Di Era Krisis Finansial, Open Source menjadi pilihan Masyarakat

Krisis Finansial yang dipicu awalnya dari macetnya Kredit Perumahan di Amerika Serikat diperkirakan akan berlangsung lama sampai dengan tahun 2010. Bailout Wall Street oleh Pemerintah Amerika Serikat sebesar US$700 milyar dan rencana injeksi dana ke Perbankan AS sebesar US$250 milyar kelihatannya sedikit mengerem laju jatuhnya harga-harga saham Wall Street dan Stock Exchange dunia.

Belajar dari situasi masa kini tentang pentingnya meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas usaha yang tinggi, maka masyarakat Pengusaha dan masyarakat umum mulai berfikir untuk mencari jalan keluar dari Krisis Finansial yang akan berdampak lama terhadap bisnis minimal 2 tahun kedepan. Pilihan itu jatuh pada perlunya menggunakan sarana produksi yang canggih namun birbiaya rendah, yaitu penggunaan Software-software Open Source.

Secara kebetulan, software-software Open Source saat ini sudah makin dikenal masyarakat berkat makin lancarnya jaringan Internet dan makin banyaknya masyarakat yang dapat mengakses jaringan Internet. Di Indonesia saat ini sudah ada 30 juta masyarakat yang dapat mengakses jaringan Internet, berkat banyaknya pelanggan Seluler yang dapat juga mengakses Internet, munculnya HotSpots WiFi yang berbayar maupun gratisan di berbagai kota besar di Indonesia. Adanya Internet berkecepatan tinggi memudahkan masyarakat men-Download software-software Open Source secara gratis. Disamping itu, makin banyak Distro-distro Lokal yang menyediakan software Open Source dengan biaya penggantian rekaman di CD/DVD yang sangat murah, tanpa ada pelanggaran HaKI, sebab software-software Open Source berlisensi GPL atau milik masyarakat.

Hal yang mendukung penggunaan software Open Source adalah adanya Standardisasi spesifikasi, seperti adanya Format Dokumen yang perlu untuk pertukaran Naskah-naskah, yaitu menggunakan open Document Format atau ODF yang telah menjadi Standar ISO (International Standards Organizaion). Adanya standar ISO ini memungkinkan interoperabilitas antar software-software, baik itu Open Source maupun Proprietary.

Support terhadap open Source saat ini juga semakin baik, terutama untuk software aplikasi bisnis, seperti OpenOffice.org untuk mendukung kerja perkantoran, Enterprise Resource Planning (WebERP, Compiere), Customer Relationship Management, Supply Chain Management, Corporate Performance Management, Work Flow, Business Process Flow, Balanced Scorecard, dan sebagainya.

Perusahaan Riset Gartner meramalkan bahwa pada tahun 2012 ada sejumlah 90% Perusahaan-perusahaan yang bermigrasi menggunakan software Open Source untuk keperluan bisnis mereka.

Di Brazil saat ini-pun sudah ada 70% Perusahaan-perusahaan yang bermigrasi ke Open Source karena dukungan penuh dari Pemerintah Brazil dibawah kepemimpinan Presiden Luiz Inacio da Silva. Keterlibatan langsung Pemipin Tertinggi Brazil inilah yang dapat memajukan Open Source di Brazil, yang perlu dicontoh oleh masyarakat negara-negara berkembang lainnya.

Peran Perusahaan, Organisasi Non-Profit, LSM dan Individu-individu yang berdedikasi tinggi untuk memajukan open Source juga sangat berpengaruh untuk keberhasilannya di tiap negara. kini saatnya kita perlu bergandengan tangan untuk memajukan Open Source dalam kerangka penghematan secara nasional dan sekaligus juga untuk meningkatkan produktivitas nasional, serta menghemat Devisa Nasional.

Semoga dapat membantu dalam menghadapi Krisis Finansial dan memajukan bangsa dan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s