Open Source Software Implementation and Collaboration

Open Source dengan konsep pengembangannya melalui Kolaborasi Komunitas seluruh dunia saat ini telah mencapai titik kematangannya, ditandai dengan makin banyaknya Software-software Opensource untuk berbagai aplikasi bisnis, pendidikan, dan lain-lainnya yang tersedia baik secara gratis via down-load di Internet, maupun dengan membeli CD atau DVD yang behraga sangat murah (software-nya gratis, hanya biaya perekaman dan harga pengganti CD atau DVD).

Di Indonesiapun Komunitas Open Source telah berkembang pesat dengan adanya Komunitas KPLI (Pengguna Linux Indonesia) di banyak sekali kota2 di Indonesia. Di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang, Surabaya dan lainnya juga telah ada Pusat2 Pengembangan Open Source. Pak Hikmat Dwi Nuryanto, Alumnus Peracis adalah salah satu Pelopornya i Bnadung.

Alangkah majunya TIK di Indonesia kalau saja masyarakat umum dan komunitas Pendidikan semuanya memanfaatkan Open Source, sebab TIK berbasis Open Source sangat murah, boleh di-copy, sehingga perluasan penggunaannya dapat menurunkan tingkat Pembajakan Software Proprietary di Indonesia secara drastis. Tidak ada pelanggaran HAKI untuk penggunaan Open Source!

Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.

Berikut ini adalah kesimpulan Diskusi tentang Migrasi dari Proprietary SW ke Open Source SW:

Pak Djiwatampu yang saya hormati dan Kawan2 Yth,

Terimakasih atas kebesaran hati pak Djiwatampu dan kesediaan Bapak
untuk menerima tawaran kami menginstall Open Source Distro mutakhir di
Laptop Bapak secara Dual Booth, bisa pindah2 Operating System-nya dalam
satu Laptop.
Saya, pak Taufik Hasan dan pak Rusmanto berani meng-garansi bahwa
Bapak akan puas melihat kinerja Distro Linux terbaru, seperti OpenSUSE
v.10.3 dan Ubuntu v.7.10, dimana keunggulan yang sudah saya rasakan
adalah:

1. Untuk Upload Foto dari Digital Camera Canon, tinggal masukkan kabel
connector USB ke Laptop, langsung bisa upload tanpa harus install
Driver

2. Pasang Printer juga sama, tinngal sambungkan ke Port USB, maka
driver-nya akan langsung terinstall. Saya pakai HP Deskjet Printer
Serie 3940.

3. Dari Linux kita bisa masuk ke Partisi Windows, bisa read dan save
Files. Sebaliknya, Windows tidak mampu untuk lihat Partisi di Linux.
Ini adalah akal2annya Oom Bill, tidak mau sharing dengan produk lain.
Akibatnya dia rugi sendiri!

4. Bila kita pasang Distro Linux, maka ada ratusan Software Aplikasi
yg Gratis yang otomatis juga terpasang. Beda dengan Windows. Kalau anda
beli XP Asli di Ambassoador Mall seharga Rp 1,4 juta untuk Kantor, maka
ya hanya Operating System itu saja, belum ada aplikasi lainnya seperti
MS Office. Sedangkan di Linux, sudah temasuk Open Office terbaru versi
2.3 yang sangat User-Friendly.

5. Bila Distro terbaru Linux sudah terpasang di Laptop Bapak, maka
Bapak akan sulit membedakannya dengan aplikasi2 yg ada di Windows,
karena hampir semua Seleksi Menu dan Sub-Menu OSS sangat mirip dengan
MS Windows, sehingga diperlukan waktu yang sangat singkat untuk Migrasi
ke OSS.

6. Telah ada Lonjakan Kemajuan pesat Aplikasi2 Linux akhir2 ini, malah
di OpenSUSE dan Ubuntu ada tamplian Window 3-Dimensi yang sangat
canggih.

Di Kantor pak Taufik Hassan, dengan instruksi Direksi, semua Karyawan
sudah pakai Ubuntu v.7.10 yang canggih tadi.
Semoga di Kantor pak Djiwatampu akan menyusul.
OSS adalah Software Legal dan sangat Cost Effective.

Wassalam,
S Roestam
Sent via OpenSUSE v.10.3 and 3.5G modem
——————————————————-

—-Original Message—-
From: arnold@tt-tel.com
Date: 13/01/2008 14:53
To: <mastel-anggota@yahoogroups.com>, <Telematika@yahoogroups.com>
Subj: Re: [mastel-anggota] Re: [Telematika] RE: Proyek USO: Maju Kena
Mundur Kena —> Solusi Alternatif

Pak Sumitro dan rekan2 yang baik,

Betul, ini alih2 diskusi dari pelelangan KPU/USO yang batal ke open
source Linux.

Terima kasih untuk tawaran pemasangan Linux versi terakhir dan dual
boot
dg Windows.
Salah satu staf IT kami yang telah pergi, pernah memasangnya di
komputer2 saya dan staf, sekitar 2-3 tahun lalu. Namun karena
membutuhkan latihan, ketelatenan dan keberanian untuk berkorban, maka
suka ditinggalkan dan memilih Windows.

Ini suatu kendala yang dihadapi oleh saya dan staf yang tak begitu
faham
dalam pernak-pernik teknis komputer dan piranti lunaknya. Dan ini
akan
juga dihadapi banyak pengguna Windows yang mau pindah, tidak hanya
tahu
tentang manfaatnya tetapi belum dapat merasakan dan menghayatinya.
Seberapa jauh pengorbanan pengalihan tersebut masih merupakan suatu
kendala, bagi mereka yang tidak suka ngoprek komputer, dg alasan
kekurangan waktu.

Oleh karena itu memang sebaiknya hal ini diajarkan dari sejak kecil
di
sekolah, tetapi ya itu para penyelenggara Windows tak akan diam,
mereka
sangat jeli dan akan mencari setiap peluang untuk mempertahankan dan
bahkan memperluas eksistensinya. Untuk menandinginya perlu dana di
samping komitmen pimpinan. Dan untuk memperoleh komitmen pimpinan,
yang
jelas saya dukung, anda sekalian yang pro open source harus bisa
meyakinkan, dan membuat mereka tertarik. Dan saya setuju dengan
ungkapan
pepatah “Tidak Kenal maka Tidak Sayang”. Dan oleh karena itu harus
dirubah “Kenalkan maka Sayang”.

Ini bukan silat lidah main2. Melainkan ini membutuhkan keseriusan,
seni
tingkat tinggi, penyusunan strategi jangka pendek dan panjang, selain
pengorbanan waktu dan dana. Tidak bisa usaha ini dilakukan tanpa
dana,
atau dana seadanya. Selalu berlaku “anda memperoleh apa yang anda
bayar”
atau kalau diterjemahkan lebih gamblang dan dapat dimengerti adalah
“anda memperoleh yang anda tanam”, dan tetap berlaku pepatah Belanda
“murah(an) adalah pembelian mahal”.

Promosi di milis ini memang baik, tetapi jauh dari cukup. Harus aksi
yang terencana dan para ahli yang melakukannya tidak mungkin sehari
dua
hari melainkan berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun, tak mungkin
gratis, bukan? Mengusulkan atau mendesak lewat surat tidak cukup,
harus
ada aksi lain yang lebih praktis. Contohnya saya sendiri, yang sudah
kenyang melihat tulisan di milis in dan milis2 lainnya, termasuk dari
pak Mitro mungkin sudah puluhan kali.

Saya sangat kagum, bangga bahwa di Ibu Pertiwi ini ada semangat dan
cita-cita luhur para pendekar TIK kita, baik itu untuk rakyat atau
siapapun. Namun di pihak lain saya prihatin kalau mereka menganggap
bisa
mencapainya tanpa kerjasama dengan komponen atau kekuatan lain
seperti
pemerintah, industri dan lainnya.

[Sudah tepat kalau wakil2 pemerintah di forum internasional tersenyum
kalau mendengarkan tokoh2 IT kita mengeritik pemerintahnya sendiri
sambil memperlihatkan penemuan2 mereka yang brilyan. Oleh karena
dengan
demikian, selain memperlihatkan bahwa ada demokrasi di Republik ini,
juga bahwa Indonesia memiliki ahli2 yang tak kalah dan bahkan mungkin
lebih hebat dari negara lain].

Kembali lagi ke tawaran pak Mitro (dan katanya pak Taufik Hasan)
untuk
memasang dan melatih saya dengan piranti lunak ganda Linux versi
terakhir dan Windows. Siapa tahu saya bisa ikut dengan aktif
mempromosikannya, setelah menghayatinya, dengan gaya saya sendiri?! :-
)
Wassalam,
APhD

Ini membutuhkan waktu dan pengorbanan

———————- e-mail pak Rusmanto – Majalah INFOLINUX —————–

…maaf yang lain dihapus, kecuali bagian ini:

> Semoga di Kantor pak Djiwatampu akan menyusul.
> OSS adalah Software Legal dan sangat Cost Effective.

Sebagai bahan pertimbangan sebelum migrasi,
majalah InfoLINUX edisi 12/2007 dan 01/2008
meliput 2 perusahaan di Indonesia
yang telah berhasil migrasi ke Linux,
lengkap dengan suka dan duka-nya.

Saya tidak bermaksud promosi infolinux di sini🙂
sehingga saya akan mengirim file PDF jika teman-teman
membutuhkan 2 laporan khusus itu tapi tidak punya majalahnya.

Rusmanto

——————

Hasil Diskusi Masalah Pilihan antara OSS vs Proprietary SW:

Pak Adi dan Pak Rusmanto menulis di linux-aktivis@linux.or.id, sbb:

adi wrote:

kalau diterus-teruskan, ini bisa jadi seperti nitisastronomics
vs habibienomics. untuk individu, bisa macem2 faktor yang terkait.
sebaiknya pemerintah mulai memikirkan bagaimana menciptakan
equillibrium saja. kalau masih memikirkan untuk menimbang-nimbang
harga windows $3, lebih baik segera meletakkan jabatan dan kembali
ke jalan yang benar😀


Saya mendukung usulan di atas,
segera letakkan jabatan dan kembali ke jalan yang lurus,
sebelum di-KPPU-kan atau lebih parah lagi di-KPK-kan.🙂

Dulu ada pejabat yg minta Windows $1, tapi tidak disetujui oleh MS,
padahal tetap saja mahal, belum lagi makin menderita ketergantungan,
melanggar UU Anti Monopoli, dan penderitaan lainnya.
Ini hitungan kasar yang ujungnya akan dibayar pemerintah per pc:
- MS Windows = $1
- MS Office = $400
- dll.

Rusmanto

———————————

2 responses to “Open Source Software Implementation and Collaboration

  1. Kawan2 Yth,
    Saya lampirkan Threat Diskusi di Milis tentang Sosialisasi Penggunaan Software Open Source di Warnet dan Game Center, yang akhirnya membuahkan langkah2 nyata solusi-nya, tanpa harus memakan waktu yang panjang, rapat2 dan biaya yang mahal, karena Diskusi via Cyberspace:

    On Jan 9, 2008 9:13 PM, rrusdiah wrote:
    > — In APWKomitel@yahoogroups.com, S Roestam wrote:
    > Frans,
    > Ayo rame2 kita garap, biar kawan2 di Pemerintahan jadi risih kalau
    > tidak pakai Open Source.
    > Bersama pasti kita bisa!

    > [rr] pak mitro, dulu kala saya juga pernah minta sama teman teman
    > developer seperti pak frans dkk… utk bantu warnet dengan aplikasi
    > OSS… semoga ada yang concern… karena kasihan warnet dirazia terus
    > secara sporadis dari satu daerah ke daerah lainnya🙂

    Sebetulnya pihak Open Source sudah cukup berbuat banyak untuk warnet.
    Diantaranya dengan dibuatnya distro Linux khusus untuk memenuhi
    kebutuhan warnet.
    Yang menjadi masalah justru pihak warnet yang sepertinya malah enggan
    dibantu (mohon dikoreksi kalau salah) atau bisa juga ketidaktahuan
    pihak warnet akan solusi Open Source ini.


    [rr]harus diakui apa yang pak revol benar adanya… banyak warnet yang pesimis terhadap linux.. karena khawatir clientnya ngak terbiasa dengan linux.
    memang ‘change’ atau ‘perubahan’ itu tidak seperti membalik telapak tangan.
    itu tantangan apw, tantangan developer linux…yah pak revol

    Jika pak Rudy bersedia mengkoordinir warnet untuk suatu
    demo/seminar/workshop, team PC Linux bersedia untuk membantu warnet.


    [rr] OK… kita coba rencanakan demo/seminar/workshop.
    a. Siapa yang berminat partisipasi memberikan conten dan panitia
    ie: pak paulus, pak nas, bapak bapak yang lain ?

    b. Mohon warnet yang berminat hadir tolong daftarkan emailnya di : rusdiah@rad.net.id atau rrusdiah@yahoo.com , cukup nama, alamat warnet HP dan emailnya.
    c. Vendor yang mungkin ingin ikut sponsor atau partisipasi ?

    kami tunggu saran dan tanggapan yang proaktif dari peserta milis?

    salam, rr – apwkomitel

  2. Kami bisa bantu dengan mengumpulan majalah-majalah InfoLINUX edisi 2007 yang ada topik Warnet untuk dibagikan gratis ke peserta demo/seminar. Tiap bulan, majalah infolinux juga memuat daftar warnet Linux dari seluruh Indonesia yang mengirim data warnetnya ke kami.
    Saya lihat warnet butuh bantuan tip dan trik, serta meingkatkan keyakinan bahwa menggunakan Linux tidak pasti ditinggalkan pelanggan. Apalagi jika makin banyak warnet yang menggunakan Linux, sehingga makin banyak orang terbiasa dg Linux dan OSS lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s