Tarif Sewa Jaringan Turun, maka Tarif Akses Internet juga harus Diturunkan

Siaran Pers Ditjen Postel terlampir dibawah ini memberikan gambaran bahwa dengan diturunkannya Tarif Sewa Jaringan mulai 1 April 2007, maka sudah seharusnya Para Penyelenggara Telekomunikasi dan Jasa Internet menurunkan Tarif Akses Internet secara proporsional.

Tabel Tarif Akses Internet dibawah ini adalah tarif pada awal 2008, sehingga sudah seharusnya diturunkan secara proporsional.

Silahkan para Operator dan Penyelenggara Jasa Internet memberikan tanggapannya.

——————–0——————

Siaran Pers No. 35/DJPT.1/KOMINFO/4/2008

Jaminan Kepastian Publik Untuk Berselancar Di Internet Dengan Tarif Yang Jauh Lebih Murah

Masih terkait dengan Siaran Pers No. 32/DJPT.1/KOMINFO/4/2008 tertanggal 7 April 2008 tentang Penurunan Tarif Sewa Jaringan Berkontribusi Terhadap Penurunan Tarif Akses Internet, Ditjen Postel melalui Siaran Pers ini masih bermaksud menjelaskan lebih lanjut tentang dampak penurunan tarif sewa jaringan. Pasca pemberlakuan Keputusan Dirjen Postel No. 115 Tahun 2008 tentang Persetujuan Terhadap Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Besaran Tarif Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Sewa Layanan Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan Tahun 2008 Milik Penyelenggara Dominan Layanan Sewa Jaringan, maka diharapkan tarif internet akan semakin murah, karena logikanya dan juga koheren dengan realitanya seandainya tarif sewa jaringan murah, maka biaya akses internet akan murah. Sewa jaringan ini atau yang lebih dikenal dengan sirkit sewa ( leased line ) adalah penyediaan jaringan transmisi untuk komunikasi elektronik yang menghubungkan dua titik terminasi secara permanen untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas transmisi yang simetris.

Penurunan tarif internet ini tidak hanya akan dirasakan para pelanggan sewa jaringan (leased line) yaitu khususnya para penyelenggara jasa internet, tetapi juga otomatis berimbas dan dapat dinikmati pengguna akhir (masyarakat umum) setelah para penyelenggara jasa internet merevisi ulang kontrak dengan penyedia sewa jaringan internet. Sebagai contoh, dengan mengacu pada d okumen sewa jaringan milik PT. Telkom sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan dapat diketahui, bahwa dipastikan penurunan tarif berkisar antara 46-81 persen sesuai jarak untuk point to point (belum ke area end user -nya), seperti misalnya biaya instalasi sebesar Rp2.400.000,- baik sewa jaringan hingga 5 km maupun lebih dari 500 km. Sewa jaringan antara 5 hingga 20 km dikenai biaya langganan sebesar Rp 2.450.000,- /bulan atau turun 81% dari sewa eksisting yang mencapai Rp 13.106.000,- /bulan. Untuk sewa jaringan antara 25-100 km dikenai biaya langganan Rp6.900.000,- atau turun antara 47-83%. Sementara, untuk 150 dan 200 km dikenai Rp8.550.000,- atau turun 79% dari tarif sebelumnya, Rp 44.776.000,-

Sebagai gambaran, sebelum Keputusan Dirjen Postel No. 115 Tahun 2008 tersebut diterbitkan, tarif akses internet di Indonesia tersebut berdasarkan indikator yang pernah terungkap di dalam suatu seminar Mastel pada akhir bulan Pebruari 2008 adalah tersebut di bawah ini. Hanya saja, dalam implementasinya, pasca adanya keputusan tersebut tingkat penurunannya agak sedikit memerlukan waktu, karena pihak penyelenggara jasa internet membutuhkan waktu secepat mungkin untuk merevisi kontrak mereka dengan para penyedia sewa jaringan. Namun demikian, seandainya terlambat penurunannya, maka pengguna internet akan memiliki banyak pilihan untuk menggunakan tariff akses internet yang lebih murah disbanding lainnya. Data perbandingan hingga saat ini (mengingat revisi kontrak di antara penyelenggara sewa jaringan dan penyelenggara jasa internet masih berlangsung) adalah di sekitar kisaran angka sebagai berikut:

  1. Dial up PSTN Telkomnet Speedy, tarifnya Rp 57/menit.
  2. Dial up CDMA 2000 1x EVDO StarOne dan Fren, tarifnya Rp 47/menit.
  3. ADSL Telkomsspeedy, tarifnya Rp 350/Mbyte .
  4. Semi-Broadband GPRS 115 kpbs max, tarif awalnya sekitar Rp 10/kbyte.
  5. Broadband EDGE s/d HSDPA 7,2 Mbps tarif Pasca Bayar Rp 350/Mbyte dan IM2 Prabayar Rp 600/Mbyte.
  6. Akses via RT/RW-net, tarif Flat-Rate Rp 50.000-Rp 200.000/bulan.
  7. Akses via Power Line Communications (PLC), harga pokok Rp 80.000 / bulan/pelanggan dan harga jual= Rp 120.000/bulan/pelanggan Flat-Rate.
  8. Akses via HotSpot WiFi ada yg berbayar Rp 5.000-10.000/jam, dan gratis (Telkom, di 6.000 lokasi).
  9. Akses via HP, PDA dan Infra Red atau Bluetooth, tarifnya sesuai layanan Operator Mobile GSM, 3G dan CDMA .
  10. Akses Internet via Warnet dan Cybercafe dengan tarif Rp 3.000-10.000/jam .

Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, tarif yang ditetapkan PT Telkom masih jauh lebih rendah dibandingkan Australia, Singapura, dan Thailand. Hanya saja jika dibandingkan dengan India (data perbandingan milik PT Telkom dibandingkan di India yang tertera pada Siaran Pers No. 32/DJPT.1/KOMINFO/4/2008 adalah baru untuk point to point, belum ke end-user), tarif internet Indonesia masih lebih mahal, karena:

  1. India menggunakan tingkat WACC (Weighted Average Cost of Capital) yang lebih rendah dan membangun jaringannya dengan menggunakan kabel fiber optik di darat [Inland Fiber Optic Cable) mengingat topografi dan geografinya didominasi oleh daratan dibanding lautan.
  2. Secara geografis, India tidak banyak menggunakan kabel laut SKKL (Inmarine Fiber Optic Cable) seperti Indonesia , sehingga biaya investasi lebih rendah.

Data pengguna internet di Indonesia (yang dikutip dari data APJII sampai dengan perkiraan akhir tahun 2007, dengan catatan dari Ditjen Postel hingga bulan Maret 2008 diperkirakan sudah mencapai sekitar 27 juta pemakai) menunjukkan sebagai berikut:

Tahun

Pelanggan

Pemakai

1998

134.000

512.000

1999

256.000

1.000.000

2000

400.000

1.900.000

2001

581.000

4.200.000

2002

667.002

4.500.000

2003

865.706

8.080.534

2004

1.087.428

11.226.143

2005

1.500.000

16.000.000

2006

1.700.000

20.000.000

2007

2.000.000

25.000.000

About these ads

3 responses to “Tarif Sewa Jaringan Turun, maka Tarif Akses Internet juga harus Diturunkan

  1. jajaMiehardja

    meskipun saya bukan bergerak di bidang IT tapi saya mulai tertarik untuk memilki sebuah website.. setalah saya perhatikan ternyata untuk hosting di negri sendiri ternyata lebih mahal dibanding hosting di luar, sehingga banyak penyedia layanan web hosting banyak memasang server di luar negri. Seharusnya pemerintah lebih melonggarkan aturan tarif web hosting sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu mempergunakan jasa orang luar hanya untuk masalah sepele seperti web hosting

  2. Ass. mohon di bantu pak! saya ingin berlangganan jaringan telfon dan internet unk perusahaan jasa telekomunikasi saya pada perumahan2 di berbagai kota,, cuma saya bingung bagai mana sistim kerja sama nya, dan perhitungan sewa nya..terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s