kawan2 calon Pimpinan MASTEL periode 2009-2014, sehingga kesimpulannya dapat menjadi bagian dari Sasaran, Strategi dan Program Kerja MASTEL 2009-2014, yang kami uraikan sbb:

  • Makin menurunnya mutu layanan jasa-jasa telematika dengan makin meningkatnya jumlah pengguna, contohnya:

– Layanan 3G yang tidak sesuai harapan masyarakat, kecepatan transmisi yang lambat/lelet, hubungan yang terputus-putus, tidak reliable/tidak cocok buat bisnis atau pengembangan bisnis baru;

– Layanan Voice (mobile phone, fixed wireless dan wireline) yang susah didengar, terputus-putus, harus redial berkali-kali untuk mengirim sebuah message atau konversasi penting;
– Kiriman SMS yang terlambat tiba, banyaknya SMS iklan, layanan SMS Premium yang merugikan pelanggan, tidak/atau sulit UNREG, dll.

Menurunnya mutu layanan bisa disebabkan oleh regulasi, perencanaan dan implementasi yang kurang tepat, alokasi lebar pita yang kurang, terlalu banyaknya Operator/Penyelenggara Jasa. Silahkan diberikan saran-saran, kritik dan solusinya.

  • Pemilihan Teknologi dan Proteksi Industri Dalam Negeri:

– Kalau kita sebagai bangsa akan memilih teknologi, tentu kita pilih teknologi yang terbaru atau teknologi yang akan dapat dikembangkan kedepan, bukan teknologi yang berhenti /tidak akan dikembangka kedepan, sebab ada substutusi yang lebih baik. Contoh : WiMAX standard 802.16D vs 16E.
– Memilih teknolog bukan karena kita pernah/terlanjur mengeluarkan biaya riset buat teknologi lama saat itu (Rp 15 milyar), dan begitu selesai riset muncul teknologi baru yang lebih baik, cost-effective, cost-efficient, bandwith-efficient. Haruskah kita bertahan menggunakan teklnologi lama dan mengorbankan kepentingan pengguna jasa (CPE yang lebih mahal) dan operator (CAPEX dan OPEX yang lebih mahal)? Berita terbaru dari Mobile World Congress di Barcelona 2009: Intel akan memprodusir Chipset WiMAX Standar 16E, sehingga harga CPE akan turun drastis (menguntungkan para pengguna jasa).
– Proteksi Industri DN tidak hanya melalui cara penetapan Standar yang berbeda, ada cara-cara lainnya untuk proteksi: bea masuk, persen local content CAPEX, persen kepemilikan saham perusahaan, dsb. Perlu belajar dari pengalaman Jepang yg pakai standar yg beda dari Internasional.

  • Jumlah Operator, Alokasi Lebar Pita per Operator dan besarnya Upfront Fee: Jangan mengulang pengalaman 3G yang berakibat mutu layanan yang tidak sesuai harapan pelanggan dan ROI Operator yg lama (atau malah akan merugi), untuk layanan WiMAX, Broadband Services, Digital Broadcasting, dsb.
  • Roadmap Telematika Indonesia menuju ke Konvergensi Jaringan, Layanan dan CPE:

– Bagaimanakah tahapannya? Perencanaannya?
– Konvergensi Regulasi/Peraturan Perundangan/Organisasi/Regulator;
– Belajar dari Success Story negara-negara lainnya.

  • Mencontoh Penerapan Strategi Telematika negara-negara lain:

– Inda sampai saat ini masih memakai layanan 2G (Voice, SMS), namun dilaksanakan secara cost-efektif dan cost-efficient bagi layanan komunikasi dan ecommerce (mobile commerce pakai SMS). Kedepan India tidak akan memakai layanan 3G (seperti Indonesia), tetapi akan meloncat jauh ke layanan NGN LTE (Long Term Evolution), sebab akan menghasilakn layanan yang sangat cost-efficient dan cost-effective (CAPEX, OPEX) dibandingkan melalui tahapan layanan 3G.
– Insinyur2 India yang brilyant telah berhasil menciptakan Netwbook canggih dengan biaya Rp 100.000,- per unti untuk dibagikan kepada para siswa2 dan mahasiswa India untuk mempercepat kemajuan bangsa dan negara. Dengan Anggaran Pendidikan Indonesia yang mencapai Rp 200 Trilyun, tidak mampukan Indonesia menandingi keberhasilan India untuk percepatan proses pencerdasan bangsa?
– Brazil telah menerapan penggunaan Thin Client Networking menggunakan Open Source untuk menggandakan penggunaan satu Full PC menjadi 10-full function terminals, sehingga dicapai penghematan energy besar-besaran (green PC) dan pada saat sama memperbanyak para siwa yang dapat menikmati layanan komputer/Internet, dengan biaya per system US $99 atau kurang. Di Indonesia biaya ini dapat ditekan lebih rendah lagi, sebab Open Source berlisensi GPL, boleh diperbanyak tanpa melanggar HaKI.

MASTEL seharusnya mampu mendorong terjadinya terobosan2 dalam Teknologio seperti di India dan Brazil demi percepatan pembangunan dan pencerdasan bangsa dan negara.

  • Dengan banyaknya Operator Seluler dan ketatnya kompetisi yang berakibat turunnya tarif jasa menjadi sangat rendah, apakah kita aakn membiarkannya agar terjadi merger operator secara alamiah ataukah Regulator perlu turun tangan untuk melakukannya? Bagaimanakh peran MASTEL?
  • Sebaiknya MASTEL bersikap terbuka untk menerima kritik dan saran-saran perbaikan dari suatu peraturan perundangan yang dirasakan oleh masyarakat sangat memberatkan, menghambat kemajuan industri telematika dan pemanfaatan telematika untuk kemajuan bangsa dan negara. Contoh: Ada pasal2 UU ITE yang sangat memberatkan masyarakat, ada perturan Sertifikasi Perangkat yang kurang tepat atau kurang adil, dan menghambat industri Telematika. Prinsip yang dipakai, kalau UUD saja boleh di-amend, mengapa UU atau Peraturan Perundanga tidak boleh, kalau ini adalah demi kemajuan bangsa dan negara?

Baiklah kawan2 semua yang saya hormati, sementara ini dulu yang saya anggap penting untuk dibahas dan diambilkan kesimpulan dan solusinya melalui MUNAS MASTEL ke-VI.

Selamat berlibur panjang dan sampai jumpa di MUNAS MASTEL ke-VI.
Wassalam,
Sumitro Roestam
https://mastel.wordpress.com
———————————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s