Community Access Point (CAP)

Sebuah berita di Website DEPKOMINFO berbunyi sbb:

Depkominfo Tandatangani kesepakatan Bersama Tentang Pengembangan CAP Melalui Pembangunan Warmasif

Jakarta, 21 Juni 2007

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) hari ini (Kamis, 21/6) di Hotel Sahid Jaya Jakarta telah menandatangani 2 (dua) Kesepakatan BersamaPT Pos Indonesia dan wakil dari 50 (lima puluh) Pemerintah Daerah di Indonesia. dengan

Pertama, Kesepakatan Bersama antara Depkominfo (diwakili oleh Sekretaris Jenderal) dengan PT Pos Indonesia (diwakili oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia) tentang Pengembangan Community Access Point (CAP) melalui Pembangunan Warung Masyarakat Informasi Indonesia (Warung MASIF).

Kedua, Kesepakatan Bersama antara Departemen Komunikasi dan Informatika (diwakili oleh Direktur e-Business) dengan wakil dari 50 (lima puluh)Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten dan Kantor Wilayah Usaha Pos I s/d XI tentang Pengelolaan Website e-UKM, Transaksi Elektronik, Perpustakaan Digital dan Layanan Internet pada Warung MASIF untuk mendukung Program CAP (sebagai kelanjutan secara teknis dari Kesepakatan Bersama yang pertama).

Warung MASIF adalah suatu model pengembangan Community Access Point (CAP) yang merupakan sebuah outlet dimana masyarakat yang berada di suatu wilayah dapat melakukan komunikasi, akses informasi global, pemasaran melalui internet, transaksi online dan akses perpustakaan digital.

Warung MASIF ditempatkan di Unit Bisnis Kantor Pos dan dikelola oleh Kantor Pos. Tujuan pendirian Warung MASIF adalah untuk :
a. Mempercepat tercapainya Masyarakat Informasi Indonesia (MII) yang ditargetkan tahun 2015;
b. Mempercepat dan menunjang tumbuh dan berkembangnya usaha pertanian, usaha kelautan dan perdagangan komoditas unggulan dari UKM yang terdapat di wilayah setempat melalui e-Commerce atau e-UKM;
c. Meningkatkan pendidikan masyarakat dan layanan informasi;
d. Mengurangi kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan dan kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan dan komunikasi;
e. Mempercepat terwujudnya Universal Service Obligation di bidang komunikasi dan informasi.

Sasaran yang hendak dicapai dengan pembangunan Warung MASIF antara lain pengentasan kemiskinan, memperkecil digital divide, dan menciptakan masyarakat berbasis pengetahuan. Dalam Kesepakatan Bersama ini disebutkan fasilitas bantuan untuk layanan Warung MASIF dari Ditjen Aplikasi Telematika meliputi penyediaan Website e- UKM dan Transaksi Elektronik, Perpustakaan Digital, Layanan Informasi Kesehatan dan satu paket perangkat keras yang terdiri dari 1 (satu) unit server, 4 (empat) unit PC, 1 (satu) unit scanner, 1 (satu) unit printer dan 1 (satu) unit camera digital serta pelaksanaan training bagi Administrator Website, penyediaan pedoman bagi Administrator Website dan pengguna Website serta konten Perpustakaan Digital.

Sementara itu, pihak Pemda dalam butir kesepakatan tersebut diwajibkan melakukan sosialisasi tentang peran dan manfaat Warung MASIF termasuk dukungan untuk program pelatihan bagi UKM, menstimulasi peningkatan aktivitas masyarakat dan UKM melalui Website Warung MASIF dan memberikan bantuan pencarian data untuk melengkapi konten aplikasi e-UKM, Layanan Informasi Kesehatan dan Perpustakaan Digital.

Mengingat administratornya dari pihak Kantor Pos setempat, maka Kawil Pos dan Kantor Pos menyediakan dan menyiapkan tempat/ruangan dan fasilitas pendukung ruangan Warung MASIF. Selain itu pemeliharaan perangkat keras dan lunak juga menjadi kewajiban perusahaan tersebut termasuk penyediaan dan pemeliharaan listrik, telepon, jaringan internet, pencarian, pengelolaan dan pemutakhiran data untuk aplikasi e-UKM, Layanan Informasi Kesehatan dan Perpustakaan Digital.

Warung MASIF sebagai CAP akan menjadi Pilot Proyek Pertama dalam menerapkan Konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang meliputi konten, teknologi dan prasarana. Dengan adanya Warung MASIF, pengusaha UKM dapat mempromosikan dan menjual produk mereka secara global, membeli produk dari daerah lain atau negara lain secara langsung, mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk semua bidang usaha dan melakukan tranksasi elektronik yang dijamin oleh Kantor Pos seluruh Indonesia.

Dari sisi layanan Perpustakaan Digital, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan bidang pendidikan; melakukan pemesanan koleksi secara online, melakukan koneksi ke Perpustakaan Digital lain yang terhubung dengan Perpustakaan Digital Departemen Komunikasi dan Informatika. Dengan adanya Layanan Informasi Kesehatan, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan bidang kesehatan, mendapatkan informasi tentang Posyandu, Klinik, Puskesmas, Rumah Sakit, Apotek, PMI, Asuransi Kesehatan, Dokter Spesialis, Dokter Praktek dan lain-lain. Selain itu masyarakat dapat melakukan konsultasi online dan pendaftaran online.

Dengan penandatanganan Warung MASIF di 50 lokasi ini, maka jumlah Warung MASIF seluruh Indonesia saat ini sudah mencapai 63 buah. Tahun 2006, 10 Warung MASIF telah dibangun di kota Palangkaraya, Kupang, Pring Sewu, Pekalongan, Medan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, dan Singkawang. Sedangkan tahun 2005 telah dibangun 3 Warung MASIF di Semarang, Palembang dan Serang.

Adapun Lokasi 50 Waung MASIF yang akan dibangun tahun 2007 adalah: Banda Aceh, Lhokseumawe, Toba Samosir, Kabanjahe, Serdang Bedagai, Padang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pekan Baru, Dumai, Batam, Tanjung Pinang, Jambi, Muara Bulian, Bengkulu, Curup, Pangkal Pinang, Sungai Liat, Bandar Lampung, Metro, Kayu Agung, Sekayu, Bekasi, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Berau, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Kuningan, Karawang, Purwakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Denpasar, Mataram, Sumbawa, Gorontalo, Palu, Kendari, Ternate, Biak dan Merauke.’

Seiring dengan pembangunan Warung MASIF ini, Depkominfo pada tanggal 13 s/d 15 Juni lalu, telah mengadakan pembinaan dan pelatihan terhadap 120 karyawan Kantor Pos yang nantinya akan menjadi operator dan administrator Warung MASIF di daerah mereka masing-masing. Mereka dibina dan dilatih tentang teori dan praktik software dan aplikasi e-UKM, Layanan Informasi Kesehatan, Perpustakaan Digital dan pengenalan serta praktik Open Source termasuk cara pembuatan konten Perpustakaan Digital dari pakar teknologi informasi dan komunikasi. (Sumber: Direktorat E-Business Ditjen Aplikasi Telematika Depkominfo)

2 responses to “Community Access Point (CAP)

  1. Streaming di Linkungan kampus/warnet ? [APWKomitel] Live streaming – membuat radio Internet… gimana lokal streaming di warnet ?

    On Jan 5, 2008 2:55 AM, S Roestam wrote:
    >
    > Pak Rudy Yth,
    >
    > Sudah coba http://www.youtube.com?
    > Sangat sederhana dan bisa langsung Video Streaming via Browser biasa.
    > Ini sebuah creativitas yang sangat tinggi dari 3 orang anak2 muda yang
    > brilyan, yaitu Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim. Dalam tempo 1-
    > tahun, websitenya dijual ke Google seharga US$1,7 Milyar.
    >
    > Saya coba YouTube pakai Laptop saya dengan3.5G Modem berjalan lancar.
    > Kalau Warnet mungkin lelet, karena di-share oleh orang banyak.
    >
    > Diskusi ini bisa masuk ke Pokok Bahasanb #17 Biaya Akses Internet
    > Terjangkau, di:
    Kedepannya layanan macam youtube kelihatannya akan laris manis, versi
    lokal (layartancap.com) pun sudah ramai, sayangnya ya “boros”
    bandwidth. kalau saya kepikiran membuat straming dilingkungan kampus,
    kalau musik mungkin akan terhalang masalah etika (menyebarkan mp3
    bajakan misalnya) tapi kalau men stream rekaman kuliah atau OCW akan
    mempermudah pembelajaran, dan mungkin bukan hanya streaming tetapi
    content sharing sekampus (tapi ini masih mimpi)
    rgds,


    Panji
    http://sumodirjo.blogspot.com

    pak panji… waktu kami diundang bicara di AIT ( Asian Institute of Technology)
    sejenis ITB, ITSnya kalangan kampus di Asia berlokasi di dekat airport kota
    Bangkok…

    kampusnya sangat canggih… kata dosennya banyak mata kuliah yang menggunakan
    video streaming… content on demand… dan universitas ini dilengkapi oleh
    jaringan Wifi, jaringan backbone antar kampus, Server farm SAN(Storage area
    Network) karena memang video/content on demand ini butuh storage server yang
    canggih.

    katanya mereka disumbang oleh banyak negara seperti Amerika , Jepang sehingga
    ada pavilyun America, pavilyun Jepang…sebagai program philantrophy mereka

    Waktu APW diundang utk presentasi warnet utk edukasi adalah sekitar 4 tahun yang
    lalu… jadi Youtube yah belum lahir…

    Jadi ide streaming di kampus sebetulnya sudah banyak dilakukan oleh universitas
    yang memiliki storage server SAN dan WAN Kampus yang baik…

    Mahasiswa di AIT banyak yang naik sepeda seperti pemandangan di Beijing cina…
    ndak seperti kampus di Jakarta naik mobil semua , namun bawa ransel dan laptop
    wifi kalau kuliah.

    Saya masih ingin bikin radio warnet… video warnet on demand… utk bikin
    digital life style di warnet/netcafe semakin asyik dan nyaman…

    tolong dibantu dengan ide ide teman teman…kabarnya waktu razia di Malang…
    adalah karena ada server MP3 atau video yah ?

    Mari kita bikin warnet yang positif… agar tidak dijadikan bulan bulanan oknum
    pihak berwajib

    salam, rr – apwkomitel

  2. Mohon informasi mengenai WARMASIF PLUS,
    yang beritanya akan diresmikan Bpk Menteri Kominfo di Malang pada tgl 12 April 2008.
    Apa bedanya dengan WARMASIF di atas ?

    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s