Internet Murah untuk Indonesia

Internet Murah
Biaya Layanan Jasa Internet di Indonesia selama ini dikenal mahal dibandingkan dengan biaya layanan Internet di negara-negara tetangga Asean, India, Cina, maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Korea dan Jepang.

Tetapi dewasa ini benarkah sinyalemen masyarakat pada umumnya bahwa biaya Layanan Jasa Internet di Indonesia masih seperti kenyataan beberapa tahun yang lalu, yang dianggap mahal atau sangat mahal?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, maka MASTEL bekerjasama dengan INDOSAT/IM2 menyelenggarakan Roundtable Discussion tentang “Internet Murah untuk Indonesia” pada hari Jumat siang, 29 Feb 2008 pukul 14:00-17:00 WIB di Gedung INDOSAT, jl. Merdeka Barat 21, Jakarta, dengan para Narasumber sbb:

1. Ibu Sylvia Sumarlin – Ketua Umum APJII
2. Bapak D. Herry Swandito – Sales& Marketing Director PT INDOSATM2
3. Bapak M. Marpaung, Senior Manager Voice & Internet, Divisi Multimedia PT TELKOM
4. Bapak Sumitro Roestam, Ketua MASTEL

dan Moderator: Bapak Damsyiruddin Siregar – Ketua MASTEL.

Peserta yang hadir tidaklah sebanyak para vokalis Milis MASTEL dan Telematika, namun cukup merepresentasikan para operator, ISP, NAP, pengguna dan pemerhati Internet, seperti : Bapak Gisi Suseno Hadihardjono – Ketua Umum MASTEL, Bapak Arnold Djiwatampu- Konsultan Telematika, Bapak Sukarno Abdulrahman – Senior MASTEL, Ibu Retno -Sekjen MASTEL, Bapak Setyanto P. Santosa, Sesepuh TELKOM, Bapak Marcellus Ardiwinata -Deputy Director First Media, Bapak Naswil Idris -pemerhati telematika, serta para executives dari operator telekomunikasi, ISP dan NAP Indonesia turut hadir meramaikan diskusi tersebut.

Para Narasumber ternyata menyampaikan optimisme tentang layanan Internet di Indonesia, dimana jumlah pelanggan Internet saat ini sudah mencapai 2,7 juta orang, sedangkan yang mengakses Internet, baik itu sebagai pelanggan maupun yang memanfaatakan sarana umum (warnet) ataupun saran kantor, rumah, HP, PDA, dan lain-lainnya adalah sebanyak 27 juta orang, atau sekitar 12% penduduk Indonesia.

Tentang tarif layanan jasa Internet di Indonesia ternyata juga sudah sama atau sedikit lebih mahal dari tarif layanan Internet yang termurah di dunia, dimana ringkasannya didasarkan atas jenis mode akses Internet adalah sbb:

  1. Dialup PSTN Telkomnet Speedy, tarifnya Rp 57/menit
  2. Dialup CDMA 2000 1x EVDO StarOne dan Fren, tarifnya Rp 47/menit
  3. ADSL Telkomsspeedy, tarifnya Rp 350/Mbyte
  4. Semi-Broadband GPRS 115 kpbs max, tarif awalnya sekitar Rp 10/kbyte
  5. Broadband EDGE s/d HSDPA 7,2 Mbps tarif Pasca Bayar Rp 350/Mbyte dan IM2 Prabayar Rp 600/Mbyte
  6. Akses via RT/RW-net, tarif Flat-Rate Rp 50.000-Rp 200.000/bulan
  7. Akses via Power Line Communications (PLC), harga pokok Rp 80.000 /bulan/pelanggan dan harga jual= Rp 120.000/bulan/pelanggan Flat-Rate
  8. Akses via HotSpot WiFi ada yg berbayar Rp 5.000-10.000/jam, dan gratis (TELKOM, di 6.000 lokasi)
  9. Akses via HP, PDA dan Infra Red atau Bluetooth, tarifnya sesuai layanan Operator Mobile GSM, 3G dan CDMA
  10. Akses Internet via Warnet dan Cybercafe dengan tarif Rp 3.000-10.000/jam

Kesimpulannya adalah sbb:

  1. Tarif Internet di Indonesia dinilai cukup wajar dibandingkan dengan tarif di USA, Australia, Malaysia dan Singapore, namun sedikit diatas tarif di India.
  2. Untuk mengurangi traffic ke LN, dan dengan demikian untuk menurunkan tarif layanan Internet, maka agar diperbanyak konten DN dan peering antar ISP di Indonesia.
  3. Subsidi biaya dari PT TELKOM kepada HotSpot/WiFi gratis di 6.000 lokasi bisa dihilangkan atau dijadikan profitable bila ada kerjasama untuk memanfaatkan lokasi2 ini bagi promosi produk atau pemasaran, ataupun ada layanan Online Game yg berbayar. Hasilnya dapat dipakai untuk menurunkan tarif Telkomnet Instant dan Telkomspeedy lebih rendah lagi.
  4. Agar ada kerjasama antara Operator besar dan NAP/ISP kecil yang Win-Win serta untuk menyehatkan Industri Internet di Indonesia dengan tarif yang wajar.
  5. Perlu kehati-hatian dalam rencana penerapan Unified Licensing, agar tidak mematikan ISP/NAP kecil, Warnet dan UKM.

Diskusi Roundtable “Internet Murah untuk Indonesia” ditutup pada pukul 17:30 WIB oleh Ketua Umum MASTEL, Bapak Giri Suseno Hadihardjono.

Semoga bermanfaat dan silahkan ditanggapi.

15 responses to “Internet Murah untuk Indonesia

  1. Menurut saya seh masih mahal! Trutama bgi pelanggan ekonomi menengah kebawah!…Blum lg institusi pendidikan yg dana operasioanalnya pas-pasan

  2. Semoga apa yang di rumuskan itu menjadi kenyataan.
    ngomong-ngomong mulai tanggal berapa ya tarif itu bisa kita nikmati?

  3. Pak Wismu Yth,
    Tarif akses Internet sebagaimana tersebut pada artikel ini saat ini sudah berlaku.
    Saran kami, pakailah yang Mobile Boadband Access kecepatan 3G (3,6-7,2 Mbps max) dari IM2, XL dan Telkomsel yang Pasa Bayar, tarifnya sekitar Rp350/Mbyte.

    IM2 sudah menyediakan layanan 3G Prabayar dengan tarif Rp600/Mbyte, bisa diisi ulang dengan Voucher mulai dari Rp 25.000,- sampai Rp 150.000,-

    Semoga bermanfaat,
    Wassalam.

  4. Menurut saya Internet Murah dengan speed yg bisa di andalkan hanya Fastnet..
    Kalau saja Fastnet Full Coverage…
    ISP laen yg masi bersikukuh dengan tarif mahalnya siap2 bangkrut..

  5. tlg dong kasih tau saya untuk buat warnet dengan 15 komputer dan apa it HSPDA dan berapa biaya ambodemenya….mkasih

  6. Pak Bahrul Yth,
    Tarif Broadband Internet Wireless (EDGE, UMTS. 3G, 3.5G atau HSDPA) dan Wireline (ADSL, Speedy) didasarkan atas penggunaan Volume (dalam Kbytes, MBytes atau GBytes). Angkanya silahkan lihat di Artikel diatas. Sedangkan Tarif Warnet didasarkan atas lama waktu pemakainan (Time-based).

    Kami khawatir, bila anda pakai cara menyewa Broadband dari Operator/ISP dan kemudian menyewakan Warnet ke pelanggan berbasis Time-based, maka ada kemungkinan Penyelenggara Warnet akan merugi, terutama bila pelanggan men-download Volume Data yang besar dalam waktu singkat.

    Saran kami, terapkan pula ke pelanggan Warnet sewanya berdasarkan Volume-based, misalnya kalau anda menyewa dari Operator/ISP sebesar Rp 350/Mbyte, maka kepada pelanggan anda diterapkan tarif penggunaan sebesar Rp500/Mbyte pemakaian. Jadi anda masih punya margin profit sebesar Rp150/Mbyte.

    Semoga bermanfaat bagi para Warnetters.
    Wassalam,
    S Roestam

  7. Di atas dituliskan bahwa tarif internet menggunakan StarOne adalah Rp 57/menit. Apakah informasi itu sudah benar? Karena selama ini saya menggunakan StarOne, dan tarifnya Rp 75/menit, sesuai dengan yang tertera di websitenya http://www.mystarone.com
    Mohon informasinya.

  8. Maaf menurut saya tarif internet Indonesia masih sangat mahallllllllllllllllllllllllllllllll. Saya sih ndak muluk2 ingin Indoensia secepat Korea, tapi cukup Amerika / Inggris saja. Di RRC teman saya kecepatannya sudah satuan MB/s dan 1 bulan unlimited hanya Rp 30 ribu. Jelas-jelas itu jauhhhhhhhhhhhhhhhhh dari Indonesia. Seandainya Indonesia bisa menyamakan kecepatan dan harga dari Internet Amerika, maka hal ini masih dianggap mahal. Mengapa? Misalkan Indonesia mau meniru Amerika dengan tarif $30 an dengan kecepatan beberapa Megabit / second. Maka bagi Amerika $30 itu gak ada apanya, sekali makan menu biasa juga habis. Bagi Indonesia $30 bisa buat beli pecel yang 3.000 an sebanyak 100. Alias beda jauh. Jadi kalau mau SAMA murah, tarif internet Indoenesia harus LEBIH murah dari Amerika. Misalnya unlimited beberapa Mb/s = harga 1 MCDonal Bigmac. Di Amerika bigmac $30 kenapa Di indo bisa 30 rebu? Karena harga pegawai, rumah, dan bahan-bahan di Indonesia juga perbandingannya sama. Demikian juga Internet seharusnya seperti itu.

    Semoga Indonesia bisa maju🙂

  9. penurunan tarif internt indonesia memang sangat dinantikan. mudah-mudahan besok sudah turun .
    Tapi tidak secepat itu mungkin limna tahun lagi.

  10. sebenarnya sudah sipp… tapi alangkah baik juga untuk layanannya juga di tune up juga(speed nya gitu). n’ minimalkan bandswicht droop.

    Thank’s

  11. klo menurut saya msh bnyak pelaku industri ini menutup mata karena (untuk) kepentingan bisnis (atau dibisniskan)..sudah tahu harga internet di negara kita ini msh mahal,tp ttp berpaling muka nyari pembenarannya yg padahal tidak relevan dibandingkan….
    seperti lelucon kosong saja : harga permenit di indonesia hampir sama dg di us (amerika) pd kisaran $xx/menit…
    coba pikirkan kita mendownload 100 MB dg kecepatan xxkbps di indo,bandingkan dg dinegara lain yg jauh (sngat jauh) lebih cepat.coba berapa biaya yg dikeluarkan masing2 pengakses pada tiap negara?
    ..& satu lagi pikirkan jg donk PDB masing2 negara pembanding……….

    thx
    (tiap slh pasti ada pembenarannya,namun..(monggo teruskan)

  12. Pingback: Setelah tarif telepon turun, tarif internet segera menyusul. « Belajar untuk hidup, Hidup untuk belajar

  13. Internet Murah? Kapan Ya? Kita Hanya Berharap Semoga Tarif yang murah tetapi dengan kualitas Prima.. **mungkin tidak ya?

    Buat Apa Jika Murah tapi akses Mencekik..! Akhirnya sama Juga Sami Mawon…

    Sedang Menunggu Main NET Murah..!

  14. internet mulaaah di indon, mimpiii kaleeeeeeeeee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s