Indonesian Infocom Society – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL)

Menerapkan Blue Ocean Strategy di Bisnis Warnet

February 1, 2008 · Leave a Comment

Contoh yang gampang dan nyata dari Blue Ocean Strategy di Indonesia yang pernah berhasil baik adalah Strategy Enterprise Aa Gym, yang meguasai pasar secara Vertical Integration:

- Mulai dari Holding-nya, Aa Gym Enterprise (Manajemen Kolbu)
- Anak2 perusahaannya, dari Ceramah2 Aa secara reguler, penerbitan buku2nya, Restoran/Cafe-nya, Siaran Radio-nya, Siaran TV-nya, Produksi dan Penjualan Pernik2 dengan Brand Aa Gym, dll.

Tidak ada lagi produk lain (dari Ustadz saingannya) yang mampu menemus Pasar Blue Ocean Aa Gym saat itu, sampai akhirnya citra Aa Gym runtuh akibat langkahnya yg banyak di-tentang oleh para Ibu2 penggemar beliau, saat beliau melakukan Polygami.

Maka berubahlah pasar Blue Ocean itu jadi Pasar Red Ocean, dimana kekosongan bisnis Aa Gym rame2 diambil para pesaingnya.

Sekarang bagaimanakah menciptakan Pasar Blue Ocean di Bisnis Warnet?

Ciptakanlah Bisnis Enterprise Warnet, mulai dari Holding Warnet, dengan bisnis2 vetical turunannya, yaitu membentuk anak2 perusahaan Warnet, seperti: Resto/Cafe, Gemes Center, Produksi dan Sales Software2 (Open Source), Bisnis Coversi Format Music, Video, Streaming Video, Bisnis Future Trading, Stock dan Forex Trading via Warnet, e-Commerce, e-Education, e-Proc, e-Gov, e-Learning, e-Medicine, dll melalui Terminal di Warnet, Jualan Voucher Pulsa, Printing, Fotocopy, dll.

Millenia Cafe sebenarnya sudah memulainya, tinggal memperluas, dan membuat Franchise bisnis dengan merger dari Warnet2.

Silahkan ditanggapi.

Categories: Blue Ocean Strategy Bisnis Warnet
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tarif Jasa Telekomunikasi: “Operator Kecil akan Tersingkir bila Tarif Jasa TELKOMSEL diturunkan”

February 1, 2008 · Leave a Comment

Menarik sekali pernyataan Bapak Menneg BUMN tersebut diatas di Koran
Bisnis Indonesia Jumat, 1 Feb 2008, perihal Perintah KPPU agar TELKOMSEL, INDOSAT dan XL menurunkan tarif jasa mereka.

Analisisnya, bila perintah KPPU untuk menurunkan tarif Jasa Telpon
Seluler TELKOMSEL dilaksanakan, maka Operator Kecil Seluler menjadi
makin tidak kompetitif terhadap layanan jasa TELKOMSEL, sebab para
pelanggan akan lebih memilih TELKOMSEL karena tariff-nya diturunkan,
serta jangkauannya jauh lebih luas dari pada Operator Seluler lainnya.

Apakah analisis diatas benar-benar bakal terjadi kalau Perintah KPPU
agar Telkomsel (dan Indosat dan XL) menurunkan tarif jasa seluler
mereka, dengan situasi dan kondisi saat ini di Indonesia?

Pernyataan Bapak Menneg BUMN ini juga tidak sejalan dengan pernyataan
Bapak MenKominfo saat memberikan Keynote Speech kemarin pagi di acara
pembukaan Seminar Sehari: “ICT Outlook 2008” di Hotel Nikko, Jakarta,
dimana beliau menyatakan bahwa bila semua harga2 kedelai, minyak tanah,
bensin, beras dll punya kecenderungan naik, maka Tariff Jasa
Telekomunikasi beliau pastikan akan makin turun! Pernyataan Bapak
MenKominfo ini mendapat aplause panjang dari hadirin.

Kami paham sekali bilamana Bapak Mennegf BUMN selaku Penanggunjawab
Perusahaan2 BUMN Indonesia menginginkan agar tariff jasa Telekomunikasi
diturunkan, sebab Dividen atau Setoran ke Pemerintah bakal turun
drastis. Apalagi Pemerintah sudah mematok setoran BUMN2 itu sebesar Rp
31 Trilyun
untuk tahun 2008.

Secara jangka pendek memang mempertahankan tarif jasa Telekomunikasi
tetap tinggi adalah menguntungkan bagi Pemerintah, namun merugikan
pemakai jasa.

Secara jangka panjang, mempertahankan tarif jasa telekomunikasi tetap
tinggi akan merugikan kepentingan bangsa ini dalam bentuk:

  1. Lambatnya traffic growth jasa-jasa telekomunikasi
  2. Kurang cepatnya pemanfaatan jasa2 Telematika (TIK) untuk percepatan pembangunan perekonomian bangsa, sebab tarif mahal akan menghambat adopsi penggunaan jasa2 itu.
  3. Masyarakat dirugikan, sebab tidak menikmati layanan jasa dengan tarif yang wajar. Dalam keputusan KPPU, kerugian masyarakat selama 3-4 tahun mencapai Rp 30 Trilyun, dan harus dibayarkan kembali.
  4. Dampak negatif sosial-ekonomi lainnya akibat tarif bertahan pada nilai yang tetap tinggi.

Silahkan kawan2 sekalian memberikan saran atau pendapat masing-masing,
demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara.

Categories: Tarif Jasa Telekomunikasi Seluler